Tampilkan postingan dengan label my life story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my life story. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

Daaan jawabanku adalah... (Love Story Part II)

Berhubung bersambung banyak fans yang pada nanyain sambungan dari kisah cintaku maka dengan ini aku melanjutkan ceritaku..hehehehehe *pake gaya ababil :P* Oh iya, bagi yang belum membaca cerita sebelumnya, silahkan baca disini yaah.

 Setelah lulus kuliah dan pulang kerumah (Ambon), kami masih sms-an tapi aku sudah tidak terlalu memikirkan perasaanku karena sulit bagiku untuk memahami bagaimana kami akan bertemu lagi. Jadi aku lebih menikmati waktu-waktu bersama keluarga dan juga beberapa teman dekatku di Ambon. 

Sebulan dirumah, akhirnya Omku (adiknya papa) mengundangku untuk ke Jakarta. Setelah dipertimbangkan matang-matang sampe hangus dan minta masukan dari mama papa akhirnya aku berangkat ke Jakarta sekitar akhir Juni 2006. Nyampe Jakarta, nyari kerja, ngisi lamaran, menjalani tes dan interview disana sini. Pertama ke Jakarta langsung berasa pusing banged. Macet, debu dimana-mana n pake nyasar pula. Wkwkwkwkwkwk. Pengalaman yang tak terlupakan.

Bulan Agustus 2006 akhirnya aku bekerja di UI Depok. Waktu mulai bekerja, kami bisa lebih sering komunikasi lewat chatting :P. Bulan Oktober aku sempat ke Surabaya dan bertemu dengan teman-temanku termasuk suamiku. Tapi masih seperti yang dulu, kami ga pernah jalan berdua. Klo pun ketemuan selalu rame-rame.

Komunikasi kami semakin intens pada akhir tahun 2006. Aku menelpon untuk memberi semangat karena suamiku sedang menyelesaikan skripsinya waktu itu. Perasaanku waktu kembali ke Jakarta mulai tumbuh lagi tapi aku terus berdoa supaya tidak berlebihan dan terlalu berharap.

Awal tahun 2007 tepatnya tanggal 17 Januari, suamiku ngajak chatting (jadi ceritanya aku “ditembak” lewat IM, wkwkwkwk). Rencananya hari itu suamiku mau berangkat ke Bandung dan singgah ke Jakarta untuk melaksanakan “misinya” tapi karena ada suatu masalah sehingga rencananya dibatalkan.

Suamiku meminta supaya aku mendoakan apakah dia adalah pilihan yang tepat untukku dan memberikanku waktu untuk menjawabnya paling lama 2 tahun. Selain itu, suamiku juga mengingatkan bahwa klo jawabanku “iya” berarti aku akan bersedia untuk pindah ke Papua karena suamiku akan kembali dan membangun daerahnya. 

Waktu berlalu, kami agak menjaga jarak dan menguji perasaan masing-masing. Berdoa supaya Tuhan memberikan hikmat bagi kami untuk memutuskan bukan berdasarkan perasaan semata dan meminta pertimbangan dari orang tua juga sahabat-sahabat kami. 

Kami bertemu lagi waktu aku ke Surabaya bulan Mei 2007, kami sudah lebih dekat, masih malu-malu tetapi lebih santai dalam membangun komunikasi dan perasaan kami semakin bertumbuh.

Akhirnyaaaaaa setelah perjuangan panjang, suamiku lulus kuliah bulan Agustus 2007 *horeee*, aku diundang ke Surabaya untuk menghadiri wisudanya dan merencanakan untuk memberi jawaban "iya" kepada suamiku tanggal 1 September. Pasti pada nanya, kok lama banged jawabnya?? Hehehehehe. Bagiku menyelesaikan pendidikan adalah salah satu bentuk tanggung jawab anak-anak kepada orang tuanya. Klo seseorang tidak dapat bertanggungjawab sebagai seorang anak, bagaimana orang tersebut bisa bertanggung jawab sebagai seorang suami atau orang tua. 

Demikianlah akhir Episode I kisah cinta kami *lebay*. Kami percaya, apapun yang kami bangun didalam Kristus akan membawa “kebahagiaan” yaitu kemuliaan bagi nama Tuhan

Rabu, 06 Maret 2013

Update Blog# Six Month Anniversary#

It’s now been half a year since we’ve been together & everyday with you have been simply amazing. Still  cannot believe it has only been half a year. Time really flies. These past sixth months have been the happiest of my life.

6 bulan sebenarnya bukan waktu yang lama juga tapi melewati 6 bulan pertama dalam sebuah pernikahan bukanlah hal yang cukup mudah buktinya ada akan rtis yang merit cuman 4 bulan. Kami bersyukur karena selama 6 bulan bersama, Tuhan menyatakan kebaikan-kebaikanNya dalam hidup kami.

Awal menikah saya tinggal dirumah, kerjaanya tiap hari masak, bersih-bersih rumah, nyuci, nyetrika dan semua pekerjaan rumah tangga lainnya. Ga gampang lho jadi ibu rumah tangga (semangat yah ibu-ibu). Selama ini saya bekerja dikantor jadi mengerjakan pekerjaan rumah tangga adalah sesuatu yang agak berat pada awalnya. Dengan berjalannya waktu, saya semakin menikmati pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Apalagi waktu suami saya pulang kerja dia selalu tersenyum manis ketika menikmati makanan atau melihat keadaan rumah yang bersih dan rapi. Pasti langsung ada ucapan yang keluar dari mulutnya : mau dipijit ga??? hehehehehe, capek-capek langsung hilang J.

Bulan Januari 2013, saya bekerja lagi dan jam kerjanya lebih panjang. Ini membuat saya harus beradaptasi lagi. Bukan hanya bekerja tapi juga harus mengurus rumah. Akhirnya kami melakukan pembagian tugas dirumah. Saya kebagian nyuci, nyetrika dan membersihkan rumah sedangkan suami saya kebagian tugas memasak dan cuci piring (suami saya doyan masak). Suami saya emang luar biasa, mau membantu saya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Setelah bekerja kembali, pulang kantor berasanya capek banged n ga bisa ngapa-ngapain lagi selain mandi, makan dan tidur, namun setelah beberapa minggu semuanya sudah bisa kembali normal.

Saat-saat yang paling rentan untuk terjadinya konflik dalam rumah tangga kami yaitu pada saat saya mengalami PMS (emosinya membludak) atau pada saat kami sedang sama-sama capek. Klo lagi PMS, suami saya tertjintah akan sangat sangat sabar dengan saya dan lebih banyak ngalah. Nti klo PMSnya sudah berlalu, baru suami saya akan menegur atau mengingatkan saya. Ketika terjadi konflik, kami akan sesegera mungkin menyelesaikannya karena konflik akan membuat hati kami ga nyaman.

Setiap pagi kami membaca dan merenungkan Firman Tuhan serta berdoa bersama, membangun mezbah keluarga. Mumpung masih berdua, nti klo sudah ada buntutnya biar semakin gampang. Kami selalu diingatkan dan merasakan kekuatan dari Tuhan untuk menjalani hari-hari hidup kami dan juga doa-doa kami dijawab Tuhan dengan luar biasa. Setelah berkeluarga, kami juga diajar sama Tuhan untuk "menabur" kepada orang lain seperti hamba Tuhan, teman yang sakit ato kekurangan, keluarga, gereja dan pelayanan. Dan Tuhan menyatakan kebaikanNya dengan luar biasa bagi kami. Tuhan menyatakan bahwa semuanya adalah milik Tuhan dan Tuhan mampu memberkati hidup kami, jadi ga usah kuatir.

