Tampilkan postingan dengan label relationship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label relationship. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Mei 2014

Senyum seorang istri :)

Udah lebih dr setahun blog ini ditelantarkan -.-. Pingin nge-blog lg tp sinyal internet di rumah "parah" bgd. Jdnya nge-blog dr hp dg tulisannya seadanya sj. Harap maklum :)

Cerita dibawah ini dikutip dr buku yg sedang sy baca "Sacred Influence". 

Ketika saya naik bus kota di bandara, saya berjumpa dengan seorang pria berusia 60 tahun yang mengatakan sesuatu yg sangat sederhana namun mengejutkan. 
Lysa : Semestinya orang senang melihat bus kota ini berhenti, karena itu berarti mereka akan pulang ke rumah
Sang pengemudi : (tertawa) Benar, semua org gembira melihat sy berhenti di pinggir jalan. Itulah sebabnya sy sangat menyukai pekerjaan sy. Org2 naik ke dalam bus dengan senyum lebar di bibir. Mereka telah sekian lama menunggu sy dan ketika akhirnya sy dtg, mereka bahagia sy berada di sini.
Sy kerap berharap memiliki kamera video utk merekam org2 ini, yg naik ke dlm bus sy dg wajah penuh senyum dan mengeluarkan kata2 "senang bertemu Anda". Sy akan senang jk istri sy menonton video seperti itu. Sy selalu mengharapkan istri sy memandang sy seperti itu sepulang sy dr kerja.

Sy yakin setiap pria yg msh bernapas pasti merasakan hal ini. Entah pengemudi bus kota, seorg Direktur Utama, seorg atlet kelas dunia atau seorg asisten manajer di sebuah supermarket,  akan sungguh berarti bagi hati seorg pria tatkala istri dan anak2nya tampak bahagia bertemu dgnnya.


Cerita di atas cukup menemplak sy. Kenapa? Sy juga tergolong istri yg dimaksudkan oleh pengemudi bus diatas. Waktu suami sy pulang kerja, sy jarang menyambutnya dg antusias n senyum yg merekah. Pasti suami sy yg heboh bgd manggil2 istrinya yg lg sibuk di dapur dg penuh semangat.

Sy harus terus belajar menjadi istri yg menghargai dan tunduk pd suami.

Dengan pandangan mata atau raut wajah seperti apa kita memandang suami kita? Ingatlah, Anda/Saya bukan satu2nya org yg memandang suami kita. Ketika suami merasa lebih dihargai/dihormati di tempat kerja dari pada di rumah, suatu situasi yg berbahaya akan meledak. Akhirnya, hatinya akan condong ke tempat dimana ia merasa dihargai.

Nb. Tulisan ini utk para istri, bukan berarti suami2 menggunakannya sbg pembenaran atas "kesalahan" yg terjadi


Rabu, 20 Maret 2013

Daaan jawabanku adalah... (Love Story Part II)

Berhubung bersambung banyak fans yang pada nanyain sambungan dari kisah cintaku maka dengan ini aku melanjutkan ceritaku..hehehehehe *pake gaya ababil :P* Oh iya, bagi yang belum membaca cerita sebelumnya, silahkan baca disini yaah.

 Setelah lulus kuliah dan pulang kerumah (Ambon), kami masih sms-an tapi aku sudah tidak terlalu memikirkan perasaanku karena sulit bagiku untuk memahami bagaimana kami akan bertemu lagi. Jadi aku lebih menikmati waktu-waktu bersama keluarga dan juga beberapa teman dekatku di Ambon. 

Sebulan dirumah, akhirnya Omku (adiknya papa) mengundangku untuk ke Jakarta. Setelah dipertimbangkan matang-matang sampe hangus dan minta masukan dari mama papa akhirnya aku berangkat ke Jakarta sekitar akhir Juni 2006. Nyampe Jakarta, nyari kerja, ngisi lamaran, menjalani tes dan interview disana sini. Pertama ke Jakarta langsung berasa pusing banged. Macet, debu dimana-mana n pake nyasar pula. Wkwkwkwkwkwk. Pengalaman yang tak terlupakan.

Bulan Agustus 2006 akhirnya aku bekerja di UI Depok. Waktu mulai bekerja, kami bisa lebih sering komunikasi lewat chatting :P. Bulan Oktober aku sempat ke Surabaya dan bertemu dengan teman-temanku termasuk suamiku. Tapi masih seperti yang dulu, kami ga pernah jalan berdua. Klo pun ketemuan selalu rame-rame.

Komunikasi kami semakin intens pada akhir tahun 2006. Aku menelpon untuk memberi semangat karena suamiku sedang menyelesaikan skripsinya waktu itu. Perasaanku waktu kembali ke Jakarta mulai tumbuh lagi tapi aku terus berdoa supaya tidak berlebihan dan terlalu berharap.

Awal tahun 2007 tepatnya tanggal 17 Januari, suamiku ngajak chatting (jadi ceritanya aku “ditembak” lewat IM, wkwkwkwk). Rencananya hari itu suamiku mau berangkat ke Bandung dan singgah ke Jakarta untuk melaksanakan “misinya” tapi karena ada suatu masalah sehingga rencananya dibatalkan.

Suamiku meminta supaya aku mendoakan apakah dia adalah pilihan yang tepat untukku dan memberikanku waktu untuk menjawabnya paling lama 2 tahun. Selain itu, suamiku juga mengingatkan bahwa klo jawabanku “iya” berarti aku akan bersedia untuk pindah ke Papua karena suamiku akan kembali dan membangun daerahnya. 

Waktu berlalu, kami agak menjaga jarak dan menguji perasaan masing-masing. Berdoa supaya Tuhan memberikan hikmat bagi kami untuk memutuskan bukan berdasarkan perasaan semata dan meminta pertimbangan dari orang tua juga sahabat-sahabat kami. 

Kami bertemu lagi waktu aku ke Surabaya bulan Mei 2007, kami sudah lebih dekat, masih malu-malu tetapi lebih santai dalam membangun komunikasi dan perasaan kami semakin bertumbuh.

Akhirnyaaaaaa setelah perjuangan panjang, suamiku lulus kuliah bulan Agustus 2007 *horeee*, aku diundang ke Surabaya untuk menghadiri wisudanya dan merencanakan untuk memberi jawaban "iya" kepada suamiku tanggal 1 September. Pasti pada nanya, kok lama banged jawabnya?? Hehehehehe. Bagiku menyelesaikan pendidikan adalah salah satu bentuk tanggung jawab anak-anak kepada orang tuanya. Klo seseorang tidak dapat bertanggungjawab sebagai seorang anak, bagaimana orang tersebut bisa bertanggung jawab sebagai seorang suami atau orang tua. 

