Tampilkan postingan dengan label my Jesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my Jesus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Agustus 2012

Aku tak pernah patah hati :P

Setelah lama ga pernah mengunjungi blog teman-teman, akhirnya kemarin kesampaian juga. Banyak cerita yang telah aku lewatkan, salah satunya cerita Anggit tentang patah hati, bisa dibaca disini. Selain Anggit, ada juga beberapa teman bloger yang punya cerita tentang "patah hati".

Seperti judul postinganku ini, aku tak pernah patah hati..hehehehehe (sombong amat yaaak :D) Emang aku pernah beberapa kali pacaran tapi karena ga pernah serius jadinya saat putus sih sedih tapi ga sampai parah gitu.

Setelah membaca tulisan-tulisan para bloger yang kisah cintanya kandas ditengah jalan dan membuat hati mereka patah berkeping-keping (bahasanya lebay banged dah, hehehehe), aku bersyukur. Lha kok malah bersyukur orang patah hati? Iya, karena melalui proses yang menyakitkan itu kita bisa semakin mengenal dan mengasihi Tuhan. Seperti kata-katanya Ayub setelah mengalami berbagai macam ujian dalam hidupnya  "Hanya dari  kata orang saja aku mengenal tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau".

Bahkan yang lebih luar biasa lagi, kita dapat bersaksi bahwa semua merupakan kebaikan dan anugerah Tuhan sehingga Tuhan memproses kita untuk semakin mengenalNya. Seperti kata Rasul Paulus dalam Filipi 3: 8 : " Malahan segala sesuatu kuanggap rugi karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku lebih mulia dari pada semuanya itu, dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus".

Aku sendiri lebih banyak diproses Tuhan melalui keluargaku. Aku dibawa sampai di titik aku harus berkata "aku tidak dapat berharap kepada siapapun, selain kepada Tuhan, hanya Yesus yang aku miliki"  Bahkan keluarga dan orang-orang terdekatku tidak dapat membantu. Di titik inilah Tuhan Yesus dengan leluasa mengerjakan bagian-bagian hidup kita yang harus diubahkan. Di titik inilah kita mengalami Tuhan dengan luar biasa. Di titik kita berserah sama Tuhan, di titik kita tidak dapat mengandalkan manusia, harta, atau kemampuan yang kita miliki, di titik inilah hidup kita diubahkan untuk semakin mengenalnya.

Cara Tuhan memproses kita berbeda-beda, ada yang melalui kisah cinta, ada yang melalui keluarga, ada yang melalui studi, atau bisa juga melalui pekerjaan. Satu hal yang pasti tujuan Allah supaya kita semakin serupa dengan Kristus dan berdampak untuk semakin banyak orang.

Perjalanan masih panjang, selama kita masih di bumi, berarti setiap hari kita akan terus di proses, jadi teruslah berserah agar Penjunan kita yang mulia dapat terus mengerjakan hidup kita menjadi semakin indah di mataNYA.

Senin, 30 Januari 2012

Tak Pasti

Semua kita tak bisa meramalkan masa depan, aku juga. Banyak ketidakpastian menghadang langkahku.

Pindah ke tempat baru
Suasana baru
Bertemu orang yang belum pernah kutemui sebelumnya
Jauh dari orang-orang terdekatku
Pindah tempat bekerja dan mungkin tidak bekerja untuk sementara waktu
Banyak hal yang harus diurus mengenai BIG DAY yang menguras pikiran dan kantong juga
Banyak hal yang akan berubah
Semakin banyak hal yang tidak pasti

Sebenarnya aku tak bersahabat dengan perubahan. Aku tidak terlalu menyukainya. Tergoda untuk khawatir, TAPI kutau siapa yang kupercayai. Kutau siapa yang memimpin langkahku. Tulisan-tulisan ini akan membuktikan bahwa 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun bahkan klo diijinkan Tuhan 50 tahun lagi, Dia tetap sama. Allah yang dapat dipercaya

Rabu, 28 Desember 2011

Kemuliaan

Aku mau share khotbah pas tanggal 25 Desember kemarin. Yang khotbah Pdt Gani Wiyono tapi aku lupa nyatet, hasilnya aku mengandalkan ingatanku :)

Klo mendengar kata kemuliaan, kira-kira apa yang terlintas dibenak kita?? Harta kekayaan, popularitas dan jabatan bukan?? Namun coba kita lihat apa yang Alkitab katakan.

