Tampilkan postingan dengan label Papua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Papua. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Oktober 2012

Kenyataannya...


Genap 4 bulan aku menetap di pulau paling timur di Indonesia yang begitu indah dan kaya alamnya. Seiring berjalannya waktu, semakin mengenal masyarakat dan kebudayaan disini, miris rasanya menghadapi keadaan di tanah ini. Tak bisa dipungkiri bahwa tanah ini kaya banged. Dari emas, tembaga, flora fauna bahkan biota laut ada disini. Gunung, laut dan danau bertemu jadi satu, pemandangan yang sangat indah.

Ada beberapa hal yang menarik perhatianku waktu datang kesini. Hampir sebagian besar penduduk Papua apalagi yang asli Papua beragama Kristen. Gedung yang paling gampang ditemui di kota ini adalah gedung gereja. Bahkan sampai ke gang-gang kecil pun gereja bisa ditemui. Hari dimana Injil masuk ke Papua dirayakan bahkan sampe dijadikan hari libur. Klo di propinsi yang lain Natal dan Paskah hanya dirayakan 1  hari, disini 2 hari. 
.
Kenyataan miris yang terlihat adalah pergaulan bebas yang terjadi. Pasangan muda-mudi yang kumpul kebo adalah hal yang lumrah bahkan diperbolehkan oleh orang tuanya sendiri. Hal ini juga dipengaruhi oleh adat yang dipegang kuat oleh masyarakat. Jadi tidak heran klo gaya pacaran anak remaja disini sangat tidak memuliakan Tuhan. Pergaulannya buruk dan tidak kudus.

Dampak dari kumpul kebo dan pacaran tidak kudus adalah tingkat KDRT yang tinggi. Beberapa minggu lalu, waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi, kami sedang tidur nyenyak, tiba-tiba aku terbangun karena mendengar suara tangisan perempuan sambil ngomong : ampun-ampun. Aku membangunkan suamiku untuk melihat apa yang terjadi, ternyata perempuan itu sedang dipukul sama pacarnya (pasangan kumpul kebonya). Kami tidak bisa melakukan apa-apa, kami hanya bisa berdoa.

Melakukan hubungan seks diluar pernikahan adalah biasa. Penyebaran HIV AIDS cukup tinggi melalui hubungan seksual dengan PSK. Minuman keras laku dijual disini. Ketemu sama orang tidur ditepi jalan raya bahkan didalam selokan adalah pemandangan yang sering terjadi. Bahkan bir pun dikonsumsi oleh masyarakat luas. Klo ada acara ato syukuran dirumah pasti ada bir. Dikonsumsi bahkan oleh ibu-ibu ato oma-oma. *bagiku adalah hal yang ajaib* Itu merupakan kebiasaan turun temurun.

Memang tidak semua orang yang tinggal di Papua demikian, suamiku orang asli Papua yang dilahirkan dan dibesarkan disini. Dia tidak setuju dengan banyak hal yang terjadi di tanah ini makanya dia memilih untuk kembali dan membangun daerahnya sendiri. Melihat kenyataan ini tiap hari membuat kami terbeban untuk berdoa dan menjadi berkat untuk tanah ini. Memang lebih sulit karena keadaan ini sudah terjadi turun temurun bahkan menjadi budaya masyarakat sini. Pemikiran masyarakat masih tertutup untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dan sejahtera. Kami butuh Tuhan Yesus untuk mengubahkan orang-orang ditempat ini. Dukung dan doakan kami yah, juga doakan tanah ini J


Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal DIA. Titus 1 :16

Nb. Belum dapat foto-foto wedding dari fotografer jadi cerita dan foto-foto wedding day-nya masih pending dulu yah. Internet disini suka ngambek jadi sekarang jarang OL tapi teteup dibaca kok blognya teman-teman :)

Selasa, 21 Agustus 2012

Aku kembali (Welcome to Papua-Foi Moi)

Ga berasa yah waktu berlalu begitu cepat..Udah lebih dari 2 bulan aku ga ngeblog dan juga pindah ke Papua..banyak hal yang pingin di sharingkan tp satu2 dulu deh. 

Yang pertama ingin kuceritakan yaitu Papua..Aku berangkat dari Jakarta ke Jayapura tanggal 25 Juni 2012, ini merupakan pengalaman pertamaku ke pulau paling timur di Indonesia ini. Menempuh perjalanan kurang lebih 5 stengah jam menggunakan pesawat terbang, akhirnya tiba juga di bandara Sentani Jayapura. Saat akan mendarat pemandangannya keren bgd..aaah, langsung jatuh cinta.Bahkan sampe sekarang pun masih terpesona dg keindahan tanah ini. 