Demikianlah akhir Episode I kisah cinta kami *lebay*. Kami percaya, apapun yang kami bangun didalam Kristus akan membawa “kebahagiaan” yaitu kemuliaan bagi nama Tuhan

Rabu, 24 Oktober 2012

Kami bertemu... Aku juga galau :P (Love story Part I)

Bertemu pertama kali tanggal 4 Oktober 2002 dikosanku, Siwalankerto Timur 1 No 11e Surabaya, waktu ulang tahun.temen kosku. Kami sama-sama mahasiswa baru di Universitas Kristen Petra Surabaya, sama-sama penerima beasiswa KTI (Kawasan Timur Indonesia-kuliah gratis, ga pake bayar :P), aku dari Ambon, suamiku dari Papua. Kami sama-sama berjemaat dan pelayanan di gereja Mawar Sharon, suamiku pemain gitar sedangkan aku penari tamborin. Kami juga pelayanan di kampus. Suamiku di PELMA (Pelayanan Mahasiswa) sedangkan aku sebagai ASTOR (Asisten Tutorial Etika) untuk para mahasiswa baru. Dengan begitu banyak kegiatan dan kuliah, kami jarang bertemu karena beda jurusan dan beda pelayanan. Paling klo ketemu hanya sekedar say hello aja.

Seiring berjalannya waktu. Kami lebih saling mengenal, kumpul rame-rame untuk rayain ulang tahun, sharing-sharing, dls. Pernah, ga sengaja ketemu di kosan temenku dan berakhir dengan sharing berdua, klo ga salah 2x. Tapi gara-gara insiden  "sering sms-an", kami digangguin sama teman-teman kami. Hal itu membuat kami agak menjaga jarak, takut mempengaruhi hati kami. Kami masih ingin fokus kuliah dan pelayanan saja. Kami cukup dekat tapi tetap menjaga jarak. Menjelang akhir-akhir masa-masa kuliahku, sepertinya aku punya "perasaan khusus" padanya, tapi aku ga pernah menyatakannya.

Aku lulus kuliah duluan pada Maret 2006 dan memutuskan untuk kembali ke Ambon pada Mei 2006. Teman-teman dan sahabat-sahabatku berkumpul di kosku, menyampaikan kata-kata perpisahan dan mengantarku ke bandara. Anehnya, suamiku tidak muncul dikosanku bahkan di bandara. Agak kecewa sih, ”kok menyampaikan salam perpisahan aja ga bisa” -gara-gara takut digangguin sama teman-teman kami-. Salah satu sahabat kami merekam pesanku untuk suamiku, lebih tepatnya amarahku dan menyampaikan padanya. Telepon dan sms darinya selama beberapa hari kuabaikan. Hahahahahaha. Setelah semua berlalu, aku baru tau ternyata suamiku ga berani menyampaikan salam perpisahan karena takut nangis liat aku pergi..hahahahaha (muka Rambo hati Rinto :P). Gara-gara aku marah, suamiku yang biasa periang jadinya murung banged seharian, sampe ga pingin makan *ajaib banged, biasanya nafsu makannya segede gunung :D*. 

Klo ingat masa ini ternyata aku juga pernah melalui masa-masa galau. hahahahaha . Begitulah, kadang cewek suka galau. Ga suka menunggu, sukanya terburu-buru dan suka salah menafsirkan perlakuan baik cowok. Apa-apa dinilai pake perasaan, bukan pake otak :P. Sekalipun melewati masa-masa galau karena bingung sama perlakuan cowok yang seakan-akan manis banged, yang nunjukin klo dia kayanya suka tapi kok ga nembak-nembak, yang sms-sms mulu tapi klo ketemu kok kayanya biasa-biasa aja, aku bersyukur karena aku punya komunitas yang sehat, bersyukur karena mengambil keputusan untuk tidak pacaran dulu, untuk menjaga hati, untuk terus setia sama Tuhan, untuk melayani Tuhan, tidak terburu-buru dan menguji segala sesuatu... (to be continue)

foto jaman baheula banged 

Jumat, 09 Maret 2012

Tujuan pacaran itu apa sih??

Melanjutkan postinganku sebelumnya disini yang berjudul "udah siap pacaran belom yah??", aku ingin share juga mengenai tujuan pacaran itu sendiri. Ngapain sih musti pacaran?? Tulisan ini juga berasal dari bukunya Myles Munroe yang judulnya Waiting n Dating..

Tujuan berpacaran yaitu membangun persahabatan. Persahabatan sejati adalah hubungan yang kuat dan merupakan salah satu bahan dasar untuk pernikahan yang berhasil. Persahabatan tidak berkembang sepenuhnya dalam semalam, diperlukan waktu untuk bertumbuh dan dewasa. Ya, setiap kita membutuhkan waktu untuk mengenali diri sendiri dan juga orang lain. Kita tidak dapat menyimpulkan perilaku seseorang hanya dengan melihat tindakannya sekali saja tapi kita harus tau alasan apa dibalik tingkah laku orang tersebut. Semakin terbuka kita terhadap orang lain maka orang lain dapat melihat diri kita dan memberi masukan supaya bisa berubah.

Hubungan-hubungan jangka panjang yang berhasil dan paling kuat didasarkan pada persahabatan. Suatu hubungan yang termotivasi oleh kebutuhan, merusak persahabatan karena pada dasarnya hubungan ini berpusat pada diri sendiri. Seseorang yang sedang membutuhkan “sesuatu” akan memasuki suatu hubungan dengan berusaha terutama untuk memenuhi kebutuhan ini, bukan berusaha memenuhi kebutuhan orang lain atau membangun karakternya.

Sadar atau tidak, orang-orang memanfaatkan persahabatan sebagai kesempatan untuk mengambil keuntungan sendiri. Persahabatan sejati harus didasari oleh kasih Tuhan. Saat kita lahir baru dan mengenal Tuhan, roh kitalah yang diperbaharui, bukan pikiran atau tubuh kita. Tantangan yang kita hadapi adalah belajar bagaimana mengendalikan diri dengan roh yang baru yang tinggal dalam pikiran dan tubuh kita yang lama. Kita harus belajar dan bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan serta berperilaku sebagai anak-anak Tuhan.

Roh kita yang telah diperbaharui mengingatkan kita, sementara pikiran dan tubuh kita memberitahukan sesuatu yang lain.

Itulah sebabnya kita harus belajar, seperti yang ditulis Paulus untuk “berubahlah oleh pembaharuan budimu” Roma 12:2b, dan “menawan segala pikiran dan menaklukannya pada Kristus” 2 Kor 10:5b.

Sifat dasar manusia adalah tertarik pertama dan terutama pada dirinya sendiri, egois. Memusatkan perhatian kepada orang lain adalah salah satu prinsip dari persahabatan. Tujuan kita menjadi sahabat seharusnya untuk mendorong, membangun dan membantu pembentukan karakter sahabat-sahabat kita, sekaligus menolong mereka mencapai impian-impian mereka.

