Kamis, 08 Mei 2014

Senyum seorang istri :)

Udah lebih dr setahun blog ini ditelantarkan -.-. Pingin nge-blog lg tp sinyal internet di rumah "parah" bgd. Jdnya nge-blog dr hp dg tulisannya seadanya sj. Harap maklum :)

Cerita dibawah ini dikutip dr buku yg sedang sy baca "Sacred Influence". 

Ketika saya naik bus kota di bandara, saya berjumpa dengan seorang pria berusia 60 tahun yang mengatakan sesuatu yg sangat sederhana namun mengejutkan. 
Lysa : Semestinya orang senang melihat bus kota ini berhenti, karena itu berarti mereka akan pulang ke rumah
Sang pengemudi : (tertawa) Benar, semua org gembira melihat sy berhenti di pinggir jalan. Itulah sebabnya sy sangat menyukai pekerjaan sy. Org2 naik ke dalam bus dengan senyum lebar di bibir. Mereka telah sekian lama menunggu sy dan ketika akhirnya sy dtg, mereka bahagia sy berada di sini.
Sy kerap berharap memiliki kamera video utk merekam org2 ini, yg naik ke dlm bus sy dg wajah penuh senyum dan mengeluarkan kata2 "senang bertemu Anda". Sy akan senang jk istri sy menonton video seperti itu. Sy selalu mengharapkan istri sy memandang sy seperti itu sepulang sy dr kerja.

Sy yakin setiap pria yg msh bernapas pasti merasakan hal ini. Entah pengemudi bus kota, seorg Direktur Utama, seorg atlet kelas dunia atau seorg asisten manajer di sebuah supermarket,  akan sungguh berarti bagi hati seorg pria tatkala istri dan anak2nya tampak bahagia bertemu dgnnya.


Cerita di atas cukup menemplak sy. Kenapa? Sy juga tergolong istri yg dimaksudkan oleh pengemudi bus diatas. Waktu suami sy pulang kerja, sy jarang menyambutnya dg antusias n senyum yg merekah. Pasti suami sy yg heboh bgd manggil2 istrinya yg lg sibuk di dapur dg penuh semangat.

Sy harus terus belajar menjadi istri yg menghargai dan tunduk pd suami.

Dengan pandangan mata atau raut wajah seperti apa kita memandang suami kita? Ingatlah, Anda/Saya bukan satu2nya org yg memandang suami kita. Ketika suami merasa lebih dihargai/dihormati di tempat kerja dari pada di rumah, suatu situasi yg berbahaya akan meledak. Akhirnya, hatinya akan condong ke tempat dimana ia merasa dihargai.

Nb. Tulisan ini utk para istri, bukan berarti suami2 menggunakannya sbg pembenaran atas "kesalahan" yg terjadi


Rabu, 20 Maret 2013

Daaan jawabanku adalah... (Love Story Part II)

Berhubung bersambung banyak fans yang pada nanyain sambungan dari kisah cintaku maka dengan ini aku melanjutkan ceritaku..hehehehehe *pake gaya ababil :P* Oh iya, bagi yang belum membaca cerita sebelumnya, silahkan baca disini yaah.

 Setelah lulus kuliah dan pulang kerumah (Ambon), kami masih sms-an tapi aku sudah tidak terlalu memikirkan perasaanku karena sulit bagiku untuk memahami bagaimana kami akan bertemu lagi. Jadi aku lebih menikmati waktu-waktu bersama keluarga dan juga beberapa teman dekatku di Ambon. 

Sebulan dirumah, akhirnya Omku (adiknya papa) mengundangku untuk ke Jakarta. Setelah dipertimbangkan matang-matang sampe hangus dan minta masukan dari mama papa akhirnya aku berangkat ke Jakarta sekitar akhir Juni 2006. Nyampe Jakarta, nyari kerja, ngisi lamaran, menjalani tes dan interview disana sini. Pertama ke Jakarta langsung berasa pusing banged. Macet, debu dimana-mana n pake nyasar pula. Wkwkwkwkwkwk. Pengalaman yang tak terlupakan.