1. Kerendahan Hati

Yohanes 1 : 14 mengatakan Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Natal sering diidentikan dengan hura-hura, pesta pora, sukacita, dls. Benar, ada sukcita ketika menyambut Natal tetapi taukah kita bahwa Yesus datang dalam kesederhanaan?? Allah turun menjadi manusia. Raja segala raja, pencipta langit dan bumi datang kedalam dunia. Ini menyatakan kerendahan hati yang luar biasa. DIA, penguasa bumi ini memilih kandang domba agar orang yang dianggap paling hina sekalipun dapat dirangkulnya.

Penguasa di dunia ini saja klo mengunjungi sebuah negara, pasti membawa berbagai perlengkapan. Ingat kunjungan Obama ke Indonesia kemarin?? Kantorku aja ampe libur 2 hari :P. Pada saat kedatangan Obama, pihak keamanan US bersiaga dengan beberapa helikopter, tank, sejumlah instrumen berteknologi tinggi serta 4 unit mobil khusus anti peluru spesial buat presiden Obama. Didatangkan langsung dari US. Gile ga tuh?? Biaya kunjungannya aja bisa mencapai Rp. 18M per hari..Catet per hari *gubraks*.

Beberapa hari lalu, ada berita yang cukup menarik perhatian banyak orang yaitu Menteri BUMN, Dahlan Iskan naik commuter line & ojek ke Istana Bogor untuk menghadiri rapat kabinet. Orang-orang selalu menyukai kerendahan hati.

Bagi Yesus kemuliaan berarti datang kedalam dunia sebagai manusia, bahkan dianggap hina demi untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Teladan yang luar biasa bagi kita.

Salah satu contoh lain teladan kerendahan hati yaitu Bunda Theresa yang meninggalkan semua kenyamanan hidupnya dan pindah ke Kalkuta, India, pada tahun 1950. Selama lebih dari 45 tahun, ia melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat. Karena pelayanannya yang luar biasa ini, Bunda Theresa dianugerahi Nobel Perdamaian pada tahun 1979. Ia dikagumi banyak orang, bahkan setelah meninggal pun Bunda Theresa masih dikenang :)

"Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;" (Matius 20:26a-27). Maukah kita? Bukankah banyak orang mau melayani dengan harapan makin dikenal orang dan dihormati?

2. Kelemahan

Ada banyak cerita dalam Alkitab yang menyatakan kemuliaan Allah lewat kelemahan-kelemahan manusia.

Salah satunya orang buta yang disembuhkan. Dalam Yohanes 9 diceritakan seorang buta yang disembuhkan. Murid-murid Yesus bertanya mengapa dia dilahirkan buta, apakah karena orang tua atau dirinya berdosa??
Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia".

Sedangkan dalam Yoh 11 diceritakan tentang kebangkitan Lazarus. Lazarus sudah mati namun Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan. Ya, Lazarus yang sudah mati 4 hari dibangkitkan Tuhan supaya kemuliaan Tuhan dinyatakan.

Tau yang namanya Nick Vujijic, aku udah baca bukunya..Hidupku benar-benar termotivasi oleh dirinya. Ga punya tangan dan tungkai tapi mampu menaklukan dunia. Lewat setiap kelemahannya, dia menyatakan kemuliaan Allah. Banyak hal yang dia bisa lakukan dan aku tidak. Dia bisa main golf, berselancar, main skateboard, jago berenang, dls tapi aku ga bisa. Coba cek blognya deh disini, pasti terinspirasi. Aku mau nulis tentang dia tapi nanti yah :P


Benar kata Tuhan : Dalam kelemahan, kuasaNya sempurna. Serahkan setiap kelemahan kita untuk dipakai menjadi kemuliaan nama Tuhan :)

Goodbye 2011, welcome 2012

Time flies so fast. Isn't it? Tinggal beberapa hari lagi kita akan meninggalkan tahun 2011. Menjelang berakhirnya tahun ini, aku banyak merenung, mengingat setiap moment-moment yang kulewati sepanjang tahun ini...