Dalam buku ini, dijelaskan ada 4 tingkat dalam persahabatan :
  1. Kenalan : bertemu dengan orang-orang yang belum pernah kita temui sebelumnya, pertemuan-pertemuan ilahi
  2. Teman biasa : memiliki daya tarik, aktivitas, kepedulian dan minta yang sama
  3. Sahabat : memberi saran, pertolongan secara pribadi dan memperhatikan kesejahteraan satu sama lain
  4. Sahabat karib : berkomitmen pada perkembangan karakter masing-masing.
Tingkat tertinggi adalah sahabat karib, dimana sahabat-sahabat terlibat berkomitmen pada perkembangan karakter masing-masing. Keintiman roh dan pikiran bukan tubuh. Komitmen untuk memperbaiki diri. Mereka tidak takut berkata : jangan lakukan itu, karena itu tidak baik bagimu. Berkomitmen saling membantu untuk hidup dan berjalan dalam kehendak dan maksud Tuhan serta mengembangkan karakter ilahi.

Satu karakteristik dari keintiman sejati adalah kemampuan untuk memberi dan menerima perbaikan dengan rela dan rasa terima kasih. Sahabat-sahabat karib mengasihi satu dengan yang lain sehingga mereka tidak bisa membiarkan dosa dan kesalahan tidak diperbaiki. Mereka saling menghormati dan mempercayai satu sama lain sehingga mereka dapat menerima perbaikan tanpa merasa marah atau curiga. Persahabatan yang karib memikul tanggung jawab yang saling menguntungkan untuk bersikap jujur dan terbuka tapi bijaksana. Kenalilah siapa pasanganmu dengan menjadi sahabatnya.

Tuhan menempatkan orang-orang “dijalur” kita dan kita “dijalur” mereka supaya kita dapat menjadi berkat bagi satu sama lain. Mendoakan teman-teman kita adalah sesuatu yang penting dan berarti yang setiap kita dapat lakukan.

Jumat, 10 Februari 2012

udah siap pacaran belom yah??



Kata beberapa orang, jaman sekarang adalah jaman edan. Anak SD juga ada yang udah pacaran. Kemajuan teknologi membuat informasi dapat diakses dengan mudah bahkan informasi yang bukan untuk anak seusia mereka. Pertanyaan yang sering muncul pada saat berbicara mengenai pacaran yaitu kapan sih kita boleh berpacaran??

Aku lagi baca buku waiting and dating-nya Myles Munroe. Baru 1 bab sih, tapi udah ada banyak hal yang memberkatiku jadi pingin share ke teman-teman yang lain juga.

1. Anda siap untuk pacaran pada saat Anda menyadari sepenuhnya manfaat dan bahaya dari pacaran.

Pacaran merupakan kesempatan mengenal seseorang untuk membangun persahabatan. Hubungan yang sehat selalu dimulai pada tingkat rohani dan intelektual – minat, impian, kepribadian/karakter dan pandangan hidup.

Selain mengetahui manfaat pacaran, harus disadari juga bahaya dibaliknya. Ini bukan rahasia lagi, bahkan para orang tua menetapkan jam malam untuk menjaga anak-anaknya dari bahaya ini. Meskipun sering, anak-anak selalu membangkang dan tidak taat. Terjebak secara fisik dan emosional pada tingkat yang terlalu dalam yang menuntun pada seks bebas. Generasi muda saat ini banyak dipengaruhi oleh kebudayaan barat, fokus hubungan mereka adalah ketertarikan fisik.

2. Anda siap untuk berpacaran pada saat Anda sudah terlebih dahulu menerapkan serangkaian pedoman yang jelas bagi perilaku berdasarkan Firman Tuhan.

Sebelum pacaran, Anda harus tahu standar Tuhan bagi sebuah hubungan. Anda seharusnya bahkan tidak mulai berpikir untuk pacaran dengan siapapun sampai Anda mengerti apa yang menjadi standar Allah. Ini menuntut kedewasaan rohani. Menunggu sampai Anda berpacaran untuk menentukan apa yang benar dan salah, atau apa yang akan atau tidak akan dilakukan, sudah terlambat. Hanya ada dua pilihan : mau memilih mengikuti standar Tuhan atau mengikuti standar dunia. Anda harus memutuskan untuk menjaga kekudusan Anda dalam pacaran, jika tak mau mengikuti standar dunia dan jatuh dalam dosa.

3. Anda siap berpacaran pada saat Anda sudah memastikan didalam roh Anda bahwa Anda tidak akan menurunkan atau mengkompromikan standar-standar Ilahi demi alasan apapun, bahkan jika itu berarti harus kehilangan pacar Anda.

Banyak orang rela mengkompromikan standar mereka demi mendapatkan pacar atau mempertahankan pacar mereka. Berdiri teguh diatas kepercayaan Anda adalah tanda kedewasaan rohani dan emosional. Anda tidak dapat mengharapkan yang terbaik jika Anda tidak teguh menaati dan melakukan standar-standarNya.

4. Anda siap untuk berpacaran saat Anda tidak memerlukannya.

Jika Anda merasa “memerlukan” seorang pacar untuk merasa utuh dan puas secara pribadi, maka Anda belum siap untuk berpacaran. Anda siap untuk berpacaran hanya saat Anda merasa utuh dan lengkap dalam Tuhan tanpa orang lain. Orang yang merasa tidak utuh, setiap hari akan merasa tidak aman karena mereka mengharapkan pasangan mereka untuk mengisi kekurangan mereka.

Menurutku salah satu penyebab orang patah hati, yang ingin bunuh diri dan depresi juga adalah hal ini. Mereka tidak merasa utuh secara pribadi. Mereka membutuhkan orang lain untuk membuat mereka utuh dan bahagia. Mereka merasa tidak bisa hidup tanpa pasangan mereka. Mereka tergantung secara emosional dengan pasangan mereka.

  • Orang yang utuh memiliki konsep diri yang sehat --> Tidak rendah diri dan membenci diri sendiri. Setiap kita dikasihi dan berharga bagi Tuhan karena itu kita harus mengasihi diri kita sendiri. Jika kita tidak mengasihi diri kita sendiri, akan sangat sulit bagi kita untuk mengasihi orang lain, bahkan berhubungan dengan mereka dengan cara yang layak.
  • Orang yang utuh memiliki iman yang teguh. Belajar tiap-tiap hari untuk menaati Tuhan dengan berkomitmen untuk menjalani standar-standarNya dalam hidup kita.

5. Anda siap untuk berpacaran saat Anda sudah belajar terlebih dahulu bagaimana hidup sendirian.

Kelajangan sejati adalah suatu tanda kedewasaan rohani dan emosi. Jika Anda bisa sendirian dan menikmatinya berarti Anda sudah menerima diri Anda sendiri. Seorang lajang sejati adalah seseorang yang utuh secara fisik, emosional, rohani dan intelektual, tanpa “tergantung” kepada siapa pun. Bukan berarti kita bisa hidup tanpa bantuan orang lain tapi kebahagiaan kita tidak tergantung dari orang lain. Para lajang yang berhasil adalah orang-orang yang menemukan identitas pribadi dan keutuhan dalam diri mereka dalam hubungan dengan Tuhan.