Bulan Agustus 2006 akhirnya aku bekerja di UI Depok. Waktu mulai bekerja, kami bisa lebih sering komunikasi lewat chatting :P. Bulan Oktober aku sempat ke Surabaya dan bertemu dengan teman-temanku termasuk suamiku. Tapi masih seperti yang dulu, kami ga pernah jalan berdua. Klo pun ketemuan selalu rame-rame.

Komunikasi kami semakin intens pada akhir tahun 2006. Aku menelpon untuk memberi semangat karena suamiku sedang menyelesaikan skripsinya waktu itu. Perasaanku waktu kembali ke Jakarta mulai tumbuh lagi tapi aku terus berdoa supaya tidak berlebihan dan terlalu berharap.

Awal tahun 2007 tepatnya tanggal 17 Januari, suamiku ngajak chatting (jadi ceritanya aku “ditembak” lewat IM, wkwkwkwk). Rencananya hari itu suamiku mau berangkat ke Bandung dan singgah ke Jakarta untuk melaksanakan “misinya” tapi karena ada suatu masalah sehingga rencananya dibatalkan.

Suamiku meminta supaya aku mendoakan apakah dia adalah pilihan yang tepat untukku dan memberikanku waktu untuk menjawabnya paling lama 2 tahun. Selain itu, suamiku juga mengingatkan bahwa klo jawabanku “iya” berarti aku akan bersedia untuk pindah ke Papua karena suamiku akan kembali dan membangun daerahnya. 

Waktu berlalu, kami agak menjaga jarak dan menguji perasaan masing-masing. Berdoa supaya Tuhan memberikan hikmat bagi kami untuk memutuskan bukan berdasarkan perasaan semata dan meminta pertimbangan dari orang tua juga sahabat-sahabat kami. 

Kami bertemu lagi waktu aku ke Surabaya bulan Mei 2007, kami sudah lebih dekat, masih malu-malu tetapi lebih santai dalam membangun komunikasi dan perasaan kami semakin bertumbuh.

Akhirnyaaaaaa setelah perjuangan panjang, suamiku lulus kuliah bulan Agustus 2007 *horeee*, aku diundang ke Surabaya untuk menghadiri wisudanya dan merencanakan untuk memberi jawaban "iya" kepada suamiku tanggal 1 September. Pasti pada nanya, kok lama banged jawabnya?? Hehehehehe. Bagiku menyelesaikan pendidikan adalah salah satu bentuk tanggung jawab anak-anak kepada orang tuanya. Klo seseorang tidak dapat bertanggungjawab sebagai seorang anak, bagaimana orang tersebut bisa bertanggung jawab sebagai seorang suami atau orang tua. 

Demikianlah akhir Episode I kisah cinta kami *lebay*. Kami percaya, apapun yang kami bangun didalam Kristus akan membawa “kebahagiaan” yaitu kemuliaan bagi nama Tuhan

Jumat, 15 Maret 2013

Hatimu yang harus diubah :)


Pernah ga mengalami saat-saat dimana keadaan sepertinya tidak sesuai dengan keinginanmu? Pasti semua orang pernah mengalaminya. Hari-hari ini gw sedang menghadapi orang-orang yang bikin emosi cepat memuncak, hati tidak damai, orang-orang yang dipenuhi iri hati dan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya seperti suka ngomongin kejelekan orang lain. Ini membuat gw harus lebih ekstra hati-hati, bukan hati-hati dijalan tapi hati-hati menjaga hati..hehehehehhe

Klo ga menjaga hati pasti gw akan terbawa arus iri hati, cepat esmosi, dendam,dls. Bayangin aja klo ampir semua orang disekeliling gw begitu, mau ga mau gw agak terpengaruh. Tapi dalam Ams 14 : 30 bilang à Hati yang tenang menyegarkan tubuh tetapi iri hati membusukan tulang. Disinilah tantangannya supaya gw bisa memberi dampak yang baik. Klo orang yang lain marah-marah, gw harus sabar. Yang lain menebar iri hati dan dendam, gw menebar kasih dan sukacita dan itu tidak mungkin dapat dilakukan klo hati gw juga dipenuhi dengan kebencian dan iri hati. Gw harus terus waspada dan menjaga hati, seperti kata Firman Tuhan dalam Amsal 4 : 23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan.