Pernah sekali waktu, klo ga salah 2 atau 3 bulan setelah pernikahan kami. Uang tabungan kami sudah menipis, ada beberapa pengeluaran yang tak terduga, dan kami berjanji untuk membantu ade kami yang masih kuliah. Saya belum bekerja waktu itu. Sebelum berangkat kerja kami berdoa bersama, menyerahkan kehidupan bahkan keuangan rumah tangga kami. Sejam berlalu dan saya ditelpon klo suami saya dapat berkat yang lumayan banyak. Dan Allah selalu menyatakan kebaikan-kebaikanNya. Tuhan memang luar biasa, menepati setiap janjiNya bagi anak-anakNya.

Sekian dulu update-an info dari saya..Ini ayat buat kalian-kalian :)

Mazmur 23 : 6  Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Minggu, 02 Desember 2012

Only by His Grace - Wedding Day

Menikah bukan sekedar pemberkatan, pesta atau tandatangan catatan sipil supaya kelihatan resmi baik dihadapan Tuhan maupun negara. Bukan juga tentang cinta seperti dalam film atau drama romantis "dan mereka berbahagia selamanya" (happy ending). Tapi pernikahan ada dalam rencana Allah karena itulah Allah memberkati Adam dan Hawa. Bila berjalan sesuai dengan tujuan yang Tuhan tetapkan, keluarga pasti bahagia seutuhnya.

Hanya karena anugerah dan kasih Tuhan yang luar biasa dalam hidup kami, kami dapat memasuki rumah tangga yang baru dengan bangga karena kami telah melalui satu fase dalam hidup kami dan bisa taat untuk melakukan kehendak Tuhan yaitu menjaga kekudusan kami selama pacaran. Dan kami tak pernah menyesal karena setelah menikah, kami sangat menikmati hubungan kami termasuk didalamnya seks. Jadi buat yang belum menikah, sabar sampai waktunya, Tuhan akan memberkati anak-anakNya yang taat kepadaNya seperti yang tertulis dalam Mazmur 128.
Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel


Ini beberapa foto-foto pada waktu pemberkatan dan resepsi pernikahan kami. Check this out :)



waktu aku dijemput dari rumah
waktu pemberkatan

Resepsi
our friend's
Kami mengurus semua persiapan pernikahan kami sendiri. Semakin mendekati hari-H jadinya semakin deg-degan, sampe kurang makan n tidur, takutnya ada yang kurang (hahahaha). Tapi pas hari H, kami malah lebih plong. Apapun yang terjadi hari ini kami serahkan sama Tuhan dan kami percaya kehendak Tuhan yang jadi.

Kami menyaksikan kebaikan dan mujizat Tuhan selama mempersiapkan pernikahan kami. Tuhan cukupkan setiap dana yang kami butuhkan padahal pernikahan kami over budget (semua mahal banged disini). Banyak biaya tak terduga tapi secara ajaib juga Tuhan kirimkan orang-orang yang luar biasa. Ada yang langsung ngasih angpao 3 juta pas kami antar undangan karena mereka ga bisa hadir dipernikahan kami, ada yang bersedia meminjamkan mobil tanpa dipungut biaya sepeser pun selama lebih dari seminggu (makasih keluarga Tambun :D), ada beberapa teman yang bersedia membantu pas hari-H (makasih Elky, Etin, Anta), saudara-saudaraku dari Jakarta, Jogja, Ambon dan juga Flores datang semua. Lengkap :) Tuhan cukupkan tiket pesawat mereka yang muaahal itu :P. Pokoknya Tuhan Yesus baik banged.

Tuhan Yesus tetap setia dulu, sekarang dan selamanya. Kami percaya, kami akan terus melihat kebaikan Tuhan dalam hidup dan keluarga kami.

Tuhan Yesus memberkati

Jumat, 30 November 2012

Gimana rasanya jadi isteri??

Pertanyaan yang sering kudengar setelah menikah adalah "gimana rasanya jadi istri" ato "gimana rasanya setelah menikah"? Dan aku selalu bingung bagaimana atau apa jawaban yang tepat dari pertanyaan-pertanyaan itu..

Menjadi isteri dan ibu rumah tangga itu punya tantangan tersendiri. Sebelum menikah biasanya lebih memikirkan diri sendiri tapi setelah menikah harus memikirkan pasangan kita. Mungkin bagi yang single terasa agak berat tapi apabila dilakukan dengan sukacita dan penuh cinta, pasti sangat menyenangkan. Aku menikmati masa-masa ini. Memang kami telah lama banged saling kenal tapi penyesuaian tetap ada, kami dibesarkan dalam keluarga dan budaya yang berbeda jadi dibutuhkan penyesuaian. Biasanya pasangan-pasangan sering bertengkar karena masalah penyesuaian. Contohnya nih, aku orangnya rapi dan teratur. Semua barang yang diambil harus dikembalikan ke tempatnya lagi, sayangnya suamiku tidak. Ngambil barang trus digeletakin aja setelah dipake :D Tapi aku bersyukur punya suami yang fleksibel dan mau belajar. Apapun yang tidak sesuai dengan keinginanku, pasti diomongin baik-baik dengan alasan dan juga akibat yang ditimbulkan dan suamiku dengan penuh sukacita akan melakukan kesepakatan yang kita ambil bersama.

Bagiku pekerjaan yang terberat adalah menjadi ibu rumah tangga, hahahahaha.. Makanya salut banged sama ibu-ibu rumah tangga yang mengurus rumah & juga anaknya seorang diri tanpa pembantu. Awal-awal menikah, agak melelahkan sampe sempat ngeluh-ngeluh sama suami *dasarwelly*. Bersyukur selalu di dukung, diberi semangat bahkan pijitan klo aku capek, wkwkwkwkwk. Setelah menemukan ritme yang tepat, aku mulai menikmati melakukan semua pekerjaan rumah tangga bahkan memasak (yang tidak pernah aku lakukan dan tidak suka kulakukan). Apalagi lihat senyum suamiku klo pulang kantor, semua capekku terbayar, digantikan dengan sukacita :) Rumah dalam keadaan bersih serta makanan tersedia. 
Capcay
Buncis pake bakso
Hari sabtu dan minggu biasanya aku libur masak karena suamiku akan memasak bagi kami (suamiku pintar masak *bangga*) jadi aku bisa leha-leha..hehehehehe

Mezbah Keluarga. Setelah menikah kami punya mezbah keluarga, berdoa dan merenungkan Firman Tuhan bersama. Itu yang selalu menjadi kekuatan bagi kami untuk menjalani hari-hari hidup kami, saling mendukung dan menguatkan satu dengan yang lain. 
Salah satu kesukaan kami berdua pada saat melakukan perjalanan dengan sepeda motor adalah memuji dan menyembah Tuhan. Jadi sambil duduk diatas sepeda motor, kami bernyanyi disepanjang perjalanan kami, kami dikasih kekuatan baru sama Tuhan bahkan merasakan kasih Tuhan yang luar biasa dalam hidup kami.

Maz 112 : 1-3 Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya

Aku masih jauh banged dengan istri yang digambarkan dalam Amsal 31 tapi aku mau terus berproses menjadi semakin indah dimataNya. Perjalanan masih panjang, bersama Tuhan Yesus setiap musim dalam hidup akan kami lalui bersama dengan penuh sukacita untuk memuliakan nama Tuhan.