Gugusan gunung-gunung bertemu dg danau dan laut. Indah banged. Setiap melihat pemandangan alam disini, hatiku selalu melimpah dg ucapan syukur, Tuhan luar biasa menciptakan alam yang indah untuk kita nikmati. Sebagian besar daratan disini terdiri dari gunung-gunung. Gunung disini masih hijau jadi udaranya bersih. Meskipun terik matahari kadang menyengat namun anginnya sangat sejuk apalagi airnya, sedingin es. Jadi seger banged klo mandi pas udara lg panas.brrr. Disini pantainya keren-keren dan ada danau yang luas banged, namanya danau Sentani. Sebelum pesawat mendarat, kita akan berada diatas danau Sentani jadi kita bisa melihat langsung keindahan danau ini. Sayangnya, harga tiket pesawat kesini lumayan mahal jadi jarang yang mau datang ato berwisata kesini.

Selama ini Papua yang didengar dan diliat di tv itu kan tentang penembakan, kerusuhan, perang, dls pokoknya yang jelek-jelak aja, ternyata ga semua dan selalu demikian. Memang ada beberapa daerah di Papua yang kadang terjadi "perang suku" tp tidak selalu dan setiap saat terjadi. Di kota Jayapura sendiri lumayan aman kok. Salah satu persepsiku yang salah juga yaitu aku pikir Jayapura itu ga maju, sepi, jarang ada supermarket, dls ternyata aku salah. Supermarket bertebaran dimana-mana, bahkan sering terjadi kemacetan juga karena jumlah kendaraan yang cukup banyak. Penduduk di Jayapura selain orang Papua juga banyak dari Ambon, Medan, Toraja, Makasar dan Jawa. Jadi kota ini cukup ramai.

Ini beberapa foto tempat-tempat yang sudah kukunjungi selama di Jayapura :)




Tiga Foto diatas adalah foto pantai Base-G (kurang lebih 10Km dari Kota Jayapura) 



Kelapa Muda di Sky Line enak banged, apalagi sambil menikmati pemandangan indah kaya gini 



Senin, 17 Oktober 2011

Brilliant Minds, dari Papua

Tulisan ini diambil dari http://www.yohanessurya.com. Cuma pingin share aja, klo ternyata semua ada jalan bila ada kemauan. Jangan pernah menyerah dan terus maju :)

--------------------------------------------------------------------------------------

Banyak anak-anak genius Indonesia justru datang dari daerah yang seringkali kita anggap sebagai daerah tertinggal, Papua. Ternyata dalam melahirkan manusia-manusia genius, mereka sama sekali tidak tertinggal.

Bahkan disana banyak anak-anak yang kecerdasannya tidak akan tertandingi oleh kebanyakan anak-anak paling cerdas di daerah-daerah lainnya. Anak-anak genius itu adalah George Saa, Anike Bowaire, Andrey Awoitauw, Rudolf Surya Bonay, Jane Ansanay, Zacharias Viktor Kareth,dan masih banyak lainnya.

Brilliant Minds, dari Papua

George Saa, adalah pemenang “First Step to Nobel Prize in Physics” 2004, dan hanya anak-anak paling cerdas di seluruh dunia, para genius muda calon-calon peraih Nobel yang mampu meraihnya.

Hasil penelitiannya yang berjudul “Infinite Triangle and Hexagonal Lattice Networks of Identical Resistor” mengalahkan ratusan karya terbaik yang dikirim peserta-peserta dari 73 negara di dunia. Setiap karya yang masuk akan dinilai 30 ahli-ahli fisika dari 25 negara. Dan juri memutuskan pemenangnya adalah George Saa, dari Indonesia.

Hebatnya, George (Oge) bisa mempunyai pemikiran yang sejauh itu dariPapua. Kita tahu disana fasilitasnya, buku-buku, alat-alat laboratorium, apalagi internet, semua begitu terbatas. Bahkan Oge kadang juga terpaksa tidak bersekolah karena tak punya ongkos, atau harus membantu ayahnya di ladang. Sesuatu yang tentu saja akan membuatnya menangis berjam-jam. Belum lagi buku yang seringkali tidak bisa terbeli.

Ada satu hal yang heroik yang bisa kita pelajari dari sini, bahkan oleh tokoh-tokoh besar dan pejabat di Jakarta. Kalau kemauan kita cukup kuat, tidak akan ada lagi yang tidak mungkin. Tidak akan ada apapun yang bisa menghalangi seseorang dengan kemauan yang cukup besar.
Dan uang, adalah masalah omong kosong. Kalau anda membaca buku di perpustakaan, gratis tanpa biaya, dan anda membacanya seperti orang gila dari pagi sampai malam, tidak akan ada yang bisa mengalahkan anda, bahkan di seluruh dunia.