Awalnya gw bener-bener ga suka sama beberapa orang ini, bawaannya klo ketemu mereka itu udah sebel n kesel duluan, yang akhirnya ga mendatangkan damai sejahtera. Sejak gw berkomitmen untuk menjaga hati gw dan berdoa supaya Tuhan memberikan hati yang penuh kasih dan sukacita untuk menghadapi mereka, hati gw dipenuhi damai sejahtera.

Seperti status fb gw : jangan berharap agar “keadaan” segera berubah tetapi ubahlah dulu sikap hati kita dalam menghadapinya karena dalam keadaan yang buruk sekalipun, jika kita menghadapinya dengan sukacita akan terasa berbeda.

Mungkin tindakan mereka salah, tapi kita tidak boleh membenci apalagi menjauhi mereka (toh kita bukan Tuhan yang harus menghakimi manusia). Kita harus jadi teladan dalam segala hal. Menebarkan kasih dan sukacita dimanapun kita berada.

Rabu, 06 Maret 2013

Update Blog# Six Month Anniversary#

It’s now been half a year since we’ve been together & everyday with you have been simply amazing. Still  cannot believe it has only been half a year. Time really flies. These past sixth months have been the happiest of my life.

6 bulan sebenarnya bukan waktu yang lama juga tapi melewati 6 bulan pertama dalam sebuah pernikahan bukanlah hal yang cukup mudah buktinya ada akan rtis yang merit cuman 4 bulan. Kami bersyukur karena selama 6 bulan bersama, Tuhan menyatakan kebaikan-kebaikanNya dalam hidup kami.

Awal menikah saya tinggal dirumah, kerjaanya tiap hari masak, bersih-bersih rumah, nyuci, nyetrika dan semua pekerjaan rumah tangga lainnya. Ga gampang lho jadi ibu rumah tangga (semangat yah ibu-ibu). Selama ini saya bekerja dikantor jadi mengerjakan pekerjaan rumah tangga adalah sesuatu yang agak berat pada awalnya. Dengan berjalannya waktu, saya semakin menikmati pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Apalagi waktu suami saya pulang kerja dia selalu tersenyum manis ketika menikmati makanan atau melihat keadaan rumah yang bersih dan rapi. Pasti langsung ada ucapan yang keluar dari mulutnya : mau dipijit ga??? hehehehehe, capek-capek langsung hilang J.

Bulan Januari 2013, saya bekerja lagi dan jam kerjanya lebih panjang. Ini membuat saya harus beradaptasi lagi. Bukan hanya bekerja tapi juga harus mengurus rumah. Akhirnya kami melakukan pembagian tugas dirumah. Saya kebagian nyuci, nyetrika dan membersihkan rumah sedangkan suami saya kebagian tugas memasak dan cuci piring (suami saya doyan masak). Suami saya emang luar biasa, mau membantu saya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Setelah bekerja kembali, pulang kantor berasanya capek banged n ga bisa ngapa-ngapain lagi selain mandi, makan dan tidur, namun setelah beberapa minggu semuanya sudah bisa kembali normal.

Saat-saat yang paling rentan untuk terjadinya konflik dalam rumah tangga kami yaitu pada saat saya mengalami PMS (emosinya membludak) atau pada saat kami sedang sama-sama capek. Klo lagi PMS, suami saya tertjintah akan sangat sangat sabar dengan saya dan lebih banyak ngalah. Nti klo PMSnya sudah berlalu, baru suami saya akan menegur atau mengingatkan saya. Ketika terjadi konflik, kami akan sesegera mungkin menyelesaikannya karena konflik akan membuat hati kami ga nyaman.

