Tampilkan postingan dengan label daily life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daily life. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Maret 2013

Hatimu yang harus diubah :)


Pernah ga mengalami saat-saat dimana keadaan sepertinya tidak sesuai dengan keinginanmu? Pasti semua orang pernah mengalaminya. Hari-hari ini gw sedang menghadapi orang-orang yang bikin emosi cepat memuncak, hati tidak damai, orang-orang yang dipenuhi iri hati dan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya seperti suka ngomongin kejelekan orang lain. Ini membuat gw harus lebih ekstra hati-hati, bukan hati-hati dijalan tapi hati-hati menjaga hati..hehehehehhe

Klo ga menjaga hati pasti gw akan terbawa arus iri hati, cepat esmosi, dendam,dls. Bayangin aja klo ampir semua orang disekeliling gw begitu, mau ga mau gw agak terpengaruh. Tapi dalam Ams 14 : 30 bilang à Hati yang tenang menyegarkan tubuh tetapi iri hati membusukan tulang. Disinilah tantangannya supaya gw bisa memberi dampak yang baik. Klo orang yang lain marah-marah, gw harus sabar. Yang lain menebar iri hati dan dendam, gw menebar kasih dan sukacita dan itu tidak mungkin dapat dilakukan klo hati gw juga dipenuhi dengan kebencian dan iri hati. Gw harus terus waspada dan menjaga hati, seperti kata Firman Tuhan dalam Amsal 4 : 23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan.

Awalnya gw bener-bener ga suka sama beberapa orang ini, bawaannya klo ketemu mereka itu udah sebel n kesel duluan, yang akhirnya ga mendatangkan damai sejahtera. Sejak gw berkomitmen untuk menjaga hati gw dan berdoa supaya Tuhan memberikan hati yang penuh kasih dan sukacita untuk menghadapi mereka, hati gw dipenuhi damai sejahtera.

Seperti status fb gw : jangan berharap agar “keadaan” segera berubah tetapi ubahlah dulu sikap hati kita dalam menghadapinya karena dalam keadaan yang buruk sekalipun, jika kita menghadapinya dengan sukacita akan terasa berbeda.

Mungkin tindakan mereka salah, tapi kita tidak boleh membenci apalagi menjauhi mereka (toh kita bukan Tuhan yang harus menghakimi manusia). Kita harus jadi teladan dalam segala hal. Menebarkan kasih dan sukacita dimanapun kita berada.

Rabu, 06 Maret 2013

Update Blog# Six Month Anniversary#

It’s now been half a year since we’ve been together & everyday with you have been simply amazing. Still  cannot believe it has only been half a year. Time really flies. These past sixth months have been the happiest of my life.

6 bulan sebenarnya bukan waktu yang lama juga tapi melewati 6 bulan pertama dalam sebuah pernikahan bukanlah hal yang cukup mudah buktinya ada akan rtis yang merit cuman 4 bulan. Kami bersyukur karena selama 6 bulan bersama, Tuhan menyatakan kebaikan-kebaikanNya dalam hidup kami.

Awal menikah saya tinggal dirumah, kerjaanya tiap hari masak, bersih-bersih rumah, nyuci, nyetrika dan semua pekerjaan rumah tangga lainnya. Ga gampang lho jadi ibu rumah tangga (semangat yah ibu-ibu). Selama ini saya bekerja dikantor jadi mengerjakan pekerjaan rumah tangga adalah sesuatu yang agak berat pada awalnya. Dengan berjalannya waktu, saya semakin menikmati pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Apalagi waktu suami saya pulang kerja dia selalu tersenyum manis ketika menikmati makanan atau melihat keadaan rumah yang bersih dan rapi. Pasti langsung ada ucapan yang keluar dari mulutnya : mau dipijit ga??? hehehehehe, capek-capek langsung hilang J.

Bulan Januari 2013, saya bekerja lagi dan jam kerjanya lebih panjang. Ini membuat saya harus beradaptasi lagi. Bukan hanya bekerja tapi juga harus mengurus rumah. Akhirnya kami melakukan pembagian tugas dirumah. Saya kebagian nyuci, nyetrika dan membersihkan rumah sedangkan suami saya kebagian tugas memasak dan cuci piring (suami saya doyan masak). Suami saya emang luar biasa, mau membantu saya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Setelah bekerja kembali, pulang kantor berasanya capek banged n ga bisa ngapa-ngapain lagi selain mandi, makan dan tidur, namun setelah beberapa minggu semuanya sudah bisa kembali normal.