6. Anda seharusnya sibuk mempersiapkan diri Anda sendiri untuk siapapun yang Tuhan sedang persiapkan untuk Anda.

Pakailah kesempatan ini untuk mengejar pertumbuhan rohani dan hubungan yang dalam dengan Tuhan. Orang-orang yang sudah menikah harus membagi waktu dan perhatian mereka antara hal-hal yang bersifat rohani dengan tanggung jawab mereka dalam hidup pernikahan mereka. Jangan terburu-buru menjalin sebuah hubungan. Pastikan akar rohani Anda tertanam kuat didalam Tuhan sekarang, karena begitu Anda terlibat dalam hubungan serius dengan orang lain, waktu dan perhatian Anda akan terbagi antara orang tersebut serta pelayanan Anda kepada Tuhan. Pikirkanlah masa lajang sebagai suatu berkat dan kesempatan yang sempurna untuk mengembangkan karakter Anda.

7. Prioritas utama kita sebagai orang percaya adalah mencari Kerajaan Allah dan KebenaranNya.

Mencari kerajaan dan kebenaran Tuhan seperti berjalan sepanjang jalan menuju suatu tujuan tertentu, menjaga pandangan kita untuk fokus pada tujuan yang ada didepan kita. Selama kita berjalan dijalan yang ada didepan kita, bertumbuh dalam anugerah dan pengenalan akan Tuhan dan kebenaranNya, yang artinya kita tahu bagaimana hidup, bertindak dan berhubungan dengan cara yang benar dalam kehidupan. Pengetahuan ini datang melalui Firman Tuhan dan dari meluangkan waktu dalam hadiratNya.

Jika Anda harus mencari seseorang, seharusnya ia menuju ke arah yang sama dengan Anda, dan Anda berdua berada dijalan yang sama. Tetaplah di jalan Anda, pusatkan perhatian pada kerajaan Allah, dan cepat atau lambat, seseorang yang mempunyai pikiran dan hati yang sama akan mendekat kepada Anda.


Jumat, 04 November 2011

Lady in Waiting Chapter 10 Wanita yang Sabar

Akhirnya tiba juga kita di bab terakhir, setelah pending beberapa lama mari kita tuntaskan buku ini. Bab sebelumnya bisa langsung klik disini..

Ditengah keadaan lajang yang panjang, pasti ada orang yang bertanya-tanya bagaimana seorang wanita yang sudah berumur bisa sabar sekalipun dalam pandangannya hanya tampak penantian tiada akhir. Menanti tidaklah semudah saat Anda muda, dan bisa menjadi luar biasa sulit saat Anda menjadi makin tua.

Teguhkanlah hatimu rekan lajang. Anda tidak sendiri dalam penantianmu; Anda juga tidak sendiri di dalam perasaan dan pergumulan yang Anda hadapi. Banyak wanita saleh yang telah menanti dan menang. Banyak wanita yang telah kehilangan harapan dan berkompromi. Menantilah dengan sabar dan dengan berjaya menangkanlah masa depan yang Bapamu rencanakan bagimu.

Ruth adalah contoh Wanita Sabar yang luar biasa. Ruth tidak mengizinkan lingkungannya atau ketiadaan rekan pria, membuatnya tidak sabar. Sebaliknya ia berkonsentrasi pada pengembangan kebersamaan dengan Bapa Surgawinya dan memilih untuk mengizinkan Allah membawakannya suami jika Ia pandang cocok. Kepedulian pada “jam biologis”nya yang terus berdetak tidak membuatnya menjadi gentar akan masa depan. Sebaliknya ia berkonsentrasi menjadi wanita yang berkarakter. Dia menggunakan penantian untuk menjadi wanita sebagaimana Allah inginkan. Dan akhirnya dalam Ruth 4 : 13 dinyatakan “Lalu Boas mengambil Ruth dan perempuan itu menjadi isterinya...”

Mengapa Penantian itu Begitu Sulit?

Ketakutan adalah halangan paling besar untuk menanti. Anda mungkin takut Anda terus bertambah tua, takut mengadiri pernikahan karena Anda tidak akan punya teman lajang lagi, Anda takut kehilangan kesempatan karena barusan menolak “cowok ok”, Anda takut kesepian, dls. Ketakutan adalah tekanan internal. Ada juga tekanan eksternal seperti dorongan dari orang lain disekitar Anda seperti teman, orang tua, dll.

Konsekuensi Ketidaksabaran

Beberapa berakhir dengan perceraian, yang lain berakhir dengan perpisahan emosi yang menyebabkan suami dan istri itu hanya berada dalam satu atap tanpa ada ikatan emosi. Beberapa meninggalkan kerusakan pada anak-anak yang berharga. Kerusakan yang dihasilkan oleh rasa takut dan tidak aman akibat pernikahan yang tidak sehat. Kesepian dan kesakitan pribadi yang dibawa oleh gaya hidup ini tidak dapat digambarkan.

Sebagai wanita, kita rindu untuk dikenal dan dikasihi sebagaimana adanya kita. Seorang pria yang mati secara rohani tidak pernah akan dapat mengenal bagian rohanimu yang paling intim yaitu hatimu. Dia akan terlalu buta untuk dapat melihat apa yang Anda coba bagikan dengannya. Dia tidak pernah dapat sepenuhnya mengenal dan mengerti Anda.

Surat Korintus kedua pasal 6 : 14-15 sangatlah jelas :” Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya”.

Ada konsekuensi yang lebih besar dari sekedar menikah dan tidak bahagia dengan seorang pria yang tidak mengenal Tuhan. Akankah Anda bisa menangani penderitaan yang timbul saat melihat anak-anakmu hidup dengan kemungkinan ditolak atau ditinggalkan ayahnya? Akankah Anda berpikir, sendirian bangun pada hari minggu pagi untuk membawa anak-anak Anda ke gereja adalah harga yang pantas? Waktu anak Anda menatap Anda dan bertanya mengapa papa tidak mengasihi Yesus, apakah Anda akan merasa bahwa kompromi itu memang patut dilakukan? Mereka mungkin akan menolak Tuhan sampai kekal, dan hidup dengan gaya hidup yang salah pilih dan penuh penderitaan sebagai akibat dari pilihan Anda yang salah : menikahi pria yang mengagumkan tapi masih tersesat. Anak-anak seringkali mengikuti contoh ayah mereka, baik ataupun buruk. Anda tidak saja sedang menikahi seorang suami tetapi juga memilihkan ayah untuk anak-anakmu.

Waktu Anda menikah, Anda sedang memilih berkat atau kutuk bukan hanya bagi dirimu sendiri; Anda memilih bagi generasi setelah Anda. Jika Anda memilih untuk menanti pangeranmu dengan sabar, Anda akan diberkati dengan warisan yang akan dibawa oleh pangeran itu. Jika Anda memilih untuk dengan bersemangat berlari mendahului rencana Allah dan menikahi pria yang tidak memiliki hati nurani yang terarah kepada Allah, Anda akan menuai jalan hidup yang ia ikuti, tetapi tidak sendirian. Kehidupan anak-anak dan cucu-cucumu akan dipengaruhi langsung oleh pria yang Anda nikahi.