Setiap pagi kami membaca dan merenungkan Firman Tuhan serta berdoa bersama, membangun mezbah keluarga. Mumpung masih berdua, nti klo sudah ada buntutnya biar semakin gampang. Kami selalu diingatkan dan merasakan kekuatan dari Tuhan untuk menjalani hari-hari hidup kami dan juga doa-doa kami dijawab Tuhan dengan luar biasa. Setelah berkeluarga, kami juga diajar sama Tuhan untuk "menabur" kepada orang lain seperti hamba Tuhan, teman yang sakit ato kekurangan, keluarga, gereja dan pelayanan. Dan Tuhan menyatakan kebaikanNya dengan luar biasa bagi kami. Tuhan menyatakan bahwa semuanya adalah milik Tuhan dan Tuhan mampu memberkati hidup kami, jadi ga usah kuatir.

Pernah sekali waktu, klo ga salah 2 atau 3 bulan setelah pernikahan kami. Uang tabungan kami sudah menipis, ada beberapa pengeluaran yang tak terduga, dan kami berjanji untuk membantu ade kami yang masih kuliah. Saya belum bekerja waktu itu. Sebelum berangkat kerja kami berdoa bersama, menyerahkan kehidupan bahkan keuangan rumah tangga kami. Sejam berlalu dan saya ditelpon klo suami saya dapat berkat yang lumayan banyak. Dan Allah selalu menyatakan kebaikan-kebaikanNya. Tuhan memang luar biasa, menepati setiap janjiNya bagi anak-anakNya.

Sekian dulu update-an info dari saya..Ini ayat buat kalian-kalian :)

Mazmur 23 : 6  Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Minggu, 02 Desember 2012

Ibu Rumah Tangga? Ah ga populer :D

Saat ini klo nanya anak-anak cewek, apa cita-citamu jika udah besar nanti, bisa dipastikan tidak ada yang menjawab ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga sangat tidak populer saat ini dan juga bukan pilihan. Dijaman ini yang lebih populer adalah wanita karir, entah jadi dokter, model, manajer, sekretaris, dls

Suatu waktu, ada perbincangan antara aku dengan seorang Ibu
I  : Kerja apa kamu sekarang Well? 
A : Ga kerja, jadi ibu rumah tangga
I  : Kasian yah sekolah tinggi-tinggi kok malah jadi ibu rumah tangga

Hahahahaha, beneran pingin ketawa saat itu juga tapi ga enak aja. Pikirku, apa yang salah klo aku sekolah tinggi-tinggi dan jadi ibu rumah tangga? Memang rencananya aku akan bekerja lagi tapi aku menikmati setiap proses yang terjadi. Mengurus rumah, suami, memasak, dls adalah hal yang tidak mudah untukku, apalagi memasak tapi aku senang banged melakukannya. Dan semua ilmu yang kudapat di sekolah bisa digunakan untuk mendidik anak-anakku supaya jadi anak yang berguna dan tentunya jadi anak yang memuliakan Tuhan. Aku ga setuju klo dibilang ibu rumah tangga itu pekerjaan yang ecek-ecek, susah tau jadi ibu rumah tangga. Pekerjaan dikantor bisa aja langsung selesai tapi dirumah, pasti ada aja pekerjaan yang harus dilakukan. Jadi salut banged sama ibu-ibu rumah tangga apalagi yang punya anak dan mengatasi semuanya sendirian :)

Memasak untuk seluruh anggota keluarga : klo masak sendiri, kita bisa tau apa yang ada dalam makanan yang kita makan, air yang mana yang dipake, pake MSG apa enggak, sayurnya dicuci bersih apa enggak, dls. Intinya, makanannya terjamin bersih dan sehat terutama untuk anak-anak kita. 
Mendidik anak : jaman ini jaman edan. Anak yang udah kita ajar baik-baik aja bisa membangkang apalagi yang ga diajari. Pengaruh buruk dari lingkungan sekitar, sekolah, tontonan, internet akan sangat mempengaruhi anak-anak kita, karena itu keluarga harus berfungsi agar pengaruh keluarga tetap dapat menjaga anak-anak kita berada di jalan yang benar. 