Jumat, 16 November 2012

10 things before 30

Postingan ini ada sebagai hasil ajakan Lia di blognya beberapa bulan yang lalu *udah basi sih tapi lebih baik telat asal selamat*. Sebenarnya ga pingin ingat-ingat klo beberapa tahun kedepan umurku jadi 30 tahun. Masih berasa muda (20an tahun) *masih belum terima* :P Sekarang aja masih ga suka klo dipanggil Ibu. Napa ga kakak atau mbak aja siiiiih. 

Dibanding tambah panjang mending kembali ke topik, 10 hal yang aku mau lakukan sebelum umur 30 :D

1. Belajar masak tiap hari

Sebelum menikah, aku ga pernah masuk dapur. Masih suka salah sama nama-nama bumbu dan sayuran *parah banged*. Aku ga suka masak karena aku ga suka makan :D. Berhubung bersambung aku sudah menikah jadi ya mau ga mau harus memasak, apalagi suamiku tercinta doyan makan. Puji Tuhan, karena sama-sama berasal dari ujung timur Indonesia, kami menyukai ikan. Aku ga terlalu doyan daging yang lain seperti ayam dan daging sapi. Jadinya klo tiap hari makan ikan, kami ga masalah. Sekarang udah lumayan bisa numis sayur, masak capcay ato sop macaroni. Belum expert banged tapi sudah lumayanlah. Selain menjadi penikmat masakanku, suamiku juga jurinya. Maklum, suamiku lebih jago masak. Hari sabtu ato minggu aku biasanya libur memasak karena ada suamiku tercinta yang memasak..wkwkwkwkwkwk 
 
2. Belajar bikin jajanan pasar
Ga doyan makan nasi tapi doyan banged makan jajanan pasar dan juga desert seperti puding. Udah beberapa kali bikin jajanan yang biasa dibuat mamaku pas aku masih kecil seperti panekuk, kue lumpur, dll. Rasanya biasanya enak tapi bentuknya yang belum cantik. Masih harus belajar.

3. Belajar bikin kue madona untuk natal
Pasti pada ga tau kue madona itu kaya apa. Klo orang Ambon sih pasti tau, soalnya ini selalu ada di acara-acara spesial kami. Aku ga tau kenapa itu kue bisa bernama madona tapi aku sukaaaa banged.

ini nih yang namanya kue madona

4. Belajar mengendarai sepeda motor dan mobil
Kemana-mana ga efektif klo naik angkot ato diantar kesana-kesini jadi harus belajar naik motor

5. Mau hamil :D
Karena udah menikah jadi boleh hamil dong yaaaak :D.Semoga sebelum umurku 30 aku udah hamil

6. Belajar bahasa inggris
Ngerasa bahasa inggrisku ga oke banged jadi harus banyak belajar. Ga ada kata terlambat, semangat!!!

7. Sekolah lagi
Rencananya tahun depan pingin kuliah lagi klo Tuhan mengijinkan.

8. Pingin bisa diving dan ke Raja Ampat.
Raja Ampat itu di Papua juga tapi aku belom pernah kesana. Diperkirakan ada 1.070 lebih spesies ikan ada di Kepulauan raja Ampat




9. Bisa punya rumah sendiri. 
Sekalipun sudah menikah, kami belum punya rumah sendiri. Semoga sebelum umur 30 sudah tercapai keinginan ini

10. Pingin bisa pelayanan lagi.
Rindu untuk pelayanan lagi. Maunya pelayanan anak-anak tapi liat aja dikasih kepercayaan dimana.

Ayo yang mau ikutan ato yang belum ikutan silahkan ditulis biar jadi reminder buat diri sendiri juga.


God bless you


Rabu, 24 Oktober 2012

Kami bertemu... Aku juga galau :P (Love story Part I)

Bertemu pertama kali tanggal 4 Oktober 2002 dikosanku, Siwalankerto Timur 1 No 11e Surabaya, waktu ulang tahun.temen kosku. Kami sama-sama mahasiswa baru di Universitas Kristen Petra Surabaya, sama-sama penerima beasiswa KTI (Kawasan Timur Indonesia-kuliah gratis, ga pake bayar :P), aku dari Ambon, suamiku dari Papua. Kami sama-sama berjemaat dan pelayanan di gereja Mawar Sharon, suamiku pemain gitar sedangkan aku penari tamborin. Kami juga pelayanan di kampus. Suamiku di PELMA (Pelayanan Mahasiswa) sedangkan aku sebagai ASTOR (Asisten Tutorial Etika) untuk para mahasiswa baru. Dengan begitu banyak kegiatan dan kuliah, kami jarang bertemu karena beda jurusan dan beda pelayanan. Paling klo ketemu hanya sekedar say hello aja.

Seiring berjalannya waktu. Kami lebih saling mengenal, kumpul rame-rame untuk rayain ulang tahun, sharing-sharing, dls. Pernah, ga sengaja ketemu di kosan temenku dan berakhir dengan sharing berdua, klo ga salah 2x. Tapi gara-gara insiden  "sering sms-an", kami digangguin sama teman-teman kami. Hal itu membuat kami agak menjaga jarak, takut mempengaruhi hati kami. Kami masih ingin fokus kuliah dan pelayanan saja. Kami cukup dekat tapi tetap menjaga jarak. Menjelang akhir-akhir masa-masa kuliahku, sepertinya aku punya "perasaan khusus" padanya, tapi aku ga pernah menyatakannya.

Aku lulus kuliah duluan pada Maret 2006 dan memutuskan untuk kembali ke Ambon pada Mei 2006. Teman-teman dan sahabat-sahabatku berkumpul di kosku, menyampaikan kata-kata perpisahan dan mengantarku ke bandara. Anehnya, suamiku tidak muncul dikosanku bahkan di bandara. Agak kecewa sih, ”kok menyampaikan salam perpisahan aja ga bisa” -gara-gara takut digangguin sama teman-teman kami-. Salah satu sahabat kami merekam pesanku untuk suamiku, lebih tepatnya amarahku dan menyampaikan padanya. Telepon dan sms darinya selama beberapa hari kuabaikan. Hahahahahaha. Setelah semua berlalu, aku baru tau ternyata suamiku ga berani menyampaikan salam perpisahan karena takut nangis liat aku pergi..hahahahaha (muka Rambo hati Rinto :P). Gara-gara aku marah, suamiku yang biasa periang jadinya murung banged seharian, sampe ga pingin makan *ajaib banged, biasanya nafsu makannya segede gunung :D*. 

Klo ingat masa ini ternyata aku juga pernah melalui masa-masa galau. hahahahaha . Begitulah, kadang cewek suka galau. Ga suka menunggu, sukanya terburu-buru dan suka salah menafsirkan perlakuan baik cowok. Apa-apa dinilai pake perasaan, bukan pake otak :P. Sekalipun melewati masa-masa galau karena bingung sama perlakuan cowok yang seakan-akan manis banged, yang nunjukin klo dia kayanya suka tapi kok ga nembak-nembak, yang sms-sms mulu tapi klo ketemu kok kayanya biasa-biasa aja, aku bersyukur karena aku punya komunitas yang sehat, bersyukur karena mengambil keputusan untuk tidak pacaran dulu, untuk menjaga hati, untuk terus setia sama Tuhan, untuk melayani Tuhan, tidak terburu-buru dan menguji segala sesuatu... (to be continue)

foto jaman baheula banged 

Rabu, 29 Agustus 2012

Undangan :)

Hohohohohohoho, tinggal seminggu lagi :)

Undangannya silahkan klik disini

Mohon doa restunya yaaah

Selasa, 21 Agustus 2012

Aku kembali (Welcome to Papua-Foi Moi)

Ga berasa yah waktu berlalu begitu cepat..Udah lebih dari 2 bulan aku ga ngeblog dan juga pindah ke Papua..banyak hal yang pingin di sharingkan tp satu2 dulu deh. 