"Uang bukan segala-galanya untuk maju.
Selalu ada jalan untuk menimba ilmu."
--- George Saa ---

Dan George beruntung karena akhirnya dia mendapat bimbingan dari seorang profesor terbaik di Indonesia, Prof. Yohanes Surya. Dengan bimbingan yang unggul, terbukti setiap anak Indonesia, semuanya, bisa jadi yang terunggul.
Di tahun 2005, gadis cilik Anike Bowaire dari SMU Negeri 1 Serui, Papua,gantian meraih “The First Step to Nobel Prize in Physics” di Warsawa, Polandia. Makalahnya yang berjudul berjudul “Chaos in an Accelerated Rotating Horizontal Spring” dianggap sangat kreatif dan original.

Seorang anak SMU yang mengenal Teori Chaos (keteraturan dalam chaos) sebenarnya nyaris adalah sebuah keajaiban. Tapi seorang anak SMU yang bisa menciptakan teori sendiri tentang Chaos, adalah sesuatu yang nyaris mustahil. Tapi itulah keajaiban besar yang datang dariPapua.
Anike sudah membuat harum nama Indonesia, padahal umurnya pun belum 20 tahun. Karena senangnya belajar, Anike bisa membaca dan belajar dari pagi buta sampai tengah malam. Orang-orang mungkin akan bertanya, ”kenapa?”.
Jawabannya sederhana. Karena ia senang dengan fisika, dan dunia fisika. Baginya, fisika adalah keajaiban.

Setiap benda-benda dan pergerakan segala sesuatu di alam semesta, dari quark sampai galaksi, adalah keajaiban, teka-teki dari Tuhan Yang Maha Baik. Setiap fenomenanya, dari cahaya, gravitasi, sampai Lubang Hitam di pusat tata-surya adalah tantangan yang seru untuk dipecahkan.
Teka-teki yang kadang-kadang bisa dipecahkan dengan jawaban yang kreatif dan paling sederhana.

“Kesenangan yang lain adalah setelah saya dapat emas, kawan-kawan di Papua yang sebelumnya selalu tertawa melihat saya setiap sore ikut les bahasa Inggris kini mulai rajin belajar.”
---Anike Bowaire, 20 tahun, keteladanan---

Banyak lagi anak-anak Papua yang memiliki prestasi spektakuler. Rudolf Surya Bonay Andrey Awoitauw (20 tahun, lahir 7 Desember 1988), adalah pemenang “The First Step to Nobel Prize in Chemistry” di tahun 2006 danmendapat medali emas Olimpiade Sains Nasional (2005) mengalahkan Ivan Kristanto, juara dunia dari Jakarta.
Ada juga Jane Ansanay danZacharias Viktor Kareth yang akan mengikuti Olimpiade Fisika Asia di Vietnam. Indonesia benar-benar dianugerahi Tuhan begitu banyak anak-anak cemerlang. Mereka tersebar di seluruh penjuru Indonesia bahkan sampai ke pelosok-pelosok terpencil.

Senin, 03 Oktober 2011

Beautiful Papua

Hari ini mau posting beberapa foto. Foto-foto ini merupakan pemandangan alam yang ada di Papua. Laut, Danau, Gunung, Padang rumput, dls. Sebagian besar sih di Jayapura tapi ada juga dibeberapa daerah lainnya.

Luar biasa Tuhan kita yang menciptakan alam yang luar biasa. Bersyukur dilahirkan di Indonesia yang memiliki kekayaan alam luar biasa. Ayo kunjungi daerah-daerah di Indonesia dan ditunggu foto-foto dari kalian juga. Foto-foto ini sebagian besar hasil karya Remuz, dan juga ada beberapa foto hasil karya orang lain juga.

Kota Jayapura di siang hari

Kota Jayapura di malam hari

Danau sentani

Skyline - berhadapan dengan Samudra Pasifik

Kali Biru

Genyem

Tempat Pemancingan Ikan di Buper

Pantai Base-G
Rumberlab (Rumah Berlabuh)

Tumpukan Batu untuk mencegah Abrasi - Jayapura

Bandar Udara Frans Kaisiepo - Biak

Pantai di Biak

Pantai di Biak

Sungai di Supiori

Pantai Nusi - Biak (foto bukan dari Remuz)

Raja Ampat (foto bukan dari Remuz)

Gimana keren-keren kan tempatnya???