Bagiku berakhirnya tahun ini berarti :

Setahun lagi penyertaan Tuhan yang sempurna dinyatakan dalam hidupku
Ucapan syukur yang berlimpah-limpah karena kebaikan Tuhan
Anugerah Tuhan yang luar biasa disepanjang tahun ini. Aku berulang kali gagal dan membuat kesalahan tapi anugerah dan cintaNya tak pernah berakhir. Aku belajar

2011 :
Kenangan manis, pahit, penuh air mata, penuh sukacita, kemenangan, kegagalan, bahkan proses menyakitkan yang mendatangkan kebaikan dalam hidupku, menjadikanku kuat dan bertumbuh dalam imanku
Bertemu orang baru juga mengalami perpisahan
Pernikahan bahkan kematian ada ditahun ini

Datangnya tahun 2012 berarti :
Aku melangkah dalam iman karena Allah besertaku
Sebuah misteri tapi aku tak perlu khawatir apa yang akan terjadi nanti karena DIA setia
Aku terus belajar untuk mendengar dan taat melakukan kehendakNya
Aku butuh hikmat Tuhan. Banyak keputusan-keputusan penting yang harus kuambil yang akan mengubah jalan hidupku.

Untuk semua yang telah terjadi, aku mengucap syukur padaMu Tuhan dan untuk semua yang akan terjadi, aku berserah kepadaMu Tuhan. Kau tau yang terbaik karena itu aku mempercayakan hidupku padaMu. All i need is YOU, Lord

Jangan lewatkan tahun 2011 ini tanpa merefleksikan hidup kita, merenungkan setiap kebaikan Tuhan dan setiap pencapaian di tahun 2012.

Selamat menyambut Tahun Baru 2012 :)


Senin, 12 Desember 2011

Christmas is in the air

Bulan Desember telah tiba. Dimall-mall, lagu Natal bersenandung dan hiasan-hiasan Natal bertebaran dimana-mana. Selalu ada sukacita tersendiri menyambut hari Natal bagi setiap umat Kristiani termasuk aku.

Memang di Alkitab tidak ada tertulis bahwa kelahiran Tuhan Yesus itu tanggal 25 Desember, bahkan tidak ada keharusan untuk merayakan kelahiran Tuhan Yesus tapi aku tidak mau membahas hal-hal seperti itu disini.

Aku lahir dan dibesarkan di kota kecil yang jumlah penduduk Kristennya lumayan banyak, jadi ada banyak tradisi yang dilakukan untuk menyambut hari Natal. Suasana Perayaan Natal di Ambon kerasa beda banged dibandingkan dengan kota-kota di Jawa pada umumnya.

Semua orang mulai menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas. Mulai dari nge-cat rumah (bau cat ada dimana-mana :P), buat Kue Natal (bau kue juga dimana2 :D), belanja baju dkk, masangin pohon Natal dan bahkan lampu-lampu Natal (diluar rumah juga lho). Klo datang ke Ambon pas deket-deket Natal gini, pasti bisa menemukan pohon Natal dan juga lampu2 dimana-mana (terutama di dataran tinggi).

Setiap tanggal 5 Desember, ada acara yang dibuat untuk anak-anak yaitu Sinterklas datang dan mengunjungi rumah-rumah yang ada anak kecilnya (dengan persetujuan ortunya dulu tentunya). Waktu aku kecil, aku takut banged klo Sinterklas datang ke rumah karena akan ada Piet Itemnya juga yang bawa karung dan sapu lidi. Anak yang nakal, akan ditakut-takutin (kasian juga sih). Setelah itu pasti dikasih hadiah juga sih sama Sinterklasnya. Seingatku sampe kelas 6 SD, aku masih lari klo ada ntu acara (hehehehehehe, dasar penakut)

Tanggal 24 Desember setelah Ibadah di gereja, setiap keluarga akan berdoa bersama di rumah masing-masing sekitar jam 10 malam. Pas dijam 12 malam, kembang api akan memenuhi langit di kota Ambon dan bisa berlanjut sampe jam 3 pagi. Sambil menikmati kembang api dimalam hari, kita biasanya saling mengunjungi rumah-rumah tetangga untuk salam-salaman. Anak-anak muda biasanya turun dijalan-jalan dan melakukan pawai keliling kota. Suasana kota Ambon saat itu pasti rameeee banged.

Besok harinya, kita akan mengunjungi rumah oma, opa, om, tante, saudara, dan teman-teman tentunya. Pokoknya seru banged deh ketemu sama keluarga besar juga teman-teman semua :)

Namun sayangnya, tradisi Natal itu sendiri tidak dimaknai dengan benar. Natal lebih dimaknai sebagai perayaan dan pesta pora. Ada anak-anak muda yang mabuk-mabukan bahkan sambil mengendarai kendaraan bermotor sehingga angka kecelakaan lalu lintas pada saat Natal dan Tahun Baru lebih tinggi dari hari-hari biasa.
Selain itu klo mau lihat penampilan terbaik dari masyarakat kota Ambon, lihatlah pada saat mereka pergi ke gereja pada waktu Natal. Mulai dari baju, spatu, tas, semuanya pasti baru. All out banged, wkwkwkwkwkwkwk. Sayangnya, penampilan mereka tak diimbangi dengan sikap hati yang all out juga.