Yang pertama ingin kuceritakan yaitu Papua..Aku berangkat dari Jakarta ke Jayapura tanggal 25 Juni 2012, ini merupakan pengalaman pertamaku ke pulau paling timur di Indonesia ini. Menempuh perjalanan kurang lebih 5 stengah jam menggunakan pesawat terbang, akhirnya tiba juga di bandara Sentani Jayapura. Saat akan mendarat pemandangannya keren bgd..aaah, langsung jatuh cinta.Bahkan sampe sekarang pun masih terpesona dg keindahan tanah ini. 

Gugusan gunung-gunung bertemu dg danau dan laut. Indah banged. Setiap melihat pemandangan alam disini, hatiku selalu melimpah dg ucapan syukur, Tuhan luar biasa menciptakan alam yang indah untuk kita nikmati. Sebagian besar daratan disini terdiri dari gunung-gunung. Gunung disini masih hijau jadi udaranya bersih. Meskipun terik matahari kadang menyengat namun anginnya sangat sejuk apalagi airnya, sedingin es. Jadi seger banged klo mandi pas udara lg panas.brrr. Disini pantainya keren-keren dan ada danau yang luas banged, namanya danau Sentani. Sebelum pesawat mendarat, kita akan berada diatas danau Sentani jadi kita bisa melihat langsung keindahan danau ini. Sayangnya, harga tiket pesawat kesini lumayan mahal jadi jarang yang mau datang ato berwisata kesini.

Selama ini Papua yang didengar dan diliat di tv itu kan tentang penembakan, kerusuhan, perang, dls pokoknya yang jelek-jelak aja, ternyata ga semua dan selalu demikian. Memang ada beberapa daerah di Papua yang kadang terjadi "perang suku" tp tidak selalu dan setiap saat terjadi. Di kota Jayapura sendiri lumayan aman kok. Salah satu persepsiku yang salah juga yaitu aku pikir Jayapura itu ga maju, sepi, jarang ada supermarket, dls ternyata aku salah. Supermarket bertebaran dimana-mana, bahkan sering terjadi kemacetan juga karena jumlah kendaraan yang cukup banyak. Penduduk di Jayapura selain orang Papua juga banyak dari Ambon, Medan, Toraja, Makasar dan Jawa. Jadi kota ini cukup ramai.

Ini beberapa foto tempat-tempat yang sudah kukunjungi selama di Jayapura :)




Tiga Foto diatas adalah foto pantai Base-G (kurang lebih 10Km dari Kota Jayapura) 



Kelapa Muda di Sky Line enak banged, apalagi sambil menikmati pemandangan indah kaya gini 



Kamis, 26 Januari 2012

News Update 26 Januari 2012

Lama banged ga nge-blog..Banyak kerjaan dikantor, pulang ke Ambon dan juga menghadiri pernikahan teman2ku. Ga terasa udah diakhir bulan Januari aja yah :)

Selama bulan Januari ini aku merasakan berkat Tuhan yang luar biasa.
Seperti yang dikatakan dalam 1 Korintus 2 : 9 "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia"
Sebenarnya kami merencanakan untuk ke Ambon itu dari bulan Desember 2011 tapi setelah melakukan perhitungan yang matang dan mengecek harga tiket maka kami memutuskan untuk mundur ke bulan Januari saja. Maklum, tiket pesawat dari Papua (Biak) ke Ambon mahal (3 juta/orang) n pake transit di Makasar 1 malam jadi keluar duit buat nginap di hotel juga.

Pantai Natsepa Ambon 12012012


Aku berangkat dari Jakarta tanggal 7 Januari 2012, sedangkan Remuz (pacarku) berangkat tanggal 10 Januari, transit Makasar sehari, jadi tanggal 11 Januari 2012 baru nyampe Ambon.
Tanggal 1202012 kita melakukan pertemuan dengan keluarga besarku. Klo dalam bahasanya orang Ambon itu "maso minta"..hehehehehehe *dilamar juga aku* :P.

Kami sudah pacaran cukup lama (4 tahun 4 bulan) tapi ga pernah tinggal di satu kota. LDR terus. Aku sih di Depok tapi Remuz berpindah-pindah (4 bulan pertama di Surabaya, pindah ke Bandung untuk S2 selama 3 tahun, 1 tahun terakhir dia tinggal di Jayapura). Proses Tuhan melalui hubungan kami banyak banged dan kami bersyukur bila kami masih bisa terus setia sama Tuhan hingga saat ini.

Aku bersyukur untuk banyak hal selama berada di Ambon. Bersyukur bisa ketemu sama keluarga besarku. Kurang lebih 10 tahun aku ga pernah ngumpul bareng. Bersyukur acaranya berjalan dengan lancar. Bersyukur semua yang kami butuhkan dicukupkan sama Tuhan. Bersyukur masih bisa menikmati keindahan kota Ambon tercinta. Bersyukur masih bisa menikmati makanan Ambon yang enak-enak (porsi makanku bertambah selama disana). Bersyukur bisa ketemu pacarku walaupun cuma 2 hari (hehehehehehe, 7 bulan ga ketemu boo :P)

Perjalanan kami kedepan masih panjang, kami menyerahkan setiap rencana kami dalam tangan Tuhan, satu doa kami biarlah melalui hubungan kami, Tuhan Yesus dimuliakan dan menjadi berkat bagi banyak orang khususnya bagi keluarga kami :)

Doakan kami yah..GBU

-Trust in Gods plans for your life - He will never steer you in the wrong direction-







Kamis, 20 Oktober 2011

Thanksgiving Thursday : Enjoy My Job

Beberapa hari ini cukup capek menghadapi kerjaan. Punggung dan leher sakit semua karena seharian duduk didepan komputer, mata mulai kriyep-kriyep karena menatap angka-angka dari pagi sampai sore hari. Biasanya kerjaanku ga sebanyak beberapa minggu belakangan ini.
Ketika capek datang, satu hal yang aku lakukan aku mau bersyukur sama Tuhan. Memang capeknya ga langsung hilang, tapi ada sukacita yang Tuhan berikan bagiku.

Aku bersyukur karena :
1. setiap hari aku hanya perlu berjalan kaki 20 menit kekantor (itung-itung olahraga), melewati danau dan pohon2. Mendengar kicauan burung dan menikmati sinar matahari di pagi hari. Ga pernah mengalami kemacetan jadi ga pernah streeees seperti kebanyakan orang yang tinggal di Jakarta dan Depok :D
Danau yang kulewati tiap hari dan kantorku

2. selain bekerja aku masih punya banyak waktu untuk melayani Tuhan dan melakukan hobiku seperti baca buku, nonton film korea dan tentunya jalan-jalan sama teman-temanku.
3. kerjaanku ga bikin setreees2 amat, aku menikmati setiap proses yang dilalui
4. teman2 kerja yang gokil abieeeees. Tiap hari ketawa melulu ngeliat tingkah orang-orang aneh ini heeheheheheh..