Ulangan 28 : 2 Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu. Ulangan 28 : 15 Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapanNya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau.

....Pilihalah kehidupan supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suaraNya dan berpaut padaNya...Ulangan 30:19-20

Mengembangkan Kesabaran

Menantilah dengan sabar. Mungkin Anda memberi waktu kepada Allah untuk mempersiapkan, bukan diri Anda, tetapi kekasih Anda. Biarkan Bapa Surgawimu melengkapi pekerjaanNya saat pria lajangmu tidak terganggu.

Menyadari bahwa pernikahan itu bukanlah suatu mimpi tetapi suatu kehidupan nyata, dapat juga menolong Anda untuk menantikan dengan sabar. Jangan menjadi iri dengan wanita yang telah menikah, tetapi bergaullah dengan mereka dan lihatlah beban ekstra yang harus mereka tanggung. Mengertilah bahwa dalam kenyataan, kehidupan pernikahan tidak terus menerus ada komunikasi yang baik, peluk cium, sarapan di ranjang, mawar tiap hari dan sukacita belaka. Dalam tiap potongnya, keindahan pernikahan itu membutuhkan usaha yang sebanding, sekalipun dalam cara dan waktu Allah. Pernikahan itu baik tetapi jangan salah mengira bahwa itu adalah surga.

Belajar hidup “sebagai satu” itu tidaklah tanpa air mata, karena tidak ada pasangan yang sempurna. Pernikahan itu sendiri bukanlah sesuatu yang menyembuhkan semuanya. Ia juga bukan jawaban untuk setiap kebutuhan yang dirasakan oleh hati. Anda harus realistis dalam hal pernikahan, kalau tidak kekagetannya bisa menghancurkanmu.

Carilah gadis-gadis lajang lain dan rancangkanlah kegiatan-kegiatan. Jangan hanya duduk dirumah pada malam minggu. Pergi keluar untuk makan, nonton dan terlibatlah dalam pekerjaan yang melibatkan anak-anak, pemuda, atau orang-orang lanjut usia. Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk tetap sibuk dan tetap sabar. Mengembangkan kesabaran itu sulit. Lebih parah lagi jika menikah lebih dulu dari waktu Allah.

Dapatkah Anda mengenal seorang pria dengan sepenuhnya? Dapatkah Anda mengetahui masa depan? Anda mengenal Pribadi yang benar-benar tahu masa depan dan hati para pria. Dengan sabar dan meletakkan harapan kita dalam Allah, Dia akan memberikan padamu damai yang Anda butuhkan. Sikap sabar ini bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja. Lewat kehendak yang diwujudkan dalam tindakan, Anda harus memilih untuk percaya pada Allah apapun yang terjadi. Dengan sabar nantikanlah yang terbaik dariNya.

Setiap wanita lajang pada satu titik tentu memahami kenyataan bahwa tidak semua wanita akan menikah. Pernikahan bukanlah suatu kebutuhan, meskipun Allah memilih untuk mengijinkan pernikahan memenuhi beberapa kebutuhan yang mungkin dimiliki oleh seorang wanita. Pernikahan tidak membuat wanita menjadi lengkap, meski beberapa wanita yang menikah sebagaimana seharusnya mendapati bahwa pernikahan melengkapi beberapa kelemahan mereka. Jika pernikahan adalah sebuah kebutuhan, hak atau sesuatu yang membuat wanita lengkap, maka semua wanita saleh akan menikah. Ada banyak contoh wanita yang benar-benar memuliakan Tuhan yang tidak memiliki teman hidup tetapi merupakan Wanita yang Sabar. Hanya Tuhan yang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan terdalam dalam hati kita. Hanya Dia yang dapat.

Apapun yang Anda lihat dan rasakan, Allah sedang memegang penuh kendali atas keadaan Anda. Anda, Wanita dalam Penantian, dapat berjalan dalam kemenangan dengan cara memilih untuk sabar dalam penantian Anda.

Jangan biarkan ketidaksabaran kerinduan-kerinduanmu itu merampasmu dari kehidupan lajang yang diberkati Allah. Sadarilah bahwa Anda tidak membutuhkan pernikahan untuk bahagia dan memiliki kehidupan yang utuh. Jika Anda memegang pernikahan sebagai hak Anda, serahkanlah hak itu sehingga itu tidak menghalangi Anda dari kepenuhan berkat-berkat Allah. Allah tahu apa yang terbaik bagimu. Penentuan waktuNya sempurna dan Ia akan memelihara wanitaNya, Wanita yang Sabar.

--Tengkyu buat teman-teman yang udah setia membaca tulisan ini dari bab 1, semoga bukan kita saja yang diberkati tapi kita rindu memberkati semakin banyak wanita-wanita Allah..GBU--

Selasa, 04 Oktober 2011

Lady in Waiting Chapter 9 Wanita yang Penuh Keyakinan (Part I)

Karena Chapter 9 agak panjang, jadi aku bagi menjadi 2 bagian biar yang baca ga kecapean :D. Chapter sebelumnya silahkan baca disini

Cindy seorang wanita idealis yang beruntung mendapatkan seorang pria yang memenuhi “30 kualitas”nya. Bukankah itu terlihat begitu tidak realistik bagi wanita masa kini yang mengarahkan pandangannya pada seorang “ksatria dalam baju perangnya yang berkilau”?

Seorang teman lajang (Ruth modern) menulis sebuah surat dimana ia mengakui bahwa standar idealnya yang tinggi sering membuatnya merasa seperti the Lone Ranger (= seorang tokoh pahlawan yang berkelana kemana-mana seorang diri). Ia berkata, “Begitu sering aku bertemu dengan para wanita yang tidak mau pergi lebih dalam, pada rute yang lebih radikal yang memisahkan diri dari kebudayaan kita dan mengejar standar-standar Allah.“ Apakah kita merendahkan standar-standar kita karena kita kelihatannya tidak sama dengan semua teman-teman kita? Apakah wanita dalam amsal 31 kelihatan begitu kuno? Didalam tanganNya, Allah menggenggam yang terbaik bagi mereka yang mencari Dia.

Pilihan Ruth untuk menantikan yang terbaik dari Allah berakibat pada penyatuan dengan seorang Boas dan bukan seorang Bodoh. Ruth tidak hanya menikah dengan seorang pria yang adalah “pilar kekuatan” (Boas) tetapi juga diberkati dengan hak istimewa melahirkan seorang anak laki-laki (Obed) yang akan menjadi bagian dari silsilah Yesus Kristus.