Aku bersyukur punya teladan yang bisa dicontoh seperti Lia, Shinta, Kak Martha yang dengan sukacita dan penuh kasih melayani keluarganya masing-masing. Dengan sukacita dan penuh kasih lho yah, bukan keluhan dan omelan :)

Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan hanya manusia. BIS Kol 3 : 23
Jadi mo ngepel, nyuci, nyetrika, masak atau tugas apapun itu, lakukan sepenuh hati seperti untuk Tuhan. Suami senang dan Tuhan dimuliakan.

Only by His Grace - Wedding Day

Menikah bukan sekedar pemberkatan, pesta atau tandatangan catatan sipil supaya kelihatan resmi baik dihadapan Tuhan maupun negara. Bukan juga tentang cinta seperti dalam film atau drama romantis "dan mereka berbahagia selamanya" (happy ending). Tapi pernikahan ada dalam rencana Allah karena itulah Allah memberkati Adam dan Hawa. Bila berjalan sesuai dengan tujuan yang Tuhan tetapkan, keluarga pasti bahagia seutuhnya.

Hanya karena anugerah dan kasih Tuhan yang luar biasa dalam hidup kami, kami dapat memasuki rumah tangga yang baru dengan bangga karena kami telah melalui satu fase dalam hidup kami dan bisa taat untuk melakukan kehendak Tuhan yaitu menjaga kekudusan kami selama pacaran. Dan kami tak pernah menyesal karena setelah menikah, kami sangat menikmati hubungan kami termasuk didalamnya seks. Jadi buat yang belum menikah, sabar sampai waktunya, Tuhan akan memberkati anak-anakNya yang taat kepadaNya seperti yang tertulis dalam Mazmur 128.
Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel


Ini beberapa foto-foto pada waktu pemberkatan dan resepsi pernikahan kami. Check this out :)



waktu aku dijemput dari rumah
waktu pemberkatan

Resepsi
our friend's
Kami mengurus semua persiapan pernikahan kami sendiri. Semakin mendekati hari-H jadinya semakin deg-degan, sampe kurang makan n tidur, takutnya ada yang kurang (hahahaha). Tapi pas hari H, kami malah lebih plong. Apapun yang terjadi hari ini kami serahkan sama Tuhan dan kami percaya kehendak Tuhan yang jadi.

Kami menyaksikan kebaikan dan mujizat Tuhan selama mempersiapkan pernikahan kami. Tuhan cukupkan setiap dana yang kami butuhkan padahal pernikahan kami over budget (semua mahal banged disini). Banyak biaya tak terduga tapi secara ajaib juga Tuhan kirimkan orang-orang yang luar biasa. Ada yang langsung ngasih angpao 3 juta pas kami antar undangan karena mereka ga bisa hadir dipernikahan kami, ada yang bersedia meminjamkan mobil tanpa dipungut biaya sepeser pun selama lebih dari seminggu (makasih keluarga Tambun :D), ada beberapa teman yang bersedia membantu pas hari-H (makasih Elky, Etin, Anta), saudara-saudaraku dari Jakarta, Jogja, Ambon dan juga Flores datang semua. Lengkap :) Tuhan cukupkan tiket pesawat mereka yang muaahal itu :P. Pokoknya Tuhan Yesus baik banged.

Tuhan Yesus tetap setia dulu, sekarang dan selamanya. Kami percaya, kami akan terus melihat kebaikan Tuhan dalam hidup dan keluarga kami.

Tuhan Yesus memberkati

Jumat, 30 November 2012

Gimana rasanya jadi isteri??

Pertanyaan yang sering kudengar setelah menikah adalah "gimana rasanya jadi istri" ato "gimana rasanya setelah menikah"? Dan aku selalu bingung bagaimana atau apa jawaban yang tepat dari pertanyaan-pertanyaan itu..