Saat-saat yang paling rentan untuk terjadinya konflik dalam rumah tangga kami yaitu pada saat saya mengalami PMS (emosinya membludak) atau pada saat kami sedang sama-sama capek. Klo lagi PMS, suami saya tertjintah akan sangat sangat sabar dengan saya dan lebih banyak ngalah. Nti klo PMSnya sudah berlalu, baru suami saya akan menegur atau mengingatkan saya. Ketika terjadi konflik, kami akan sesegera mungkin menyelesaikannya karena konflik akan membuat hati kami ga nyaman.

Setiap pagi kami membaca dan merenungkan Firman Tuhan serta berdoa bersama, membangun mezbah keluarga. Mumpung masih berdua, nti klo sudah ada buntutnya biar semakin gampang. Kami selalu diingatkan dan merasakan kekuatan dari Tuhan untuk menjalani hari-hari hidup kami dan juga doa-doa kami dijawab Tuhan dengan luar biasa. Setelah berkeluarga, kami juga diajar sama Tuhan untuk "menabur" kepada orang lain seperti hamba Tuhan, teman yang sakit ato kekurangan, keluarga, gereja dan pelayanan. Dan Tuhan menyatakan kebaikanNya dengan luar biasa bagi kami. Tuhan menyatakan bahwa semuanya adalah milik Tuhan dan Tuhan mampu memberkati hidup kami, jadi ga usah kuatir.

Pernah sekali waktu, klo ga salah 2 atau 3 bulan setelah pernikahan kami. Uang tabungan kami sudah menipis, ada beberapa pengeluaran yang tak terduga, dan kami berjanji untuk membantu ade kami yang masih kuliah. Saya belum bekerja waktu itu. Sebelum berangkat kerja kami berdoa bersama, menyerahkan kehidupan bahkan keuangan rumah tangga kami. Sejam berlalu dan saya ditelpon klo suami saya dapat berkat yang lumayan banyak. Dan Allah selalu menyatakan kebaikan-kebaikanNya. Tuhan memang luar biasa, menepati setiap janjiNya bagi anak-anakNya.

Sekian dulu update-an info dari saya..Ini ayat buat kalian-kalian :)

Mazmur 23 : 6  Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Minggu, 02 Desember 2012

Ibu Rumah Tangga? Ah ga populer :D

Saat ini klo nanya anak-anak cewek, apa cita-citamu jika udah besar nanti, bisa dipastikan tidak ada yang menjawab ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga sangat tidak populer saat ini dan juga bukan pilihan. Dijaman ini yang lebih populer adalah wanita karir, entah jadi dokter, model, manajer, sekretaris, dls

Suatu waktu, ada perbincangan antara aku dengan seorang Ibu
I  : Kerja apa kamu sekarang Well? 
A : Ga kerja, jadi ibu rumah tangga
I  : Kasian yah sekolah tinggi-tinggi kok malah jadi ibu rumah tangga

Hahahahaha, beneran pingin ketawa saat itu juga tapi ga enak aja. Pikirku, apa yang salah klo aku sekolah tinggi-tinggi dan jadi ibu rumah tangga? Memang rencananya aku akan bekerja lagi tapi aku menikmati setiap proses yang terjadi. Mengurus rumah, suami, memasak, dls adalah hal yang tidak mudah untukku, apalagi memasak tapi aku senang banged melakukannya. Dan semua ilmu yang kudapat di sekolah bisa digunakan untuk mendidik anak-anakku supaya jadi anak yang berguna dan tentunya jadi anak yang memuliakan Tuhan. Aku ga setuju klo dibilang ibu rumah tangga itu pekerjaan yang ecek-ecek, susah tau jadi ibu rumah tangga. Pekerjaan dikantor bisa aja langsung selesai tapi dirumah, pasti ada aja pekerjaan yang harus dilakukan. Jadi salut banged sama ibu-ibu rumah tangga apalagi yang punya anak dan mengatasi semuanya sendirian :)

Memasak untuk seluruh anggota keluarga : klo masak sendiri, kita bisa tau apa yang ada dalam makanan yang kita makan, air yang mana yang dipake, pake MSG apa enggak, sayurnya dicuci bersih apa enggak, dls. Intinya, makanannya terjamin bersih dan sehat terutama untuk anak-anak kita. 
Mendidik anak : jaman ini jaman edan. Anak yang udah kita ajar baik-baik aja bisa membangkang apalagi yang ga diajari. Pengaruh buruk dari lingkungan sekitar, sekolah, tontonan, internet akan sangat mempengaruhi anak-anak kita, karena itu keluarga harus berfungsi agar pengaruh keluarga tetap dapat menjaga anak-anak kita berada di jalan yang benar. 