Aku suka dengan suasana Natal di kota Ambon, suasana kekeluargaan dan juga sukacitanya tapi harus selalu kita sadari bahwa tujuan Perayaan Natal yaitu untuk mengingatkan kita bahwa Yesus yang adalah Tuhan rela datang kedunia sebagai manusia. Pusat penyembahan dan hati kita seharusnya tertuju kepadaNya.

Lebih dari sekedar baju baru, sepatu baru serta rumah yang bersih dan rapi, apakah hati kita juga sudah diperbaharui?? Apakah pada saat Natal tiba, kita lebih memikirkan tentang baju, spatu, dan hal-hal lahiriah lainnya, lebih dari hati kita yang diperbaharui dan komitmen-komitmen kita kepada Allah??

Pohon Natal juga bukan sebuah keharusan pada saat Natal tapi pohon Natal merupakan simbol yang seharusnya mengingatkan kita agar kehidupan rohani kita terus bertumbuh dan menjadi saksi yang indah bagi orang lain. Pohon Natal (cemara) ini juga melambangkan "hidup kekal", sebab pada umumnya dimusim salju semua pohon rontok daunnya kecuali pohon cemara yang selalu hijau daunnya.

Seperti lampu-lampu Natal yang indah yang menerangi kegelapan, demikianlah juga kita dipanggil untuk menjadi terang ditengah-tengah kegelapan. Selamat menyambut Natal teman dan terus jadi terang bagi banyak orang :)

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. Mat 5 : 16


Minggu, 20 November 2011

Semua Karena Cinta

Hasil membongkar-bongkar diary waktu awal kuliah adalah ditemukannya beberapa puisi. Puisi pertama yang ingin kuposting diblog ini judulnya :

Semua Karena Cinta

Hari ini cinta kembali memberiku pelajaran berharga
Ketika melihat seorang gadis rela membuang harga dirinya
Dan memutuskan untuk mengejar pujaan hatinya
Aku bilang itu sebuah kebodohan tetapi menurutnya itu pengorbanan
Ketika ia memutuskan untuk mengikutinya kemanapun pria itu pergi
Aku menganggap itu sebagai buang-buang waktu
Tetapi menurutnya itu bagian dari misinya merebut perhatian pria tersebut
Lalu aku berpaling pada orang disekelilingku
Orang-orang yang tidak sedang dilanda asmara seperti wanita itu
Dan ini yang kutemukan...
Beberapa orang acuh tak acuh berjalan tak peduli
Beberapa orang lagi datang dan mengajaknya berbicara
Sisanya lagi lebih senang untuk menertawakannya
Entah mengapa tiba-tiba hatiku tersentak melihat kejadian itu

Aku jadi teringat pada cinta Tuhanku
Ketika Ia rela membuang harga diriNya dan mulai mengejar kita
Dulu kita bilang itu kebodohan
Tetapi menurutNya itu pengorbanan
Ketika Ia memutuskan untuk mengikuti kita kemanapun kita pergi
Kita menganggap itu sebagai buang-buang waktu
Tetapi menurutnya itu bagian dari misi untuk merebut perhatian kita
Sampai akhirnya suatu hari kita sadar mengapa Ia tetap melakukannya
Sekalipun kita mengacuhkanNya
Ia sedang jatuh cinta dengan kita
Ia sedang dilanda cinta
Itu alasannya!!!


Baca puisi ini jadi terharu dan merenungkan betapa besar kasih Tuhan dalam hidupku. Saat kita tetap mengasihi orang yang mengecewakan kita, saat kita tetap setia terhadap orang yang mungkin menyakiti kita, kita dapat merasakan sedikit saja, apa yang Tuhan perbuat bagi kita. Mengasihi penipu, pembohong atau orang yang melukai hati kita, itu juga yang telah diperbuat Allah. Allah adalah teladan bagi kita. Allah meminta kita untuk melakukan tindakan yang sama, menjadi contoh kasih dan kesetiaan. Mungkin ada orang-orang diluar sana yang dapat mengenal kasih Allah lewat setiap tindakan kita :)

Jumat, 28 Oktober 2011

Belajar dari Abraham

Postingan ini berisi poin-poin dari khotbah yang kudengar di gereja beberapa bulan lalu. Karena khotbahnya memberkatiku maka ingin ku-share juga nih :)

Judul khotbahnya : Menerima Pilihan Mengambil Kesempatan

Dari banyak pilihan yang diperhadapkan dalam hidupnya, ini adalah 3 pilihan dari berbagai macam pilihan yang dihadapi Abraham :

1. Berdiam dalam kenyamanan hidup atau berjalan dalam ketidakpastian hidup yang berujung pada menjadi berkat bagi sesama.