Terima kasih Tuhan untuk anugerahmu yang melimpah dalam hidupku.
Tulisan ini juga untuk berpartisipasi dalam Thanksgiving Thursday di blognya Shinta. Langsung aja kunjungi blognya disini klo mau ikutan juga :)

Selasa, 11 Oktober 2011

My special day 091011 :)

Selamat tambah tua kepada diriku *hahahahahha*. Beberapa hari yang lalu, aku genap berusia 17 tahun *korting umur >> berasa muda* wkwkwkwkwkw :)

Hari sabtu kemarin, aku tidur lebih awal. Jam 11 malam aku udah tidur karena besok aku harus bangun pagi dan kegereja untuk pelayanan. Tapi pas dijam 12 malam, hpku berbunyi dan ternyata mamaku yang menelponku untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Baru menerima telepon beberapa menit dari mamaku, tiba2 pintu kamarku terbuka dan tadaaaaaa, adeku Lidya, Ruth dan Winda (teman kosanku) datang dengan kue serta menyanyikan lagu "happy birthday". Spontan, aku ngomong ke mama "Ma, udah dulu yah. Ini ada teman2ku datang, aku ga enak suruh mereka nunggu". Akhirnya aku pun menutup telepon dan berkumpul bersama mereka.

Setelah makan kue dan ngobrol selama beberapa waktu, kita akhirnya bubar dan kembali kekamar masing-masing. Aku dan adeku berdoa bersama dan tidur. Tapi ada sesuatu yang terus berputar-putar dalam pikiranku. Aku agak merasa bersalah karena segera menutup telepon dari mamaku tadi, hanya karena teman2ku sedang menunggu, padahal di Ambon itu sudah jam2 pagi artinya mama ga tidur hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun untukku..huuuuu *sorry mom*

Dan bukan hanya itu saja yang mengusikku, seingatku sejak aku lahir sampe ulang tahun yang ke-27, aku belum pernah mengucapkan terima kasih buat mama yang telah melahirkan aku. Mama telah memilih untuk meresikokan dirinya supaya aku lahir dibumi ini. Ya, setiap kita lahir karena mama kita memilih untuk meresikokan dirinya untuk mengandung dan melahirkan kita. Akhirnya malam itu juga, aku memutuskan untuk meng-sms mamaku dan mengucapkan terima kasih telah memilih untuk melahirkan aku dibumi.

Sebelumnya aku sempat membaca twit Rick Warren tentang Steve Jobs : "So grateful Steve Jobs was ADOPTED instead of aborted. Think what our world would have missed!"
Ya karena Ibunya Steve Jobs memilih untuk tetap mempertahankan kandungannya dan melahirkan bayinya meskipun ia hamil sewaktu masih kuliah maka kita bisa menikmati semua kemajuan teknologi dari Apple bukan?? (meskipun gw ga make iphong juga sih :P)
Ayo bersyukurlah buat pengorbanan ibu yang telah melahirkan kita :)

Bertambah setahun usia bagiku juga menyatakan bahwa:
  • penyertaan Tuhan begitu sempurna selama hari-hari yang telah lewat. Dalam suka dan duka, di padang yang berumput hijau dan dalam lembah kekelaman, dalam tawa canda bahkan derai air mata. Dia selalu ada disana.
    Mazmur 23 (2) Ia membaringkan aku dipadang yang berumput hijau (3) Ia menyegarkan jiwaku (4) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.
  • waktu hidupku dibumi ini semakin berkurang dan semakin dekat juga aku akan bertemu dengan Bapa disurga. Kita ga tau kapan waktu itu datang tapi yang pasti, semakin mendekat. Seperti jam pasir, setiap hari pasir itu terus berkurang dan suatu saat nanti pasir itu akan habis dan waktuku berhenti.
    Mazmur 90: 12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana
    Dalam pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University dia menyatakan : for the past 33 years, I have looked in the mirror every morning and asked myself: "If today were the last day of my life, would I want to do what I am about to do today?" And whenever the answer has been "No" for too many days in a row, I know I need to change something.
  • masih ada hari ini. Masih ada kesempatan yang Tuhan kasih untuk hidup, untuk berkarya, untuk berubah, untuk memuliakan nama Tuhan. Jadi selama masih ada hari ini, masih ada kesempatan.
Bersyukur untuk semua yang Tuhan kasih selama aku hidup. Udah hidup sendiri selama 9 tahun dirantau tanpa keluarga tapi tak satu hari ulang tahunku pun yang kulewatkan tanpa doa, perhatian, kue, kado dan semua hal yang baik yang menyatakan Tuhan setia.
Bersyukur untuk orang-orang luar biasa dalam hidupku, keluarga, sahabat, teman, kenalan, semua yang pernah meninggalkan jejak-jejak indah dalam hidupku.

Satu yang kuminta dari Tuhan, berikan aku kekuatan dan anugerah untuk terus taat dan setia. Setia menanti setiap janji Tuhan digenapi dalam hidupku. Taat dalam setiap keadaan, waktu sedang melimpah2 ataupun kekurangan, waktu semuanya sesuai dengan yang kuharapkan ataupun mengecewakan, waktu keadaan menjadi sulit ataupun semuanya baik-baiknya. Ajar aku setia Tuhan :)

Kamis, 29 September 2011

Thanksgiving Thursday : Thank God for My Family

Yay, Kamis tlah tiba. Seperti hari kamis kemarin, hari kamis ini aku juga ikut berpartisipasi dalam "Thanksgiving Thursday" di blognya Shinta. Ayo, kalian-kalian juga boleh ikutan kok..Langsung aja kunjungi blognya :)

Keluarga. Dikaruniai keluarga yang "special" membuatku belajar banyak hal. Awalnya aku paling ga bisa bersyukur untuk hal ini. Menurutku keluargaku jauh dari ideal, beda dengan teman-temanku yang lain. Aku dilahirkan dalam keluarga yang jumlah anggota keluarganya cukup besar, kehilangan "sosok ayah" dalam masa-masa pertumbuhanku, keadaan ekonomi keluarga yang ancur tak karu-karuan, kehilangan satu-satunya rumah kami, tempat kami tinggal karena kerusuhan di Ambon.
Selain itu, hal yang paliiiiiiiiiiiiiiiiiiing mengesalkanku adalah mendengar amarah dari papaku serta omelan mamaku. Pulang sekolah disambut dengan omelan, kemudian dilanjutkan dengan pertengkaran dengan saudara-saudaraku. Itulah yang terjadi selama masa pertumbuhanku, dimasa remajaku. Dulu aku selalu berandai-andai, klo saja aku dilahirkan tidak dalam keluarga seperti ini, aku pasti lebih bahagia, disayang-sayang, diperhatikan, dipenuhi semua keinginannya dan semua hal yang menyenangkan.

Setelah waktu berlalu, aku bertobat mengenal Tuhan, aku kuliah dan meninggalkan keluarga serta kotaku tercinta, pandanganku tentang keluargaku mulai berubah meskipun keadaannya belum berubah semuanya.

Aku tak pernah bisa memilih siapa kedua orang tuaku, aku ga pernah bisa memilih siapa anggota keluargaku. Dan karena Tuhan yang memilihkan untukku, aku tau itu yang terbaik.
Pendewasaan dalam kehidupan rohaniku sebagian besar sebagai hasil tanggapanku terhadap setiap masalah, tantangan, kesulitan yang keluargaku alami. Saat aku merasa lemah dan tak mampu menghadapi semuanya, saat berjalan dalam lembah-lembah kelam kehidupan, saat dalam dunia ini tak ada yang dapat diandalkan, saat kehidupanku berada didalam jalan-jalan buntu, aku menemukan Tuhan ada disitu. Benar kata Rasul Paulus dalam 2 Korintus 12 :9
"Tetapi jawab Tuhan kepadaku: Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku"