Menjadi isteri dan ibu rumah tangga itu punya tantangan tersendiri. Sebelum menikah biasanya lebih memikirkan diri sendiri tapi setelah menikah harus memikirkan pasangan kita. Mungkin bagi yang single terasa agak berat tapi apabila dilakukan dengan sukacita dan penuh cinta, pasti sangat menyenangkan. Aku menikmati masa-masa ini. Memang kami telah lama banged saling kenal tapi penyesuaian tetap ada, kami dibesarkan dalam keluarga dan budaya yang berbeda jadi dibutuhkan penyesuaian. Biasanya pasangan-pasangan sering bertengkar karena masalah penyesuaian. Contohnya nih, aku orangnya rapi dan teratur. Semua barang yang diambil harus dikembalikan ke tempatnya lagi, sayangnya suamiku tidak. Ngambil barang trus digeletakin aja setelah dipake :D Tapi aku bersyukur punya suami yang fleksibel dan mau belajar. Apapun yang tidak sesuai dengan keinginanku, pasti diomongin baik-baik dengan alasan dan juga akibat yang ditimbulkan dan suamiku dengan penuh sukacita akan melakukan kesepakatan yang kita ambil bersama.

Bagiku pekerjaan yang terberat adalah menjadi ibu rumah tangga, hahahahaha.. Makanya salut banged sama ibu-ibu rumah tangga yang mengurus rumah & juga anaknya seorang diri tanpa pembantu. Awal-awal menikah, agak melelahkan sampe sempat ngeluh-ngeluh sama suami *dasarwelly*. Bersyukur selalu di dukung, diberi semangat bahkan pijitan klo aku capek, wkwkwkwkwk. Setelah menemukan ritme yang tepat, aku mulai menikmati melakukan semua pekerjaan rumah tangga bahkan memasak (yang tidak pernah aku lakukan dan tidak suka kulakukan). Apalagi lihat senyum suamiku klo pulang kantor, semua capekku terbayar, digantikan dengan sukacita :) Rumah dalam keadaan bersih serta makanan tersedia. 
Capcay
Buncis pake bakso
Hari sabtu dan minggu biasanya aku libur masak karena suamiku akan memasak bagi kami (suamiku pintar masak *bangga*) jadi aku bisa leha-leha..hehehehehe

Mezbah Keluarga. Setelah menikah kami punya mezbah keluarga, berdoa dan merenungkan Firman Tuhan bersama. Itu yang selalu menjadi kekuatan bagi kami untuk menjalani hari-hari hidup kami, saling mendukung dan menguatkan satu dengan yang lain. 
Salah satu kesukaan kami berdua pada saat melakukan perjalanan dengan sepeda motor adalah memuji dan menyembah Tuhan. Jadi sambil duduk diatas sepeda motor, kami bernyanyi disepanjang perjalanan kami, kami dikasih kekuatan baru sama Tuhan bahkan merasakan kasih Tuhan yang luar biasa dalam hidup kami.

Maz 112 : 1-3 Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya

Aku masih jauh banged dengan istri yang digambarkan dalam Amsal 31 tapi aku mau terus berproses menjadi semakin indah dimataNya. Perjalanan masih panjang, bersama Tuhan Yesus setiap musim dalam hidup akan kami lalui bersama dengan penuh sukacita untuk memuliakan nama Tuhan.

Jumat, 16 November 2012

10 things before 30

Postingan ini ada sebagai hasil ajakan Lia di blognya beberapa bulan yang lalu *udah basi sih tapi lebih baik telat asal selamat*. Sebenarnya ga pingin ingat-ingat klo beberapa tahun kedepan umurku jadi 30 tahun. Masih berasa muda (20an tahun) *masih belum terima* :P Sekarang aja masih ga suka klo dipanggil Ibu. Napa ga kakak atau mbak aja siiiiih. 

Dibanding tambah panjang mending kembali ke topik, 10 hal yang aku mau lakukan sebelum umur 30 :D

1. Belajar masak tiap hari

Sebelum menikah, aku ga pernah masuk dapur. Masih suka salah sama nama-nama bumbu dan sayuran *parah banged*. Aku ga suka masak karena aku ga suka makan :D. Berhubung bersambung aku sudah menikah jadi ya mau ga mau harus memasak, apalagi suamiku tercinta doyan makan. Puji Tuhan, karena sama-sama berasal dari ujung timur Indonesia, kami menyukai ikan. Aku ga terlalu doyan daging yang lain seperti ayam dan daging sapi. Jadinya klo tiap hari makan ikan, kami ga masalah. Sekarang udah lumayan bisa numis sayur, masak capcay ato sop macaroni. Belum expert banged tapi sudah lumayanlah. Selain menjadi penikmat masakanku, suamiku juga jurinya. Maklum, suamiku lebih jago masak. Hari sabtu ato minggu aku biasanya libur memasak karena ada suamiku tercinta yang memasak..wkwkwkwkwkwk 
 