Aku bersyukur punya teladan yang bisa dicontoh seperti Lia, Shinta, Kak Martha yang dengan sukacita dan penuh kasih melayani keluarganya masing-masing. Dengan sukacita dan penuh kasih lho yah, bukan keluhan dan omelan :)

Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan hanya manusia. BIS Kol 3 : 23
Jadi mo ngepel, nyuci, nyetrika, masak atau tugas apapun itu, lakukan sepenuh hati seperti untuk Tuhan. Suami senang dan Tuhan dimuliakan.

Jumat, 30 November 2012

Gimana rasanya jadi isteri??

Pertanyaan yang sering kudengar setelah menikah adalah "gimana rasanya jadi istri" ato "gimana rasanya setelah menikah"? Dan aku selalu bingung bagaimana atau apa jawaban yang tepat dari pertanyaan-pertanyaan itu..

Menjadi isteri dan ibu rumah tangga itu punya tantangan tersendiri. Sebelum menikah biasanya lebih memikirkan diri sendiri tapi setelah menikah harus memikirkan pasangan kita. Mungkin bagi yang single terasa agak berat tapi apabila dilakukan dengan sukacita dan penuh cinta, pasti sangat menyenangkan. Aku menikmati masa-masa ini. Memang kami telah lama banged saling kenal tapi penyesuaian tetap ada, kami dibesarkan dalam keluarga dan budaya yang berbeda jadi dibutuhkan penyesuaian. Biasanya pasangan-pasangan sering bertengkar karena masalah penyesuaian. Contohnya nih, aku orangnya rapi dan teratur. Semua barang yang diambil harus dikembalikan ke tempatnya lagi, sayangnya suamiku tidak. Ngambil barang trus digeletakin aja setelah dipake :D Tapi aku bersyukur punya suami yang fleksibel dan mau belajar. Apapun yang tidak sesuai dengan keinginanku, pasti diomongin baik-baik dengan alasan dan juga akibat yang ditimbulkan dan suamiku dengan penuh sukacita akan melakukan kesepakatan yang kita ambil bersama.

Bagiku pekerjaan yang terberat adalah menjadi ibu rumah tangga, hahahahaha.. Makanya salut banged sama ibu-ibu rumah tangga yang mengurus rumah & juga anaknya seorang diri tanpa pembantu. Awal-awal menikah, agak melelahkan sampe sempat ngeluh-ngeluh sama suami *dasarwelly*. Bersyukur selalu di dukung, diberi semangat bahkan pijitan klo aku capek, wkwkwkwkwk. Setelah menemukan ritme yang tepat, aku mulai menikmati melakukan semua pekerjaan rumah tangga bahkan memasak (yang tidak pernah aku lakukan dan tidak suka kulakukan). Apalagi lihat senyum suamiku klo pulang kantor, semua capekku terbayar, digantikan dengan sukacita :) Rumah dalam keadaan bersih serta makanan tersedia. 
Capcay
Buncis pake bakso
Hari sabtu dan minggu biasanya aku libur masak karena suamiku akan memasak bagi kami (suamiku pintar masak *bangga*) jadi aku bisa leha-leha..hehehehehe

Mezbah Keluarga. Setelah menikah kami punya mezbah keluarga, berdoa dan merenungkan Firman Tuhan bersama. Itu yang selalu menjadi kekuatan bagi kami untuk menjalani hari-hari hidup kami, saling mendukung dan menguatkan satu dengan yang lain. 
Salah satu kesukaan kami berdua pada saat melakukan perjalanan dengan sepeda motor adalah memuji dan menyembah Tuhan. Jadi sambil duduk diatas sepeda motor, kami bernyanyi disepanjang perjalanan kami, kami dikasih kekuatan baru sama Tuhan bahkan merasakan kasih Tuhan yang luar biasa dalam hidup kami.

Maz 112 : 1-3 Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya

Aku masih jauh banged dengan istri yang digambarkan dalam Amsal 31 tapi aku mau terus berproses menjadi semakin indah dimataNya. Perjalanan masih panjang, bersama Tuhan Yesus setiap musim dalam hidup akan kami lalui bersama dengan penuh sukacita untuk memuliakan nama Tuhan.

Jumat, 16 November 2012

10 things before 30

Postingan ini ada sebagai hasil ajakan Lia di blognya beberapa bulan yang lalu *udah basi sih tapi lebih baik telat asal selamat*. Sebenarnya ga pingin ingat-ingat klo beberapa tahun kedepan umurku jadi 30 tahun. Masih berasa muda (20an tahun) *masih belum terima* :P Sekarang aja masih ga suka klo dipanggil Ibu. Napa ga kakak atau mbak aja siiiiih. 