wif my mom
Terima Kasih Tuhan untuk keluarga yang Tuhan anugerahkan untukku.
  • Untuk Papa yang memberikan kasih dan perhatian meskipun itu hanya beberapa tahun dalam hidupku. Merawatku waktu sakit dan menggendongku ke dokter, mengurusku kesekolah dan menyisir rambutku. Mungkin waktu itu singkat tapi sampe saat ini aku masih mengingatnya. Aku berdoa untukmu papa
  • Untuk Mama. Pahlawan dalam hidupku. Tak pernah lelah, tak pernah menyerah, tak pernah mau berhenti untuk berjuang demi anak-anaknya. Kasihmu selalu ada setiap waktu. Dulu aku tak mengerti ketika mama melarangku ini dan itu tapi sekarang aku tau, semua itu karena mama mencintaiku. Tengkyuuu ma. I love you
  • Untuk semua saudaraku. K Ilon, Vita, Lidya, Ian n Alven. Memiliki kalian dalam hidupku adalah anugerah. Hari-hariku penuh sukacita karena canda tawa mereka. Ahhh, mereka sudah dewasa sekarang. Melihat ade-adeku bertumbuh dewasa seakan membuatku tak percaya. Ingin ku menjaga mereka supaya tak pernah mengenal "kejamnya dunia" ini tapi aku tau, aku takan pernah mampu. Doaku dan kasihku selalu buat kalian sayang. Hadapilah dunia ini dengan langkah-langkah kemenangan bersama Tuhan Yesus.
Vita, Lidya, Ian, Welly

Aku mau bersyukur Tuhan untuk keluargaku. Bersyukur untuk kehadiran orang-orang luar biasa ini, yang mengajarku untuk mengasihi, untuk mengampuni, untuk berjuang dan tak pernah berhenti. Bagaimana pun keadaan keluarga kita, bersyukurlah :)

Senin, 29 Agustus 2011

Tak pernah terganti

Ketika kuberusia 6 tahun
Engkau yang selalu membangunkanku untuk berangkat sekolah
Menyisir rambutku dengan poni keongnya
Menggendongku ke dokter waktu sakit
Alarm tidur siangku adalah dirimu

Saat usiaku 12 tahun
Engkau yang mengambil raportku
Kegiatan yang paling kusukai adalah piknik ke pantai bersamamu dan seluruh keluarga
Membeli baju baru adalah salah satu agenda bersamamu
Bila berjalan bersamamu, kupastikan selalu kugandeng tanganmu

Namun saat usiaku menginjak 14 tahun
Entah dimana sosok itu
Sosok yang selama ini bersamaku tumbuh
Bertemu dengamu adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi
Ingin rasanya mengatakan untuk tetap tinggal dan jangan pernah pergi
Jangan pernah berubah dan teruslah seperti waktu aku masih kanak-kanak

Kehilanganmu lebih dari sekedar kehilangan pemberi makan dalam keluarga
Tapi sosok yang dapat diandalkan
Sandaran dan penopang hidup kami
Aku kehilangan arah
Aku hancur berkeping keping
Entah kepada siapa aku dapat bergantung
Tidak ada yang dapat dipercayai
Hangat kasihmu selalu kurindukan

Bahkan setelah 13 tahun berlalu
Setelah belajar untuk mengampunimu
Belajar menerima semua yang terjadi
Belajar untuk terus mengasihimu
dan Belajar tentang kasih yang besar dari BAPA Sang Pemberi Hidup

Kupastikan tempatmu dihatiku tak pernah terganti
Ada ruang kosong yang selalu menantikan kehadiranmu
Menantikan suatu saat nanti
Aku bisa memelukmu, berdansa denganmu
Mengasihimu lebih dan lebih lagi
Dan aku berdoa setiap saat untukmu
Supaya suatu saat nanti, kasih Yesus yang besar dapat Engkau rasakan
Dan mengubahkanmu.
I love you dad n always miss you

Senin, 15 Agustus 2011

Surabaya penuh kenangan (Part 2) - Bergantung sama Tuhan

Mungkin bagi kebanyakan orang, masa-masa paling menyenangkan adalah masa-masa SMA tapi bagiku masa-masa sekolah yang paling menyenangkan adalah masa kuliah.

Dimasa-masa ini banyak hal yang Tuhan ajarkan untukku, salah satunya

Bergantung penuh sama Tuhan dan percaya bahwa Dia setia

Hidup jauh dari orang tua, ga punya sodara, udah gitu pas-pasan pula. Ga bisa menggantungkan harapanku pada siapapun juga. Tapi melalui setiap pengalamanku waktu kuliah, Tuhan sungguh-sungguh mengajarkanku untuk bergantung padaNya. Bahwa Tuhan yang membuka jalan dan Tuhan juga yang akan menyertai setiap langkah hidupku.

Dari awal aku kuliah, aku bertekad untuk cepat lulus, ga boleh mengulang mata kuliah yang sama dan lulus dengan nilai memuaskan. Itu berarti ga ada yang namanya main2. Tapi bukan berarti kerjaanku tiap hari cuma belajar belajar dan belajar. Aku punya beberapa komunitas yang mengasihiku, yang mendukungku, yang mendoakanku, yang luar biasa dan tidak ada duanya :)

Setelah aku menghitung-hitung jumlah sks yang harus diselesaikan, aku memutuskan untuk harus lulus 3,5 tahun, namun dengan berjalannya waktu aku menjadi agak ragu karena ada 2 matakuliah yang harus kuulang lagi dan setiap semester aku harus mengambil 24 atau 23 sks yang artinya jadwal kuliahku padat banged. Padahal aku juga pelayanan di gereja dan di kampus.

Disaat aku sudah mulai ragu, aku share dengan seorang kakak dan dia mengatakan kepadaku bahwa apapun yang terjadi jangan menyerah, coba dulu, kita ga akan pernah tau apa yang akan terjadi nanti. Pada saat-saat aku merasa tidak mampu dan tertekan, aku selalu mengulang-ulang ayat ini :
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Aku berdoa sama Tuhan & minta supaya Tuhan menyediakan yang kuperlukan dan menolongku. Aku terus berusaha semampuku, yang terbaik yang bisa kulakukan dan dalam langkah demi langkah, aku merasakan penyertaanNya yang luar biasa dalam hidupku. Aku lulus 3,5 tahun tanpa ikut semester pendek satu kalipun dan IPku diatas 3. Terima kasih Tuhan. Bukan karena kuat dan gagahku tapi karena kebaikanMu.
Yer 17 : 7 menyatakan Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! 8. Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah
Aku belajar bergantung pada Tuhan bukan pada saat semua baik, semua tersedia, semua ada, tidak ada masalah, semuanya mudah tetapi aku belajar bergantung pada Tuhan ketika sepertinya ga ada jalan keluar, semuanya menjadi kabur, banyak masalah, tidak ada tempat pertolongan bahkan sepertinya ga ada harapan lagi alias mentok. Tapi selama perjalanan 3,5 tahun kuliah, aku melihat dia tak pernah meninggalkanku.

Saat ini, ketika aku melihat kebelakang ada sukacita yang besar untuk menceritakan bahwa masa-masa itu bukan masa yang mudah tapi masa-masa luar biasa yang pernah terjadi dalam hidupku. Karena setelah melalui masa-masa itu aku semakin mantab melangkah bersama Tuhan. Hasil dari perjalanan ini bukanlah aku lulus 3,5 tahun dan mendapatkan IP diatas 3 tapi aku belajar berharap kepada Tuhan :)



Selasa, 09 Agustus 2011

Arti namaku

Welly itulah namaku. Dari lahir sampai aku SMA, aku merasa fine2 aja dengan namaku, karena di Ambon nama "Welly" itu sangat familiar, bahkan ada 2 lagi anggota keluarga besarku yang bernama Welly.

Dari dulu aku itu penasaran banged, mengapa yah mama n papaku ga ngasih aku nama yang keren, mengapa sepertinya saudara-saudaraku yang lain punya nama yang memiliki arti yang bagus, sedangkan aku? TIDAK!!