2. Belajar bikin jajanan pasar
Ga doyan makan nasi tapi doyan banged makan jajanan pasar dan juga desert seperti puding. Udah beberapa kali bikin jajanan yang biasa dibuat mamaku pas aku masih kecil seperti panekuk, kue lumpur, dll. Rasanya biasanya enak tapi bentuknya yang belum cantik. Masih harus belajar.

3. Belajar bikin kue madona untuk natal
Pasti pada ga tau kue madona itu kaya apa. Klo orang Ambon sih pasti tau, soalnya ini selalu ada di acara-acara spesial kami. Aku ga tau kenapa itu kue bisa bernama madona tapi aku sukaaaa banged.

ini nih yang namanya kue madona

4. Belajar mengendarai sepeda motor dan mobil
Kemana-mana ga efektif klo naik angkot ato diantar kesana-kesini jadi harus belajar naik motor

5. Mau hamil :D
Karena udah menikah jadi boleh hamil dong yaaaak :D.Semoga sebelum umurku 30 aku udah hamil

6. Belajar bahasa inggris
Ngerasa bahasa inggrisku ga oke banged jadi harus banyak belajar. Ga ada kata terlambat, semangat!!!

7. Sekolah lagi
Rencananya tahun depan pingin kuliah lagi klo Tuhan mengijinkan.

8. Pingin bisa diving dan ke Raja Ampat.
Raja Ampat itu di Papua juga tapi aku belom pernah kesana. Diperkirakan ada 1.070 lebih spesies ikan ada di Kepulauan raja Ampat




9. Bisa punya rumah sendiri. 
Sekalipun sudah menikah, kami belum punya rumah sendiri. Semoga sebelum umur 30 sudah tercapai keinginan ini

10. Pingin bisa pelayanan lagi.
Rindu untuk pelayanan lagi. Maunya pelayanan anak-anak tapi liat aja dikasih kepercayaan dimana.

Ayo yang mau ikutan ato yang belum ikutan silahkan ditulis biar jadi reminder buat diri sendiri juga.


God bless you


Rabu, 24 Oktober 2012

Kami bertemu... Aku juga galau :P (Love story Part I)

Bertemu pertama kali tanggal 4 Oktober 2002 dikosanku, Siwalankerto Timur 1 No 11e Surabaya, waktu ulang tahun.temen kosku. Kami sama-sama mahasiswa baru di Universitas Kristen Petra Surabaya, sama-sama penerima beasiswa KTI (Kawasan Timur Indonesia-kuliah gratis, ga pake bayar :P), aku dari Ambon, suamiku dari Papua. Kami sama-sama berjemaat dan pelayanan di gereja Mawar Sharon, suamiku pemain gitar sedangkan aku penari tamborin. Kami juga pelayanan di kampus. Suamiku di PELMA (Pelayanan Mahasiswa) sedangkan aku sebagai ASTOR (Asisten Tutorial Etika) untuk para mahasiswa baru. Dengan begitu banyak kegiatan dan kuliah, kami jarang bertemu karena beda jurusan dan beda pelayanan. Paling klo ketemu hanya sekedar say hello aja.

Seiring berjalannya waktu. Kami lebih saling mengenal, kumpul rame-rame untuk rayain ulang tahun, sharing-sharing, dls. Pernah, ga sengaja ketemu di kosan temenku dan berakhir dengan sharing berdua, klo ga salah 2x. Tapi gara-gara insiden  "sering sms-an", kami digangguin sama teman-teman kami. Hal itu membuat kami agak menjaga jarak, takut mempengaruhi hati kami. Kami masih ingin fokus kuliah dan pelayanan saja. Kami cukup dekat tapi tetap menjaga jarak. Menjelang akhir-akhir masa-masa kuliahku, sepertinya aku punya "perasaan khusus" padanya, tapi aku ga pernah menyatakannya.