Dibanding tambah panjang mending kembali ke topik, 10 hal yang aku mau lakukan sebelum umur 30 :D

1. Belajar masak tiap hari

Sebelum menikah, aku ga pernah masuk dapur. Masih suka salah sama nama-nama bumbu dan sayuran *parah banged*. Aku ga suka masak karena aku ga suka makan :D. Berhubung bersambung aku sudah menikah jadi ya mau ga mau harus memasak, apalagi suamiku tercinta doyan makan. Puji Tuhan, karena sama-sama berasal dari ujung timur Indonesia, kami menyukai ikan. Aku ga terlalu doyan daging yang lain seperti ayam dan daging sapi. Jadinya klo tiap hari makan ikan, kami ga masalah. Sekarang udah lumayan bisa numis sayur, masak capcay ato sop macaroni. Belum expert banged tapi sudah lumayanlah. Selain menjadi penikmat masakanku, suamiku juga jurinya. Maklum, suamiku lebih jago masak. Hari sabtu ato minggu aku biasanya libur memasak karena ada suamiku tercinta yang memasak..wkwkwkwkwkwk 
 
2. Belajar bikin jajanan pasar
Ga doyan makan nasi tapi doyan banged makan jajanan pasar dan juga desert seperti puding. Udah beberapa kali bikin jajanan yang biasa dibuat mamaku pas aku masih kecil seperti panekuk, kue lumpur, dll. Rasanya biasanya enak tapi bentuknya yang belum cantik. Masih harus belajar.

3. Belajar bikin kue madona untuk natal
Pasti pada ga tau kue madona itu kaya apa. Klo orang Ambon sih pasti tau, soalnya ini selalu ada di acara-acara spesial kami. Aku ga tau kenapa itu kue bisa bernama madona tapi aku sukaaaa banged.

ini nih yang namanya kue madona

4. Belajar mengendarai sepeda motor dan mobil
Kemana-mana ga efektif klo naik angkot ato diantar kesana-kesini jadi harus belajar naik motor

5. Mau hamil :D
Karena udah menikah jadi boleh hamil dong yaaaak :D.Semoga sebelum umurku 30 aku udah hamil

6. Belajar bahasa inggris
Ngerasa bahasa inggrisku ga oke banged jadi harus banyak belajar. Ga ada kata terlambat, semangat!!!

7. Sekolah lagi
Rencananya tahun depan pingin kuliah lagi klo Tuhan mengijinkan.

8. Pingin bisa diving dan ke Raja Ampat.
Raja Ampat itu di Papua juga tapi aku belom pernah kesana. Diperkirakan ada 1.070 lebih spesies ikan ada di Kepulauan raja Ampat




9. Bisa punya rumah sendiri. 
Sekalipun sudah menikah, kami belum punya rumah sendiri. Semoga sebelum umur 30 sudah tercapai keinginan ini

10. Pingin bisa pelayanan lagi.
Rindu untuk pelayanan lagi. Maunya pelayanan anak-anak tapi liat aja dikasih kepercayaan dimana.

Ayo yang mau ikutan ato yang belum ikutan silahkan ditulis biar jadi reminder buat diri sendiri juga.


God bless you


Selasa, 20 Maret 2012

Langit biru pagi ini :)

Sudah beberapa hari belakangan ini langit selalu kelabu, hujan kadang turun membasahi bumi dan angin bertiup kencang. Gemuruh angin biasanya terdengar jelas dari lantai 4 tempatku bekerja. Stasiun-stasiun tv memberitakan tentang rumah rusak dan pohon tumbang karena cuaca yang cukup ekstrim ini.

Namun pagi ini berbeda dengan hari-hari kemarin. Langkah kakiku menuju kantor disambut oleh hangatnya mentari pagi, langit biru dan awan yang seputih salju. Ahhhh, hatiku meluap dengan sukacita dan ucapan syukur.

Langit hari ini mengingatkanku, seburuk apapun badai kehidupan yang kualami, akan selalu ada sinar mentari pengharapan yang cerah dalam hidupku. Mungkin ada hari-hari yang berat dalam hidupku, hari yang menurutku buruk tapi itu hanya hari bukan hidupku. Selalu ada harapan didalam Tuhan..

Makasih Tuhan buat langit biru pagi ini, aku beryukur dan bersukacita karenaMu..

TUHAN, betapa banyaknya karya-Mu bagi kami, ya TUHAN Allahku, Engkau tak ada taranya! Banyaklah rencana-Mu yang menakjubkan bagi kami, tak mungkin diceritakan semuanya. Mazmur 40:5 BIS

Kamis, 23 Februari 2012

Menjadi perusak generasi selanjutnya

Apa yang menjadi perusak generasi selanjutnya?? Bagiku jawabannya adalah rokok. Di Indonesia, kita bisa menemukan asap rokok dimana-mana. Dikantin waktu sarapan, di jalan waktu nunggu kendaraan umum, di stasiun waktu nunggu kereta, bahkan didalam angkutan umum dan restoran pun ada asap rokok. Entah mengapa, asap rokok selalu mengundang rasa sakit kepala yang tak tertahankan olehku. Aku ga bisa dekat-dekat dengan asap rokok dan itu sungguh sangat menyiksa diriku.