Seperti kita tahu, Abraham memilih untuk meninggalkan rumah dan semua kenyamanannya di Haran untuk taat kepada perintah Allah. Ia tidak tau kemana ia akan pergi tapi Ia taat kepada Tuhan. Dia menyerahkan semua kenyamanan hidupnya dan tunduk kepada Allah. Meninggalkan sanak saudara dan juga rumahnya.

Dalam Kejadian 12 : 1 dinyatakan Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

Ibrani 11 : 8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Aku beberapa kali harus meninggalkan tempat tinggalku dan pindah ke daerah yang baru. Pertama pindah dari Ambon (17tahun disini) ke Surabaya (4tahun) dan ke Depok (sampe saat ini udah 5tahun). Pindah itu tak menyenangkan. Berpisah dengan orang-orang yang selama ini selalu bersama dan mendukung kita ke tempat yang baru dan tak tau apa yang akan terjadi nanti apalagi tanpa tau mau kemana!!!! *Gile aje*. Begitu dengar cerita tentang Abraham ini aku langsung membatin, luar biasa Abraham ini. Ngebayangin seseorang pergi tanpa tau harus kemana, itu merupakan penyerahan hidup yang luar biasa.

Abraham diberikan pilihan dalam hidupnya. Menaati Tuhan atau tidak. Mempercayai Allah dan memenuhi panggilanNya atau tidak. Ya, Allah telah berjanji tapi apakah saat itu Abraham telah melihat janji itu?? Belum. Janjinya tersedia tapi butuh kesediaan kita untuk mempercayai janji itu dan melangkah dalam ketaatan.

Kitapun seperti Abraham, Tuhan telah menyediakan janji bagi setiap kita tapi pertanyaannya apakah kita mau taat kepada Tuhan?? Mengikut Tuhan sekalipun kita berada dalam padang gurun, dalam jalan panjang yang seakan ga ada ujungnya, di lautan luas yang tak kelihatan satu pulau pun?? Susah banged!!! Kita semua mau kepastian, tapi berkat Tuhan disediakan bagi mereka yang mau taat. Pilihan ada ditangan kita

2. Tenggelam dalam reruntuhan keputusasaan atau merambat dalam pengharapan akan kesanggupan kemustahilan.

Menunggu, sesuatu yang membosankan. Yang nunggu pesawat delay 4 jam aja, aku berasa lumutan. Udah duduk dengan segala macam gaya, udah main hp sampe lowbat, udah foto-foto sampe ga ada yang bisa difoto juga, ngobrol sama orang baru sampe kehabisan bahan obrolan tapi pesawatnya ga nongol2 juga. Asli beteee banged :( *kok jadi curhat yah*

Bisa ngebayangin ga sih klo menanti selama 25 tahun tapi belom ada jawaban juga bahkan yang ada itu kenyataan yang bertolak belakang dengan janji itu sendiri?? Tuhan berjanji kepada Abraham bahwa keturunannya akan seperti bintang dilangit dan pasir dilaut tapi kenyataannya?? Sara isterinya sudah mati haid (menopause).

Apakah Abraham pernah mempertanyakan janji Tuhan?? Pasti. Dia masih manusia. Dalam Kejadian 15 diceritakan bahwa Abraham bertanya kepada Tuhan tentang janji Tuhan kepadanya

ayat 2 Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."

ayat 5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

ayat 6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
Abraham memilih percaya kepada Tuhan bukan kepada kenyataan yang ada dihadapannya. Dia tidak putus asa dan hancur dalam keputusasaannya tetapi memilih untuk percaya kepada Tuhan. Seperti Abraham, jangan pernah menyerah, putus asa dan mundur karena kita tidak tau apa yang akan Tuhan sediakan bagi kita

3. Mundur teratur dari panggilan hidup atau tetap bertahan dalam iman akan integritas karakter Allah ditengah-tengah pahit getirnya kehidupan.