Waktu aku bertanya mengapa aku dikasih nama Welly, begini jawaban papaku : "karena sesaat setelah kamu lahir petugas pembuat akte kelahiran datang (aku ga tau persis bagaimana ceritanya), pada saat itu papa belum ngasih kamu nama dan yang terbersit dalam pikiran papa yah Welly". Maunya sih aku dikasih nama yang sama dengan Omaku yaitu Wilhelmina, tapi malah namaku disingkat jadi Welly (Di Ambon, orang yang bernama Wilhelmina dipanggil dengan Welly - red).

Jiaaaaah, jadi namaku ada karena pemikiran sesaat didepan petugas pembuat akte kelahiran *gubraaaaaaaaks*. Saat itu aku ga terlalu mempermasalahkan hal ini. Sampe tiba saatnya aku kuliah.

Pertama kali berkenalan dengan teman-teman baruku di Surabaya, pasti responnya mereka adalah kaget dan tertawa-tawa. Hah!! Masa?? Beneran?? Seakan-akan mereka ga percaya namaku Welly. Saat itu aku juga jadi bingung, kenapa ini orang-orang pada aneh semua klo aku menyatakan diri dengan nama Welly.

TERNYATA!!! Waktu ospek dan dibagi2 dalam kelompok kecil yang terdiri dari 10-15 orang, ada juga temanku yang bernama Welly dan dia cowok :D. Yang kuliah dikampusku itu hampir 95% etnis Tionghoa dan nama Welly adalah salah satu nama yang paling populer dan sering dipake oleh cowok :P. Jadilah dosen maupun teman-temanku suka lucu sendiri klo tau aku cewek dan bernama Welly.

Jadilah aku terkenal dengan sebutan Welly yang cewek itu :D. Sering banged orang-orang merasa aneh, jadi mereka biasanya memastikan dulu apa benar aku itu cewek. Dengan pertanyaan : kamu beneran Welly?

Sekarang aku sudah terbiasa dan tau mengapa mereka heran. Dan sampai sekarang pun aku masih sering disapa dengan sebutan "Bapak" jika ada orang yang belum pernah bertemu denganku dan berhubungan lewat email atau pertama kali telepon >.<..hahahahahaha Welly oh Welly

Senin, 08 Agustus 2011

Surabaya penuh kenangan (Part 1)

Perjalanan ini dimulai ketika aku berada di penghujung masa-masa Sekolah Menengah Atas. Sebenarnya waktu itu aku bingung. Apa yah yang harus kulakukan setelah lulus SMA? Keinginan terbesarku setelah lulus SMA adalah kuliah di luar kota ini, nilai-nilaiku pun sebenarnya memuaskan. Namun sepertinya keinginanku harus kupendam, berhubung keadaan ekonomi keluarga yang masih morat marit ga karuan dan juga masih harus berpindah-pindah karena belum memiliki tempat tinggal yang tetap. Boro-boro untuk memikirkan uang kuliah, biaya hidup sehari-hari aja masih harus memutar otak, apalagi uang kuliah. No way. Sekalipun sepertinya ga ada harapan buatku, namun setiap saat aku berdoa supaya Tuhan yang membuka jalan dan menuntunku kepada rencanaNya.

Ditahun terakhir aku berada dibangku SMA, pada bulan Februari, sekolah kami diberitahukan bahwa sedang dibuka penerimaan mahasiswa baru di Universitas Kristen Petra Surabaya. Dan berita baiknya adalah ada beasiswa pula, beberapa jenis beasiswa. Salah satunya beasiswa untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI). Beasiswa KTI adalah beasiswa yang diperuntukkan untuk anak-anak dari Ambon, Kupang, Papua, Toraja dan Palangkaraya, dan para penerima beasiswa KTI ini tidak harus membayar sepeserpun biaya kuliah yang tergolong mahal itu. Kami hanya perlu menyelesaikan kuliah kami dengan nilai diatas rata-rata dan lulus kurang dari 5 tahun (untuk S1). Jika nilai kami berada dibawah IPK yang ditentukan maka beasiswa kami dicabut dan harus membayar biaya kuliah seperti biasa (yang mahal itu).

Setelah melihat-lihat semua persyaratan, akhirnya aku pun mendaftar dengan membeli formulir pendaftaran yang harganya 150rb (klo ga salah) waktu itu.

Setelah mengisi formulir pendaftaran dan mengumpulkannya, aku mengikuti tes tulis dan kemudian diwawancara. Aku ingat banged klo aku ga yakin dengan hasil tesku sendiri, hahahahaha. Waktu itu sistem yang digunakan adalah jawaban yang salah akan mengurangi jawaban yang benar, jeng jeng jeng..Jadi aku tidak mengisi jawaban untuk soal-soal yang aku tidak yakin, padahal ada salah seorang temanku yang dengan PD-nya keluar dari tempat tes itu dan menyatakan klo dia mengisi semua soal (-.-). Agak ragu bahkan sangat ragu, namun semuanya kuserahkan sama Tuhan. Aku sudah berusaha semampuku, biar kehendak Tuhan yang jadi.

Beberapa minggu berlalu namun belum ada kabar apapun. Mamaku sempat bertanya, well kamu kok ga ikut PMDK di Universitas Pattimura (Universitas Negeri di Ambon)?, klo ga lulus masuk Petra gimana dong? “dalam hatiku, iya juga yah”. Bimbang, ragu, was-was, penuh ketidakpastian. Yang dapat kulakukan hanyalah berdoa, berdoa dan berdoa.

Ditengah kebimbanganku, Tuhan menjawab doaku. Sehari berselang setelah pembicaraan dengan mamaku, aku ditelpon sama orang yang mewawancara aku dan menyatakan kalo aku diterima di UK. Petra dengan full beasiswa. Tuhan emang ajaib banged da ah. Suka memberikanku kejutan. Aku senang banged, sampe loncat-loncat ga karuan..wkwkwkwkwkwk. Aku tau semua ini bukan karena kemampuanku namun karena Tuhan yang memberkatiku dengan luar biasa. Daaaaaaan perjalanan selama 3,5 tahun pun dimulai

Tuhan itu benar-benar ajaib dalam hidupku, semua yang tidak kupikirkan, Dia sediakan bagiku. Klo mengingat semua kebaikan Tuhan buatku, ga pernah akan ada habisnya.

Sama2 penghuni kosanku di SBY (11e) 9 April 2006

“Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, yang tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hari manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” I Korintus 2:9

Dari awal perjalanan ini pun aku sudah melihat tangan Tuhan dengan luar biasa menyiapkan segala sesuatunya untukku. Tengkyu Jesus

Love

Selasa, 12 Juli 2011

My Journey of Life (part 3) - Saved by Grace

Mari kita lanjutkan, cerita sebelumnya disini yah

Setelah masuk SMA, aku masih tergolong anak yang polos (ngaku-ngaku, hihihihihi). Aku ga terlalu tau "dunia luar" dengan segala kekejamannya. Saat itu, keluarga kami baru saja pindah ke suatu daerah yang berada di pusat kota Ambon (sebelumnya kami tinggal agak diluar kota, red) yang berdekatan dengan SMA-ku yang baru. Tempat tinggal kami tergolong aman, jauh dari tempat2 yang sering terjadi kerusuhan.