Jaman ini yang menjadi perokok bukan hanya pria dewasa dan berduit tapi bahkan anak umur 5 tahun, para wanita dan gelandangan di jalan pun merokok. Miriiiiis banged. Duit buat makan ga ada, tapi buat beli rokok ada. Masih pake baju seragam tapi udah kaya kereta api aja, ga pernah berenti merokok. Itulah realita yang kulihat tiap-tiap hari dan membuatku sedih. Apa jadinya generasiku saat ini?? Pada usia sangat belia sudah mengenal rokok. Usia-usia dimana anak-anak belum bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk. Pada saat menyadari bahaya merokok, mereka sudah terlalu kecanduan dan tidak bisa lepas lagi. Kasian
Ada banyak alasan juga dari para pencandu rokok. Salah satunya, mana akibat merokok?? Aku sehat-sehat aja tuh. Bahkan orang tuaku yang perokok juga masih sehat hingga usia lanjut. Ya, mungkin saat ini kita belum melihat akibatnya, tapi anak-anak kita mungkin yang akan mengalaminya. Kita menjadi penyumbang sel-sel kanker bagi anak-anak kita.

Let's save our future generations from the cycle of nicotine addiction

Liat video ini deh, betapa mirisnya generasi ini..




Selasa, 01 November 2011

Petir oh Petir

Mengakhiri bulan Oktober dan memasuki bulan November, Depok selalu diguyur hujan lebat. Bukan hanya hujannya aja yang lebat, angin sama petirnya juga sama hebohnya. Berhubung kantor gw di lantai 4 dan disekelilingnya banyak pohon, kadang bisa denger suara angin yang menderu-deru.

Hujan biasanya turun setelah jam 3 sore, karena aku pulang kantornya jam4, biasanya ketahan tuh sama si ujan :P. Bukan hanya karena hujannya yang lebat tapi karena petirnya yang maha dahsyat *lebay*. Tapi beneran lho, dibanding sama petir di Ambon dan Surabaya, petir di Depok itu sangat mengerikan. Aku sampe pernah ngeliat bentuk petir yang z z itu, sampe di jalan gitu..hwaaaaaaaa

Dan ternyata juga petir berarus terbesar ada di Depok >.<. Sebuah majalah ‘Intisari’ pernah mengungkapkan bahwa petir berarus listrik terbesar terdapat di Indonesia, tepatnya di daerah Depok. Penelitian yang disponsori PLN Cabang Depok, pada bulan April, Mei dan Juni 2002, dengan menggunakan teknologi lighting position and tracking system (LPATS), itu untuk mengenali perilaku petir di wilayah kota di selatan Jakarta. Tak disangka, para peneliti mendapati arus petir negatif berkekuatan 379,2 kA (kilo Ampere) dan petir positif mencapai 441,1 kA.

Dengan kekuatan arus sebesar itu, petir mampu meratakan bangunan gedung yang terbuat dari beton sekalipun. Selama ini, Indonesia memang dikenal sebagai negara dengan sambaran petir cukup tinggi. Kondisi meteorologis Indonesia memang sangat ideal bagi terciptanya petir. Tiga syarat pembentukan petir – udara naik, kelembaban, dan partikel bebas atau aerosol – terpenuhi dengan baik di Indonesia sebagai negara maritim. (sumber : http://www.scribd.com/doc/11549380/Situs-Pengetahuan).

Syukurnya, sekalipun petirnya dashyat tapi aku belum pernah dengar orang disekelilingku (yang di Depok) yang punya pengalaman tersambar petir dan sejenisnya.

Demikian curhatku sore ini :P

Kamis, 08 September 2011

Berubah, hasilkanlah buah

Beberapa hari yang lalu aku menyempatkan diri untuk mendengar beberapa khotbah yang linknya ada di blognya Lia. Dan ada banyak hal yang Tuhan ingatkan dalam hidupku.

Sejak kecil aku hidup dilingkungan Kristen, hampir semua teman-temanku Kristen. Namun beberapa tahun belakangan ini, aku banyak mengenal dan bergaul dengan teman-teman yang tidak seiman denganku dan aku merasa agak miris dengan penilaian mereka tentang Kekristenan. Mereka berpikir bahwa Kekristenan itu mengijinkan orang untuk “kumpul kebo”, melakukan seks sebelum menikah, hidup bebas semau-maunya, pacaran ala film Hollywood, memakai pakaian yang kurang bahan, dls. Mengapa mereka berpikir demikian? Mereka berkesimpulan seperti itu karena mereka melihat orang-orang Kristen disekeliling mereka hidup seperti itu.