Akhirnya setelah 25 tahun menanti, janji Allah digenapi dalam diri Ishak. Bisa dibayangkan ga sih perasaan Abraham pada saat lahirnya Ishak. Pasti bahagia banged, sukacita banged. Bayangin aja jika setelah bertahun-tahun penantian akhirnya lahirlah seorang bayi dalam sebuah keluarga. Pasti Abraham dan Sara sangat mengasihi Ishak, Ishak sangat berharga bagi mereka. Tapi coba baca apa yang diperintahkan Allah kepada Abraham dalam Kej 22 : 2 Firman-Nya:

"Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
Ketika rumah kami satu2nya diijinkan Tuhan untuk terbakar dan dijarah saja, rasanya ga rela banged. Aku bertanya berkali2 sama Tuhan, mengapa Tuhan?? Apalagi klo aku disuruh mempersembahkan anakku sendiri. Is that make sense??

Tapi lihat apa yang Abraham lakukan??

Dalam Ibrani 11 : 17 dinyatakan karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal

Selanjutnya dalam Yak 2 : 21. Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? 22. Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Iman Abraham tak tergoyahkan, Dia mempercayai integritas Allah. Allah yang akan menggenapi setiap janjiNya sesuai dengan kehendakNya.

Apakah iman Abraham yang luar biasa terjadi begitu saja?? Menurutku sih TIDAK. Proses penantian selama 25 tahun itulah yang mengerjakannya. Hari-hari yang dilaluinya bersama Tuhan selama 25 tahun itulah membuatnya memiliki iman yang luar biasa.

Selasa, 27 September 2011

Hatimu yang dicariNya

Daud. Namanya begitu terkenal. Dari anak sekolah minggu pun pasti mengenalnya. Ceritanya begitu melegenda. Daud vs Goliat. Siapa yang tidak mengenalnya. Daud adalah cicit dari Ruth dan Boas, punya 8 saudara laki-laki (1 Sam 17:12) dan pekerjaannya adalah menggembalakan kambing domba

Namun bagaimana jika Daud dibandingkan dengan saudara-saudaranya?? Ya jauhlah. Disebutkan dalam 1 Samuel 16 : 12 “Ia kemerah-merahan, matanya indah, dan parasnya elok”. Bisa dibayangkan?? Anak kecil, anak bungsu yang kerjaannya menggembalakan domba. Menurut pandangan manusia, Daud ga masuk hitungan, apalagi untuk menjadi seorang Raja. Bahkan Samuel yang adalah nabi Allah saja pasti bertanya dalam hatinya, kenapa Daud Tuhan, kenapa bukan kakak-kakaknya saja??

Pandangan masyarakat saat ini pun tidak jauh berbeda. Kita akan dipandang kalo kita langsing, punya rumah yang luas dan mobil yang oke, berkulit putih, memakai sepatu dan tas yang bermerk, punya dompet tebal (isinya duit tentunya:D), punya ijazah dan status sosial, berwajah tanpa jerawat dan lain sebagainya.

Kita pasti kesal terhadap semua perlakukan ini. Sekaranglah waktunya untuk kita berhenti mendengar orang lain dan mendengar apa kata Tuhan tentang Daud dan untuk kita juga. “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati” (1 Samuel 16:7)

Allah melihat apa yang tidak dilihat oleh orang lain; hati yang mencari Allah. Daud, dengan segala kelemahannya tekun mencari Tuhan, ditengah padang rumput hijau. Mazmur-mazmur yang indah dilahirkan dari hati yang sungguh-sungguh mencari Allah. Hanya itulah yang Allah inginkan.

Klo kita membaca kisah Daud, kita pasti terus bertanya-tanya. Daud orang yang seringkali jatuh. Ia bermain mata dengan Batsyeba, bahkan merencanakan pembunuhan terhadap Uria (suami Batsyeba), dikejar-kejar dan mau dibunuh oleh Saul bahkan bergabung dengan orang-orang yang dikejar-kejar hutang di Gua Adulam, Daud menumpahkan banyak darah, memiliki delapan isteri dan tidak dapat mengurus keluarganya.

Tapi apa yang dikatakan Allah tentang Daud?? Allah menyebutnya “orang yang berkenan dihati-Ku” (Kis 13:22). Bahkan dalam Alkitab ada 66 Pasal yang menceritakan kisah Daud, lebih dari semua orang kecuali Tuhan Yesus, dalam 28 kitab namanya disebut. Perjanjian Baru menyebutkan namanya sebanyak 55 kali dan 1118 kali diseluruh Alkitab, bahkan Putera Allah disebut dengan nama Anak Daud. Mengapa bukan Daniel atau Yusuf atau Musa atau Paulus yang disebut demikian?? Hidup Daud tidak mencerminkan orang yang suci dan tidak berdosa. “Orang-orang saleh” dapat menjudge “Ah Tuhan salah kali nih”, ternyata hidup Daud sungguh mengecewakan.