Benda-benda Rusak

Ruth tidak mengizinkan pengaruh masa lalu dari suatu budaya kafir membuatnya tidak menetapkan standar baru. (Ruth adalah anak perempuan dari Moab, Bangsa Moab tidak mengenal Allah. Bangsa Moab sendiri berasal dari perkawinan incest - ayah anak antara Lot dan anak perempuannya Kej 19 ; 33-37). Ia juga tidak mengizinkan budaya kafir itu mencegahnya mengambil keputusan yang bijak bagi kehidupannya, keputusan untuk memuliakan Allah. Ruth bisa saja membiarkan dirinya tetap berada dalam keluarga yang bertentangan dengan standar Allah, menyerah dan tidak menjalani gaya hidup yang saleh karena ia berasumsi bahwa ia dikutuk sebagai “barang-barang rusak”. Tetapi dia tidak melakukannya. Sebaliknya ia memilih untuk memutuskan siklus dosa keluarganya dan mendirikan siklus baru yang ilahi.

Setelah menjadi Kristen, Jackie merasa malu. Ia berkata begini :

“Aku tau aku telah diampuni atas segala masa laluku tetapi aku sering bergumul dengan perasaan yang muncul karena merasa diri sebagai “barang rusak”. Aku merasa iri pada anak-anak perempuan lain yang berasal dari keluarga yang saleh dan memiliki warisan yang agung secara rohani. Setiap kali diperkenalkan pada seorang pria Kristen, aku akan langsung berpikir, “Aku tidak cukup baik”. “Tepatnya, inilah yang aku rasakan saat pertama kali bertemu dengan suami saya. Dia telah menerima Yesus sejak berumur 11 tahun, Dia pergi ke gereja dengan setia, tidak pernah merokok, minum-minum atau berperilaku bebas secara seksual. Standarnya yang begitu tinggi mengintimidasi aku. Disepanjang tahun-tahun persahabatan kami, aku tau ia tidak akan berkencan denganku karena masa laluku. Ternyata ada banyak kejutan yang terjadi. Saat aku terus menerus memilih untuk mematahkan pengaruh-pengaruh yang tidak saleh dimasa laluku, Tuhan sedang bekerja untuk mempertemukan Ken dan aku sebagai satu tim untuk kemuliaanNya”

Siklus-siklus yang tidak saleh dapat dipatahkan. Nasibmu bukanlah sesuatu yang hanya sebuah kebetulan atau takdir; itulah hasil dari pilihan-pilihanmu.

Nasib-Kebetulan atau Pilihan?

Ruth hidup di zaman hakim-hakim dimana setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri (Hakim-hakim 21:25). Kita juga tinggal didalam budaya dimana tidak ada orang yang takut kepada Allah, dan orang-orang hanya melakukan urusan mereka.

Anda, seperti Ruth, akan sangat dipengaruhi oleh pilihan-pilihanmu. Pilihan-pilihan Ruth yang bijak mengizinkannya mematahkan siklus keluarga yang tidak bertuhan dan memulai suatu siklus baru yang dicatat dengan berjaya oleh Firman Allah. Standar-standar tinggi dalam Firman Allah itu bukanlah tidak relevan, tetapi justru sepenuhnya dapat diterapkan dalam mencari yang terbaik dari Allah bagi hidupmu. Seberapa bijakkah keputusan-keputusan yang Anda ambil dimasa lalu, berkenaan dengan relasi dan kencan dengan pria? Pilihan-pilihanmu masa kini akan mempengaruhi sisa hidupmu di dalam area yang rumit ini. Area yang seringkali merupakan sederetan benturan – dalam relasi pria dan wanita.

Anda tidak dapat membuat pilihan-pilihan yang baik tanpa keyakinan Alkitabiah yang sepatutnya. Janganlah dengan ceroboh menyerahkan standar Anda dalam kencan/berelasi kepada kebetulan.

Pembawa Standar

Suatu keyakinan adalah suatu standar yang menjadi sebuah batu pijakan bagi pilihan-pilihanmu. Apakah standar-standarmu lebih berdasar pada istilah-istilah Hollywood mengenai cinta dan kisah romantis, atau apakah Anda membiarkan Firman Allah yang suci membentuk sudut pandangmu?

Wanita yang Penuh Keyakinan memberikan izin kepada Tuhan untuk memperbaharui pikirannya setiap hari. Ia menghabiskan waktu mencari standar-standar dalam Firman Allah yang akan membimbingnya dengan aman kepada yang terbaik dari Allah. Keyakinan-keyakinan yang didirikannya berdasarkan Firman, membuatnya dapat bertahan dari “paksaan” untuk dimasukkan ke dalam cetakan dunia ini.

Seperti dalam Roma 12:2 yang berkata, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenaan kepada Allah dan yang sempurna.
Dalam Alkitab berbahasa Inggris versi NIV kata “membedakan” dikatakan sebagai “test and approve” yang berarti menguji dan menyetujui. Keyakinan Anda mengukur kemampuan Anda untuk “menguji dan menyetujui” hubungan yang sedang atau akan Anda miliki.

Jika Anda ingin hidup dengan standar Allah, Anda harus menyiapkan diri Anda sendiri terhadap penolakan yang pasti akan dihadapi oleh “pembawa standar”. Waktu Anda hidup dengan keyakinan Anda, banyak dari antara teman-temanmu akan menganggap Anda tidak realistik. Mungkin tidak mudah, tetapi Tuhan akan memberimu anugerah untuk menolak berkompromi. Dengan kekuatan Yesus, Anda dapat berdiri kokoh, tidak tergoyahkan, saat Anda menantikan yang terbaik dariNya. Wanita yang tidak memiliki standar ideal seperti yang dikemukakan oleh Firman Allah, membiarkan pilihan-pilihannya ditentukan oleh kebetulan.

Yakobus 4 : 4-5 mengatakan, “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tau bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata : “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!”

Di Amerika, lembaga pemerintah mengatur standar makanan yang kita makan sehari-hari. Misalnya, daging itu harus sesuai dengan peraturan pemerintah dalam hal kelas, berat dan kualitasnya. Betapa lebih pentingnya pria yang akan menghabiskan sisa hidupnya dengan Anda dibandingkan dengan daging sapi (bahkan daging kualitas terbaik)? Suatu hubungan seumur hidup menuntut standar peraturan yang paling tinggi. Di planet ini ada pria-pria yang dapat menangani pemeriksaan yang mendetail semacam itu dan didapati “pantas untuk dinantikan”.

to be continued...here you go

Kamis, 15 September 2011

Masa Lajang yang Produktif

Kemarin aku sempat membaca postingan dari Kak Martha disini.. Kak Martha menuliskan beberapa penyesalannya dimasa2 dia masih single. Aku juga punya beberapa penyesalan dimasa laluku, merasa klo bisa, ingin aku ubah bagian itu, tapi aku tau Tuhan mengijinkan semua itu terjadi supaya aku belajar. Aku ingin lebih produktif dimasa lajangku dan membangun hidup didalam Dia.

Biasanya nih sebagian besar anak-anak muda yang masih single pasti mengeluhkan banyak hal dalam hidup mereka, dan masalah utamanya pastilah kesepian. Apalagi klo udah malam minggu, pasti status bbm, fesbuk maupun twitter begini semua : malam minggu sendiri lagi, sepi banged yah, naseeb jomblo, dan seterusnya.