Ternyata kita tak mampu membuat perbedaan. Kita berbicara dengan kata-kata yang sama dengan orang-orang yang tidak mengenal Allah, sumpah serapah dan kata makian menjadi bagian hidup kita setiap hari, kita berpakaian dengan mempertontonkan bagian-bagian tubuh yang akan menimbulkan nafsu saudara lelaki kita, serta perbuatan kita tidak mencerminkan Kristus.

Matius 7 : 17 menyatakan. Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 20. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Buah apakah yang dihasilkan dari setiap hidup kita?
Klo ditanya apakah sudah menerima Yesus sebagai Tuhan, jawabnya pasti dong. Benarkah?? Apakah hanya dengan mengaku percaya kepada Yesus saja kita akan dapat tiket masuk sorga? How do you trully know you are saved? Sebuah tanda tanya besar akan muncul apabila kita mengaku bahwa kita sudah bertobat, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat namun cara hidup kita tetap sama dengan dunia ini.

You know you have been saved because your life is in a process of being changed, and your style of life is one of walking in the paths of God's truth and when you step off those paths in disobedience, as we all do, God comes for you and puts you back on the path... God will make a difference in your life - Paul Washer -

Kelahiran kembali tanpa perubahan bukanlah kelahiran kembali. Pertobatan tanpa perubahan bukanlah pertobatan. Bukan berarti kita akan langsung sempurna dan tidak melakukan dosa sama sekali TAPI harus ada perubahan yang nyata dari cara hidup kita.

Matius 3 : 8 menyatakan “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan”.

Perubahan itu dimulai dari diri sendiri. Buatlah komitmen untuk setiap hal yang kita rindu Tuhan ubahkan dalam hidup kita. Apakah berhenti disitu saja?? Tidak. Ambillah tindakan. Keinginan tanpa tindakan tidak akan menghasilkan apa-apa. Perubahan selalu tidak mudah, karena itu mintalah kekuatan dan anugerah dari Tuhan.

Seharusnya kerinduan terbesar kita ketika kita mengenal Yesus secara pribadi, ketika Yesus Kristus menjadi fokus dan hasrat dalam hidup kita adalah menyenangkan hatiNya. Jika kita benar-benar mengasihiNya, kita akan mampu berkata seperti pemazmur Daud, “Aku suka melakukan kehendakMu, ya Allah” (Mazmur 40:9).

Lebih dari 2 tahun ini, aku tinggal sekamar dengan adeku Lidya, setiap hari kami bertemu, berbicara dan berinteraksi satu dengan yang lain. Apa yang dihasilkan dari hubungan kami? Kami akan semakin mirip satu dengan yang lain, cara berbicara kami, pilihan-pilihan pakaian kami, cara berpikir kami akan saling mempengaruhi.

Hubungan yang dekat dengan seseorang akan membawa perubahan dalam hidup kita. Apalagi kalo kita memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan?? Hidup kita pasti berubah. Itu pasti. Kita akan semakin mengerti apa yang Tuhan rindukan dalam hidup kita dan kerinduan terbesar kita adalah menyenangkan hati Tuhan, kita akan dibawa mengerti bagaimana cara menyenangkan hati-Nya dalam setiap hal yang kita lakukan baik melalui kata-kata yang kita ucapkan, perilaku kita, cara kita berpacaran, cara kita berpakaian, cara kita bergaul dan lain sebagainya.

Kita masih melakukan kesalahan TAPI kita akan semakin peka terhadap kehendakNya, kita akan berpikir berkali-kali untuk melakukan hal yang menyakiti hati Tuhan apalagi berkubang dalam dosa. Dan Tuhan akan selalu mengingatkan kita jika kita sudah melakukan kesalahan atau tidak taat kepadaNya. Dia punya banyak cara untuk mengingatkan kita baik melalui FirmanNya, hamba-hamba Tuhan, orang-orang disekeliling kita, orang tua kita, sahabat-sahabat dan saudara-saudara kita dalam Tuhan. The person who loves you most will tell you the most truth.

Saat ini aku diingatkan lagi sama Tuhan tentang hidup mengasihiNya. Hmm, Tuhan Yesus memang luar biasa dalam hidupku. Sampai hari ini pun aku terus belajar untuk mengasihi Tuhan, menyenangkan hatiNya selalu. Aku kadang gagal tapi aku mau memastikan diriku untuk terus maju, berlari-lari kepada tujuanku yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Rabu, 10 Agustus 2011

Ingin mengeluh??

Dan kuputuskan bahwa tema minggu ini adalah.....B E R S Y U K U R....