Kenyataan bahwa Allah memandang Daud seperti itu memberikan kita harapan. Hei “kesalaha-kesalahan kita tidak fatal” (bukan berarti Tuhan mengijinkan kita berbuat dosa). Lawan setiap penolakan, kegagalan dan penyesalan kita dengan kasih Tuhan Yesus. Tuhan mampu mengampuni setiap kesalahan kita.

Hidupku juga diselamatkan Tuhan sama seperti Daud. Pernah melakukan kesalahan-kesalahan fatal, dibodohi oleh orang yang mengaku mengasihiku, berpacaran hanya untuk memuaskan nafsu belaka (lebih tepatnya dibodohi), berkubang dalam dosa, bergaul karib dengan pengguna sabu dan ganja bahkan sering bersama mereka waktu mereka mengkonsumsinya. Semua karena anugerah Allah bila aku bisa ada saat ini. Seperti ceritaku beberapa waktu lalu, aku diselamatkan hanya karena anugerahnya (disini).

Jika Tuhan dapat memakai Daud yang tidak dipandang oleh dunia ini, jika Tuhan tetap dapat memakai Daud yang memiliki cerita kelam dalam hidupnya, DIA juga dapat memakai setiap kita. Apapun masa lalu kita, apapun dosa yang pernah kita perbuat, apapun latar belakang keluarga kita, Tuhan sanggup mengubahkan dan memakai setiap hidup kita.

Yang Tuhan cari adalah hati yang tertuju kepadaNya, hati yang sungguh-sungguh mencariNya dan rindu untuk menyenangkanNya

Kamis, 15 September 2011

Masa Lajang yang Produktif

Kemarin aku sempat membaca postingan dari Kak Martha disini.. Kak Martha menuliskan beberapa penyesalannya dimasa2 dia masih single. Aku juga punya beberapa penyesalan dimasa laluku, merasa klo bisa, ingin aku ubah bagian itu, tapi aku tau Tuhan mengijinkan semua itu terjadi supaya aku belajar. Aku ingin lebih produktif dimasa lajangku dan membangun hidup didalam Dia.

Biasanya nih sebagian besar anak-anak muda yang masih single pasti mengeluhkan banyak hal dalam hidup mereka, dan masalah utamanya pastilah kesepian. Apalagi klo udah malam minggu, pasti status bbm, fesbuk maupun twitter begini semua : malam minggu sendiri lagi, sepi banged yah, naseeb jomblo, dan seterusnya.

Nah, kemarin aku baru selesai baca bukunya Eric dan Leslie Ludy “When God Writes Your Love Story”, ada beberapa hal yang ingin aku share-kan disini mengenai masa lajang.

Masa lajang dapat menjadi masa yang mengasyikan, yang Allah pakai untuk membentuk kita menjadi serupa denganNya dan mempersiapkan kita bagi hubungan kita dimasa yang akan datang.

1. Masa lajang dapat memperkuat kualitas karakter diri kita
  • Kepuasan yang saleh

Hidup tidak dimulai setelah akhirnya kita menikah, kehidupan sudah dimulai jauuuuh sebelum itu. Nikmati hari demi hari yang begitu berharga, bukan menunggu segalanya menjadi sempurna.

Suatu hubungan tidak dapat membuat kita menjadi pribadi yang utuh karena hanya Yesus yang dapat menjadikan kita pribadi yang utuh. Pernikahan seharusnya tidak menjadi “medali emas” yang kita perjuangkan supaya kita merasa “puas”. Kita harus belajar untuk “mencukupkan” diri saat ini, didalam Kristus saja.

Meski pernikahan kita kelak dapat memberikan sukacita besar bagi kita, kita benar-benar memiliki alasan untuk merasa bahagia dan puas, tak peduli masa apa yang sedang kita jalani-karena apa yang telah Yesus lakukan bagi kita. Kepuasan sejati hanya dapat ditemukan dalam hubungan kasih yang intim dengan Tuhan, bukan hal-hal lain, termasuk kisah cinta romantis.

  • Memperoleh kekuatan untuk mandiri

Allah memakai rasa kesepian untuk mengajar kita untuk bergantung penuh kepadaNya. Kita tidak dapat menggantungkan rasa aman kita pada suatu hubungan. Kita harus belajar untuk percaya hanya pada Yesus saja.