Nah, kemarin aku baru selesai baca bukunya Eric dan Leslie Ludy “When God Writes Your Love Story”, ada beberapa hal yang ingin aku share-kan disini mengenai masa lajang.

Masa lajang dapat menjadi masa yang mengasyikan, yang Allah pakai untuk membentuk kita menjadi serupa denganNya dan mempersiapkan kita bagi hubungan kita dimasa yang akan datang.

1. Masa lajang dapat memperkuat kualitas karakter diri kita
  • Kepuasan yang saleh

Hidup tidak dimulai setelah akhirnya kita menikah, kehidupan sudah dimulai jauuuuh sebelum itu. Nikmati hari demi hari yang begitu berharga, bukan menunggu segalanya menjadi sempurna.

Suatu hubungan tidak dapat membuat kita menjadi pribadi yang utuh karena hanya Yesus yang dapat menjadikan kita pribadi yang utuh. Pernikahan seharusnya tidak menjadi “medali emas” yang kita perjuangkan supaya kita merasa “puas”. Kita harus belajar untuk “mencukupkan” diri saat ini, didalam Kristus saja.

Meski pernikahan kita kelak dapat memberikan sukacita besar bagi kita, kita benar-benar memiliki alasan untuk merasa bahagia dan puas, tak peduli masa apa yang sedang kita jalani-karena apa yang telah Yesus lakukan bagi kita. Kepuasan sejati hanya dapat ditemukan dalam hubungan kasih yang intim dengan Tuhan, bukan hal-hal lain, termasuk kisah cinta romantis.

  • Memperoleh kekuatan untuk mandiri

Allah memakai rasa kesepian untuk mengajar kita untuk bergantung penuh kepadaNya. Kita tidak dapat menggantungkan rasa aman kita pada suatu hubungan. Kita harus belajar untuk percaya hanya pada Yesus saja.

Masa lajang dapat memberi kita ketangguhan seperti itu-keberanian, rasa percaya diri, keterampilan untuk memimpin, kemandirian.

  • Mendapatkan TanganNya yang lembut dan penuh kasih

Dalam masa-masa ini, kesepian kadang datang menghampiri kita. Sungguh menyenangkan karena mengetahui bahwa meskipun kita mungkin “bernyanyi” sendiri dalam kehidupan, kita tidak pernah sendirian. Kehidupan melajang adalah sebuah kesempatan untuk membiarkan Kristus memeluk hati kita dan mengetahui betapa Dia sangat mengasihi kita.

2. Masa lajang adalah waktu untuk berfokus pada persiapan praktis
  • Menemukan dan Mengembangkan Talenta serta Keterampilan Hidup

Masa lajang adalah masa untuk mencariNya dengan hati yang tidak menyimpang. Masa lajang merupakan kesempatan untuk menemukan pribadi yang Allah inginkan bagi kita dan panggilan yang diberikanNya bagi kita dalam hidup ini. Masa lajang dapat menjadi waktu yang sempurna untuk mengembangkan keterampilan hidup dan menemukan cara untuk menggunakan bakatmu bagi Tuhan.

  • Kembali ke dasar

Menikah didunia nyata membutuhkan kerjasama tim. Jika kita memiliki pola pikir bahwa kita akan mengandalkan pasangan kita untuk melakukan semua pekerjaan rumahtangga, berarti kita sedang berada dalam masalah.

Kita sendiri yang paling tau manakah bidang praktis dalam hidup kita yang perlu dikembangkan, perlu diusahakan. Misalkan bagaimana menyusun anggaran, mengatur keuangan, menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, memasak, dan berbagai persiapan praktis dalam ketrampilan mendasar dalam hidup.

  • Pernikahan Dimaksudkan untuk Semua Orang

Pada kenyataannya, kebanyakan kita akan menikah saat kita hidup, jadi masuk akal bila kita merencanakan dan mempersiapkannya. Namun, jika kita menjadi lajang seumur hidup kita, kita masih akan mengalami pernikahan suatu hari nanti. Ketika Kristus, Mempelai Pria Sejati kita, menampakkan diri dalam segala kemuliaanNya. Entah kita mengalami pernikahan dibumi ini atau tidak, kita semua dapat mempersiapkan diri dan bersiap menyambut Mempelai kita yang sejati.

  • Menghitung Mundur

Harus kita sadari bahwa hari-hari terakhir semata-mata merupakan hitungan mundur sebelum perayaan pernikahan agung di surga. Sekarang adalah saat yang tepat untuk menanti-nantikan dan bergirang. Kita, sebagai mempelai perempuan Kristus seharusnya benar-benar penuh sukacita bukan rasa takut, karena mengetahui bahwa kita akan segera bersama-sama denganNya selamanya dan seluruh kerinduan kita pun akan terpuaskan.

Entah kita melajang atau menikah dibumi ini, kerinduan dan hati kita seharusnya ditujukan kepada Pribadi yang memberikan segalanya bagi kita, yang sedang menyediakan tempat bagi kita disurga dan yang akan segera datang kembali untuk menemui mempelai perempuanNya.


Seperti katanya Dhieta, aku ga bisa dikategorikan sebagai “single” tapi almost double *Amin* wkwkwkwk, Ia aku emang udah punya pacar tapi berhubung pacarku jauuuuh di ujung timur Indonesia, aku juga hampir setiap malam minggu sendirian. Secara aku tinggal cuman berdua sama ade-ku. Jadi rasa sepi itu juga kerap kali datang, tapi Puji Tuhan, dengan menggunakan waktu-waktu aku “sendiri” untuk mencari Tuhan, melayani Tuhan, mengembangkan bakat dan talenta yang Tuhan kasih, belajar mengembangkan diri sendiri, bergaul dengan semakin banyak orang, aku merasa diriku jarang kesepian.

nona, angel, welly, lidya, della, valen, nita

Ayo gunakan waktu-waktu lajang kita dengan produktif. Jangan mengasihani diri sendiri karena ga punya pacarlah, ga bisa malam mingguanlah, ga bisa dijemputlah, harus sendiri teruslah, dan banyak alasan lainnya. Masih ada banyak hal yang dapat kita lakukan dalam masa lajang kita. Jangan sampe nyesel lho nantinya..hehehehehe :D

Kamis, 08 September 2011

Lady in Waiting Chapter 7 Wanita yang Memiliki Rasa Aman

Rasa Tidak Aman

Mengapa para wanita cenderung “mengejar-ngejar” para lelaki? Jawabannya adalah rasa tidak aman. Seorang wanita yang merasa tidak aman, dunianya akan berpusat pada sesuatu (pernikahan) atau seseorang (pria yang tepat) yang dapat hilang atau diambil. Rasa tidak aman membuat seorang wanita kehilangan sukacita secara terus menerus sekalipun didalam suatu hubungan karena seorang pria tidak dapat memberikan rasa aman, hanya Allah yang mampu melakukannya.