Selama bulan puasa kantin di kantorku tutup jadi aku harus menempuh perjalanan yang cukup jauh hanya untuk makan siang, dan karena itu pula aku sering ga keluar untuk makan siang tapi membawa buah-buahan dan roti untuk makan siangku.

Disuatu siang yang udaranya sangaaaaat panas (agak lebay kali yah), aku memutuskan untuk makan diluar karena kepalaku sudah berdenyut-denyut (perutku membutuhkan nasi). Dengan diantarkan salah seorang teman kantorku aku menuju Depok Town Square (kantorku deket situ) untuk makan, aku memilih salah satu restoran dan memesan nasi goreng. Setelah pesananku datang ternyata nasinya agak lembek dan sangat berminyak. Aku bisa liat minyak dimana-mana *sigh*, padahal aku laper banged dan sakit kepala, rasanya pingin ngamuk-ngamuk sama mbak2nya itu. Masa nasi goreng dari restoran, berminyak gini? Liatnya aja udah ga napsu. Napsu makan hilang melayang entah kemana :( . Nasi goreng yang dijual sama abang2 dekat kosanku terlihat jauuuuuh lebih menarik dari ini *argghhhhh..Udah gitu makannya sendirian pula. Otak dan hatiku udah mulai berkecamuk, badmood, pingin mengeluh.

Setidaknya aku punya 4 alasan untuk mengeluh :
1. Hari ini panas beeeeeeeeeeuuuuuud
2. Haduuuuuh, ini kepala pake sakit pula
3. Yah ampun mbak, nasi goreng apa nasi minyaaaak ini :(
4. Makan sendirian emang ga oke bangeddddd

Hwaaaaaaaaaaa, tiba2 muncullah cerita Ayub dalam pikiranku (Bulan ini pembacaan Alkitab di gerejaku dari kitab Ayub)

Luar biasa hidup orang ini. Dalam sehari Ayub kehilangan :
- 7 anak lelaki
- 3 anak perempuan
- 7000 ekor kambing domba
- 3000 tiga ribu ekor unta
- 500 pasang lembu
- 500 keledai betina

Lihat dia orang yang kaya raya, bahkan disebutkan dalam Alkitab "orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur". Tetapi dalam sehari dia kehilangan semua harta benda miliknya dan bahkan anak-anak yang dikasihinya. Dia menjadi miskin seketika.

Tapi yang luar biasa adalah respon Ayub terhadap semua yang terjadi. Apakah Ayub mengeluh ketika semua itu terjadi?? TIDAK!!! Yang dikatakan Ayub tercatat dalam Ayub 1 : 21 yaitu "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"

Ayub menyadari bahwa semua yang dia miliki termasuk anak-anaknya adalah milik Tuhan dan Tuhan berhak mengambilnya kapan saja Tuhan mau. Iman Ayub tidak tergantung dari harta bendanya, tidak tergantung dari semua pemberian Tuhan. Sungguh iman yang luar biasa.

Respon Ayub sungguh luar biasa ketika menghadapi kenyataan hidup yang pahit. Aku ga sampe menghadapi kenyataan pahit seperti itu. Aku cuma mengalami hal-hal biasa dalam hidupku tapi tetap ingin mengeluh. ckckckckckck

Sesaat setelah itu aku memutuskan untuk mengucapkan dan mengingatkan diriku untuk menghitung begitu banyak berkat Tuhan dalam hidupku dan tidak menghancurkan sisa hariku dengan keluhan dan badmood. Ampuni aku Tuhan dan ajar aku untuk bersyukur setiap waktu. Seperti kata temanku Faith Loen : Bersyukur itu absolut untuk segala situasi, kondisi, waktu dan tempat :D.

Pas pulang kantor keesokan harinya aku mendapat pesan di group bbm begini :

Yang punya i-phone merasa blackberry lebih efisien
Yang punya blackberry merasa i-phone lebih canggih dan keren
Yang punya Accord merasa Camry lebih sporty
Yang punya Camry merasa Accord lebih gagah
Yang tinggal di gunung merindukan pantai
Yang tinggal di pantai merindukan gunung
Di musim kemarau merindukan musim hujan
Di musim hujan merindukan musim kemarau
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam
Dia dirumah merindukan bepergian
Setelah bepergian merindukan rumah
Ketika jadi karyawan ingin menjadi Enterpreneur supaya bisa mengatur jam kerja sendiri
Begitu jadi Enterpreneur ingin jadi karyawan biar ga pusing
Waktu tenang, mencari keramaian
Waktu ramai, mencari ketenangan
Saat masih single pingin cepat menikah biar ga kesepian
Begitu menikah, merindukan waktu sendirian tanpa diganggu

Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki. Namun setelah dimiliki tak indah lagi. Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalai kita hanya selalu memikirkan apa yang belum kita miliki dan mengabaikan apa yang sudah kita miliki?