Aku mulai berteman dengan beberapa orang, yang kemudian membawaku mengenal pacaran dan obat-obat terlarang. Memang aku tidak sampai menggunakan obat-obat terlarang seperti ganja, sabu, dls tetapi aku mulai mengenal para pemakai obat-obat terlarang tersebut. Memang benar kata 1 Korintus 15:33 , "Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Aku mulai sering berbohong kepada mamaku, sering keluar malam, tidak fokus belajar dan pacaran yang tidak memuliakan Tuhan. Aku mencari kasih sayang lewat pacarku yang secara nyata hanya ingin menghancurkan kehidupanku. Tapi betapa bodohnya aku yang tidak menyadarinya. Hubungan kami begitu prematur, rapuh dan berorientasi kepada sex. (Aku tidak bisa membayangkan berapa banyak wanita yang telah dihancurkan hidupnya)

Puji Tuhan karena Tuhan Yesus sungguh mengasihiku. Dia telah merancangkan kehidupanku sedemikian rupa, Dia telah memilihku yang begitu kotor dan hina dan menyelamatkanku. Dia melepaskan aku dari jerat maut.

Setelah beberapa bulan berpacaran, aku berkenalan dengan seorang mahasiswi sekolah Alkitab (Kk Vena) yang sedang libur kuliah dan pulang kerumahnya (rumahnya pas disebelah rumahku). Singkat cerita, Kk Vena mengajakku untuk ke gereja bersamanya (di GBI) , kemudian belajar tamborin. Jadi hampir setiap hari aku ke rumahnya untuk belajar tamborin bersama sahabatku Yani (Yani dan Kk Vena sepupuan).

Beberapa hari setelah itu, keluarga kami mengalami musibah. Hidupku benar-benar kehilangan arah. Ga ada sosok ayah tempat aku dapat berlindung. Dengan hati yang hancur, aku berangkat latihan tamborin. Singkat cerita, Kk Vena mengajakku sharing dan aku menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupku. Aku mengakui dosa-dosaku dengan hancur hati, seluruh perjalanan hidupku seperti diputar kembali dan aku menyadari betapa kotor dan hinanya diriku. Aku memohon pengampunan dariNya. Aku menyadari bahwa karena setiap dosa-dosakulah Tuhan Yesus disiksa dan disalibkan. Aku menyadari Tuhan Yesus sungguh-sungguh mengasihiku karena itulah Dia mau berkorban untukku.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yoh 3 : 16

Pengalaman ini tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Hatiku dipenuhi dengan sukacita, serasa bebas lepas, beban hidupku yang sebelumnya berat menjadi ringan. Secara pribadi menerima kasih yang begitu luar biasa, menerima pengampunan, diselamatkan dan berkomitmen untuk memulai hidup baru didalam Krisrus. Mengalami pengalaman indah bersama Tuhan.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru : yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang 2 Kor 5 : 17

Sejak saat itu aku berkomitmen untuk hidup benar didalam Kristus, aku memutuskan hubunganku dengan pacarku dan mulai sungguh-sungguh belajar Firman Tuhan, merenungkan dan melakukannya hari lepas hari.

Masalah selalu silih berganti datang, tapi kekuatan dan penghiburan dari Tuhan selalu kurasakan. Saat ini, sudah 10 tahun aku berjalan bersama Tuhan dan Dia selalu membuktikan bahwa Dia Allah yang bertanggungjawab atas hidup anak-anakNya, Dia tidak pernah meninggalkanku, selalu mengasihi dan setia padaku

Senin, 11 Juli 2011

My Journey of Life (part 2)

Menyambung ceritaku sebelumnya

Setelah kejadian itu aku seperti kehilangan arah, mencari kasih sayang dan perlindungan dengan bergaul dengan teman-temanku. Hampir setahun setelah kejadian itu, terjadi kerusuhan di Ambon tahun 1999. Kami hidup dalam keadaan mencekam, bunyi tembakan senjata api dan bom dimana2. Kejadian yang sungguh-sungguh meninggalkan trauma yang mendalam.

Berbulan-bulan ga bisa sekolah, bahkan rumah yang menjadi tempat tinggal kami pun tak aman. Pernah dua kali aku hampir kena peluru nyasar yang masuk sampe dalam rumahku (berarti kan kejadian tembak-menembak itu tidak jauh dari rumahku). Dan puncak dari semuanya itu, kami harus meninggalkan rumah kami karena sudah tidak aman lagi dan akhirnya rumah kami pun dibakar. Kami hanya membawa beberapa tas yang berisi pakaian kami, semampu yang kami bawa.

rumah kami yang dibakar

Setelah kejadian itu kami hidup berpindah-pindah, dengan keadaan yang pas-pasan dan tanpa papa. Pernah makan nasi n mie rebus selama beberapa hari, susah air minum dan makan dari sumbangan orang lain. Tidak punya uang, bank tutup dan untuk sampai ke atm harus berjalan kaki lewat gunung sehari penuh. Tapi kami melihat perlindungan Tuhan atas hidup kami. Akibat dari tempat tinggal yang berpindah-pindah, maka kami juga sering pindah sekolah. Aku pernah belajar di 4 SMA yang berbeda. Bukan karena bermasalah tapi karena kerusuhan yang menyebabkan hal itu bisa terjadi. Setelah kejadian ini, aku semakin bertanya-tanya tentang hidup dan Tuhan. Tuhan mengapa semuanya ini terjadi?? Apa yang Engkau mau dalam hidupku??

To be continue..


My Journey of Life (part 1)

Natal tahun lalu (2010), aku sempat pulang ke Ambon dan mengunjungi rumahku, tempatku dibesarkan. Ada sejuta kenangan yang muncul kembali dalam pikiranku.

Kota Ambon dari Karang Panjang


Aku lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang mengasihiku, semua terlihat sempurna saat itu. Semua kebutuhan kami dicukupi, bahkan berlebihan. Bisa jalan-jalan keluar kota dan setiap bulannya papaku selalu mengajak kami membeli baju ataupun barang-barang yang kami inginkan.

Pantai Natsepa Ambon


Lahir dari keluarga Kristen membuatku wajib, kudu untuk ke gereja setiap minggunya bahkan aktif melayani dari sekolah minggu. Kami juga diwajibkan untuk memiliki nilai yang baik disekolah, karena itu aku harus rajin belajar. Hidup terasa baik-baik saja saat itu. Aku tak terlalu memikirkan tentang hidup dan Tuhan. Yang aku tau, aku harus rajin belajar dan rajin ke gereja. That's all. Aku tak pernah berpikir bahwa hidup itu sulit, ga pernah berpikir bahwa aku butuh Tuhan dalam arti yang sesungguhnya karena aku masih sepenuhnya bergantung pada orang tua sedangkan ke gereja hanyalah sebuah "rutinitas" saja yang wajib kulakukan.

Untuk pertama kalinya aku berpikir tentang hidup itu pada saat kami mengetahui bahwa papa kami selingkuh pada saat aku kelas 2 SMP. Sebuah pukulan besar bagi keluarga kami terutama aku yang selama ini bergantung penuh pada papa.

Kehidupan keluarga yang awalnya penuh dengan canda tawa berubah menjadi mencekam. Berbagai ketakutan dan masalah-masalah pun muncul. Mulai dari berbohong untuk menutupi kebenaran kalo papaku ga pulang kerumah kepada tamu-tamu yang datang, masalah keuangan keluarga, hilangnya sosok ayah dalam keluarga dan masih banyak lagi. Mamaku jadi sering menangis dan pingsan. Aku mulai bertanya-tanya tentang hidup dan Tuhan. Tuhan mengapa semua ini terjadi dalam keluargaku?? Tapi aku tak pernah menemukan jawabannya. Yang kutemukan hanyalah hidup keluargaku yang berubah drastis dalam sekejab...


To be continue ...