Rasa tidak aman membuat Anda bergantung pada sebuah hubungan. Anda merasa kurang yakin kecuali Anda memiliki seorang pria. Semua mimpi, rencana dan sasaranmu berpusat seputar dirinya. Rasa tidak aman dalam sebuah hubungan dapat menyebabkan kecemburuan dan pertengkaran. Itu membuatmu kehilangan kepercayaan diri saat melihat wanita lain. Anda tidak mau dia berada diantara wanita lain yang menarik dan memikat, jika itu terjadi, Anda merasa terancam.

Rasa tidak aman dapat membuatmu memiliki banyak tuntutan dan mempunyai harapan-harapan yang tidak realistis terhadap hubunganmu. Waktu dia menyakiti atau mengecewakanmu, Anda dapat sedih selama berhari-hari.

Rasa tidak aman mengisi suatu hubungan dengan frustasi dan kekuatiran. Anda berpikir, “Aku tidak dapat hidup tanpa dia”, “Aku akan bahagia dan aman hanya jika pria itu menjadi milikku”.

Mempercayai sebuah dusta

Para wanita, Allah memberimu pilihan : rencanaNya atau rencanamu. Anda tidak dapat melihat pangeranmu karena sudut pandangmu terbatas. Hanya Allah yang mampu melihat segala hal didalam pandanganNya. Apakah Anda berusaha mengendalikan hidup Anda sendiri? Jangan puas dengan sesuatu yang kurang dari apa yang terbaik dari Allah. Serahkanlah bebanmu kepadaNya. Jangan sampai kelak Anda melihat kebelakang dan menyesal karena Anda membuat keputusan tentang “pasangan hidup” dari sudut pandang yang terbatas, karena Anda rindu mendapat rasa aman dari suatu hubungan. Allah dapat memberikan yang terbaik dariNya jika Anda menantikannya.

Kasih yang Aman

Wanita cenderung bergumul dengan rasa tidak aman karena mereka diciptakan secara unik oleh Allah. Allah membuat setiap gadis kecil dengan kebutuhan untuk mengasihi dan dikasihi oleh ayahnya didunia. Jika ayahmu gagal menunjukan kasih padamu dengan cara Allah, mungkin Anda akan terus mencari seorang pria yang akan menunjukannya. Tidak ada seorang pria, bahkan tidak seorang suami, yang dapat mengisi kebutuhan yang Anda rasakan, kebutuhan akan kasih yang aman. Hanya Yesus yang “tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya,” tidak akan pernah mengecewakan atau membiarkan Anda (Ibrani 13:8). Hanya Bapa Surgawimu yang mampu memberikan kasih yang dapat memuaskan engkau, yang memberimu rasa aman.

Manipulasi dan Manuver

Para wanita mungkin lebih menyukai membantu seorang pria daripada wanita karena potensi “bayaran”nya kelihatan lebih berharga. Dia membayangkan sedang menukar celemek “bantuan”nya dengan sebuah cincin pertunangan. Seorang wanita bijaksana pernah berkata, “Jangan lakukan sesuatu untuk seorang saudara laki-laki sesuatu yang tidak akan kamu lakukan untuk seorang saudara perempuan”.

Seorang “manipulator” mungkin mendengar bahwa seorang teman wanitanya sedang membutuhkan pertolongan tetapi ia dengan tidak pekanya membiarkan wanita itu mengerjakannya sendiri tanpa dibantu. Namun jika seorang pria tampan sedikit saja menyiratkan keinginannya akan sesuatu, dia mungkin akan “merangkak melalui pecahan kaca” untuk dapat memenuhinya.

Ijinkanlah Allah menggunakanmu untuk melayani saudara-saudara baik pria maupun wanita dengan sama tanpa motivasi-motivasi tersembunyi.

Serahkanlah seluruh urusan kepada Allah. Jika dia adalah pria yang Allah miliki bagimu, “Ia tidak akan menahan kebaikan dari orang yang hidup tidakbercela” (Mazmur 84:12). Arahkanlah energimu pada ketaatan, bukan untuk mengikat pria itu, Allah memiliki metodenya sendiri untuk mempertemukan kalian berdua. Ia tidak memerlukan pertolongan atau nasihat darimu

Pemeriksaan motivasi

Ini tidak berarti bahwa Anda tidak boleh melakukan hal-hal yang baik bagi seorang pria; ini sekedar suatu peringatan untuk memeriksa motivasimu. Sambil memeriksa rambut, make up dan gigi Anda, cobalah periksa hati Anda dengan seksama. Mintalah Tuhan mengungkapkan motivasi apapun yang tidak murni yang berdiam didalam hatimu dan dengan jujur tanggapilan apa yang Tuhan tunjukkan padamu.

Amsal 16:2 berkata, “Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.

Jika Anda bermanuver untuk mendapatkan seorang pria, Anda juga harus bermanuver untuk menjaganya tetap menjadi milik Anda. Ini tidak berarti bahwa tidak ada usaha yang diperlukan dalam sebuah hubungan yang baik, tetapi ada perbedaan besar antara berusaha dan bermanuver.

Tidak lagi Berburu

Anda hanya dapat melihat bagian luar seorang pria dari sudut pandang masa sekarang. Allah melihat hati pria dari sudut pandang kekekalan. Percayakanlah kepadaNya dan biarkan Dia menunjukkan betapa dapat diandalkannya kasihNya bagimu.

Anda harus meletakkan rasa amanmu dalam Kristus. Dia rindu Anda menjadi aman didalam kasihNya. Dia ingin melindungi, memimpin dan mengasihimu. Untuk mengembangkan rasa aman, berilah hati dan emosimu kepada Tuhan. Dengan Yesus ditempat pertama dan pacarku ditempat kedua, aku akan mempunyai damai dan rasa aman abadi.

Untuk membangun rasa aman dalam hidupmu, habiskanlah waktu dalam Firman Allah. Amsal 1 : 33 berkata, yang mendengarkan Allah akan tinggal dengan aman.

Saat Anda menghabiskan waktu dalam FirmanNya, Anda akan menemukan :

  • Seperti apa Allah itu sebenarnya – seperti apa karakterNya
  • Apa yang Allah pikirkan tentang Anda à Anda itu orang pilihan, berharga bagiNya, mulia, dikasihi dan ditebusNya, diciptakan untuk kemuliaanNya. (1 Petrus 2:4, Yesaya 43:1-6, Yesaya 43:7).
Jangan ijinkan rasa tidak aman memotivasimu untuk bermanuver atau memanipulasi hubunganmu. Sebagai ganti berburu suami atau pacar, berkonsentrasilah untuk menjadi wanita yang sempurna (Rut 3:11). Sebagai Wanita yang memiliki Rasa Aman, nantikanlah Bapa Surgawimu membukakan rancangan sempurnaNya bagimu.

Silahkan melanjutkan ke chapter berikutnya :)