Masa lajang dapat memberi kita ketangguhan seperti itu-keberanian, rasa percaya diri, keterampilan untuk memimpin, kemandirian.

  • Mendapatkan TanganNya yang lembut dan penuh kasih

Dalam masa-masa ini, kesepian kadang datang menghampiri kita. Sungguh menyenangkan karena mengetahui bahwa meskipun kita mungkin “bernyanyi” sendiri dalam kehidupan, kita tidak pernah sendirian. Kehidupan melajang adalah sebuah kesempatan untuk membiarkan Kristus memeluk hati kita dan mengetahui betapa Dia sangat mengasihi kita.

2. Masa lajang adalah waktu untuk berfokus pada persiapan praktis
  • Menemukan dan Mengembangkan Talenta serta Keterampilan Hidup

Masa lajang adalah masa untuk mencariNya dengan hati yang tidak menyimpang. Masa lajang merupakan kesempatan untuk menemukan pribadi yang Allah inginkan bagi kita dan panggilan yang diberikanNya bagi kita dalam hidup ini. Masa lajang dapat menjadi waktu yang sempurna untuk mengembangkan keterampilan hidup dan menemukan cara untuk menggunakan bakatmu bagi Tuhan.

  • Kembali ke dasar

Menikah didunia nyata membutuhkan kerjasama tim. Jika kita memiliki pola pikir bahwa kita akan mengandalkan pasangan kita untuk melakukan semua pekerjaan rumahtangga, berarti kita sedang berada dalam masalah.

Kita sendiri yang paling tau manakah bidang praktis dalam hidup kita yang perlu dikembangkan, perlu diusahakan. Misalkan bagaimana menyusun anggaran, mengatur keuangan, menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, memasak, dan berbagai persiapan praktis dalam ketrampilan mendasar dalam hidup.

  • Pernikahan Dimaksudkan untuk Semua Orang

Pada kenyataannya, kebanyakan kita akan menikah saat kita hidup, jadi masuk akal bila kita merencanakan dan mempersiapkannya. Namun, jika kita menjadi lajang seumur hidup kita, kita masih akan mengalami pernikahan suatu hari nanti. Ketika Kristus, Mempelai Pria Sejati kita, menampakkan diri dalam segala kemuliaanNya. Entah kita mengalami pernikahan dibumi ini atau tidak, kita semua dapat mempersiapkan diri dan bersiap menyambut Mempelai kita yang sejati.

  • Menghitung Mundur

Harus kita sadari bahwa hari-hari terakhir semata-mata merupakan hitungan mundur sebelum perayaan pernikahan agung di surga. Sekarang adalah saat yang tepat untuk menanti-nantikan dan bergirang. Kita, sebagai mempelai perempuan Kristus seharusnya benar-benar penuh sukacita bukan rasa takut, karena mengetahui bahwa kita akan segera bersama-sama denganNya selamanya dan seluruh kerinduan kita pun akan terpuaskan.

Entah kita melajang atau menikah dibumi ini, kerinduan dan hati kita seharusnya ditujukan kepada Pribadi yang memberikan segalanya bagi kita, yang sedang menyediakan tempat bagi kita disurga dan yang akan segera datang kembali untuk menemui mempelai perempuanNya.


Seperti katanya Dhieta, aku ga bisa dikategorikan sebagai “single” tapi almost double *Amin* wkwkwkwk, Ia aku emang udah punya pacar tapi berhubung pacarku jauuuuh di ujung timur Indonesia, aku juga hampir setiap malam minggu sendirian. Secara aku tinggal cuman berdua sama ade-ku. Jadi rasa sepi itu juga kerap kali datang, tapi Puji Tuhan, dengan menggunakan waktu-waktu aku “sendiri” untuk mencari Tuhan, melayani Tuhan, mengembangkan bakat dan talenta yang Tuhan kasih, belajar mengembangkan diri sendiri, bergaul dengan semakin banyak orang, aku merasa diriku jarang kesepian.

nona, angel, welly, lidya, della, valen, nita

Ayo gunakan waktu-waktu lajang kita dengan produktif. Jangan mengasihani diri sendiri karena ga punya pacarlah, ga bisa malam mingguanlah, ga bisa dijemputlah, harus sendiri teruslah, dan banyak alasan lainnya. Masih ada banyak hal yang dapat kita lakukan dalam masa lajang kita. Jangan sampe nyesel lho nantinya..hehehehehe :D