Ayooo bersykuuuuuuur


Senin, 01 Agustus 2011

Diserempet oh Diserempet

Setiap hari kerja, aku harus menyebrangi jalan yang cukup lebar dan ramai di Depok. Karena banyak alasan terutama mengejar waktu kekantor atau tempat tujuan mereka masing-masing, para pengguna jalan menjadi tidak sabar. Semuanya pingin ngebut dan cepat sampai. Di kota ini waktu sangatlah berharga karena kemacetan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.
Alhasil, kami para pejalan kaki terutama yang akan menyebrang jalan sering diserempet. Sering juga terjadi kecelakaan di tempat aku menyebrang itu. Kadang aku takut klo menyebrang sendirian, apalagi klo jalanan lancar jaya, semua orang berlomba-lomba memacu kendaraannya dengan cepat tanpa mau kompromi dengan kami para pejalan kaki, terutama kendaraan roda dua *hadeh* (hasil beberapa kali mau diserempet sepeda motor).


Ketika aku sedang berdiri di tengah antara lajur kanan dan kiri, aku sering berpikir “Tuhan, salah melangkah aja nih, aku bisa mati. Wong sepeda motor dijalanan dipacu seperti orang lagi kesetanan” Jakarta oh Jakarta (padahal tinggal di Depok yah, hihihihi)

Hal ini mengingatkan aku bahwa, jika aku bisa hidup, sehat dan selamat itu karena Tuhan yang senantiasa melindungiku. Setiap hari, setiap waktu, sadar ataupun tidak, aku senantiasa dilindungi Tuhan. Bahkan berkali-kali hampir diserempet sepeda motor tapi aku tau bahkan rambut dikepalaku tak akan jatuh jika Tuhan tak mengijinkan hal itu terjadi.

Dalam Mazmur 91 : 7 dinyatakan “walau seribu orang rebah disisimu, dan sepuluh ribu disebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu”
Ayat 9 “Sebab Tuhan ialah tempat perlindunganmu, yang Mahatinggi telah kau buat tempat perteduhanmu”
Ayat 11 “sebab malaikat-malaikatNya akan diperintahkanNya kepadamu untuk menjaga engkau disegala jalanmu”

Lihat ayat diatas, bahkan malaikat-malaikatNya diperintahkan untuk menjaga kita. Aku percaya bahwa Tuhan akan selalu menjagaku disetiap langkahku tapi bukan berarti aku dengan ceroboh menyebrang atau melakukan hal-hal konyol yah. Ayo teman bersyukurlah untuk perlindungan yang diberikan Tuhan setiap waktu, perlindunganNya yang sempurna. Percayalah, DIA memegang kendali atas hidup kita

Rabu, 27 Juli 2011

Kupu-Kupu

Seperti biasa, berangkat kantor dengan agak tergesa-gesa
Waktu sudah menunjukan pukul 7 lebih 40 menit
Ku buka pintu kamar dan memakai sepatu dengan cepat
Mataku langsung tertuju pada seekor kupu-kupu
Kupu-kupu itu ukurannya cukup besar dan berwarna coklat
Tak terganggu oleh kehadiranku
Kupu-kupu itu tetap saja diam dengan tenangnya disitu


Suatu pemandangan yang aneh buatku
Pemandangan yang membuatku tersenyum pagi ini
Aku langsung mengupdate twitter n status bbmku
Perasaanku senang melihat kupu-kupu itu

Tak lama berselang
Ada bbm yang masuk
Sambil berjalan terburu-buru
Aku mengecek siapa yang mengirimkan bbm
Ternyata bbm dari pacarku

Katanya : "semalam aku yang minta supaya ada kupu-kupu dikosan mu"
Hehehehehehehe, aku jadi semakin lucu dan tertawa dalam hati
Ada-ada aja pacarku ini :D
Aku tau tidak ada yang kebetulan
Aku tidak tau apakah memang benar itu adalah kupu-kupu yang dikirimkan Tuhan karena permintaan pacarku
Tapi aku bersyukur buat semua yang terjadi pagi ini



Aku bisa saja tak melihat kupu-kupu itu
Kupu-kupu itu bahkan harus melalui pintu gerbang yang tinggi untuk sampai kedepan kamarku

Tuhan terima kasih buat hari baru yang Kau beri
Terima kasih buat kupu-kupu yang memberi semangat untukku
Terima kasih buat orang-orang yang selalu mengasihiku
Dan ajarku untuk terus mengasihiMu
Menyadari bahwa Engkau memegang kendali atas hidupku