Aku lulus kuliah duluan pada Maret 2006 dan memutuskan untuk kembali ke Ambon pada Mei 2006. Teman-teman dan sahabat-sahabatku berkumpul di kosku, menyampaikan kata-kata perpisahan dan mengantarku ke bandara. Anehnya, suamiku tidak muncul dikosanku bahkan di bandara. Agak kecewa sih, ”kok menyampaikan salam perpisahan aja ga bisa” -gara-gara takut digangguin sama teman-teman kami-. Salah satu sahabat kami merekam pesanku untuk suamiku, lebih tepatnya amarahku dan menyampaikan padanya. Telepon dan sms darinya selama beberapa hari kuabaikan. Hahahahahaha. Setelah semua berlalu, aku baru tau ternyata suamiku ga berani menyampaikan salam perpisahan karena takut nangis liat aku pergi..hahahahaha (muka Rambo hati Rinto :P). Gara-gara aku marah, suamiku yang biasa periang jadinya murung banged seharian, sampe ga pingin makan *ajaib banged, biasanya nafsu makannya segede gunung :D*. 

Klo ingat masa ini ternyata aku juga pernah melalui masa-masa galau. hahahahaha . Begitulah, kadang cewek suka galau. Ga suka menunggu, sukanya terburu-buru dan suka salah menafsirkan perlakuan baik cowok. Apa-apa dinilai pake perasaan, bukan pake otak :P. Sekalipun melewati masa-masa galau karena bingung sama perlakuan cowok yang seakan-akan manis banged, yang nunjukin klo dia kayanya suka tapi kok ga nembak-nembak, yang sms-sms mulu tapi klo ketemu kok kayanya biasa-biasa aja, aku bersyukur karena aku punya komunitas yang sehat, bersyukur karena mengambil keputusan untuk tidak pacaran dulu, untuk menjaga hati, untuk terus setia sama Tuhan, untuk melayani Tuhan, tidak terburu-buru dan menguji segala sesuatu... (to be continue)

foto jaman baheula banged 

Selasa, 23 Oktober 2012

Kenyataannya...


Genap 4 bulan aku menetap di pulau paling timur di Indonesia yang begitu indah dan kaya alamnya. Seiring berjalannya waktu, semakin mengenal masyarakat dan kebudayaan disini, miris rasanya menghadapi keadaan di tanah ini. Tak bisa dipungkiri bahwa tanah ini kaya banged. Dari emas, tembaga, flora fauna bahkan biota laut ada disini. Gunung, laut dan danau bertemu jadi satu, pemandangan yang sangat indah.

Ada beberapa hal yang menarik perhatianku waktu datang kesini. Hampir sebagian besar penduduk Papua apalagi yang asli Papua beragama Kristen. Gedung yang paling gampang ditemui di kota ini adalah gedung gereja. Bahkan sampai ke gang-gang kecil pun gereja bisa ditemui. Hari dimana Injil masuk ke Papua dirayakan bahkan sampe dijadikan hari libur. Klo di propinsi yang lain Natal dan Paskah hanya dirayakan 1  hari, disini 2 hari. 
.
Kenyataan miris yang terlihat adalah pergaulan bebas yang terjadi. Pasangan muda-mudi yang kumpul kebo adalah hal yang lumrah bahkan diperbolehkan oleh orang tuanya sendiri. Hal ini juga dipengaruhi oleh adat yang dipegang kuat oleh masyarakat. Jadi tidak heran klo gaya pacaran anak remaja disini sangat tidak memuliakan Tuhan. Pergaulannya buruk dan tidak kudus.

Dampak dari kumpul kebo dan pacaran tidak kudus adalah tingkat KDRT yang tinggi. Beberapa minggu lalu, waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi, kami sedang tidur nyenyak, tiba-tiba aku terbangun karena mendengar suara tangisan perempuan sambil ngomong : ampun-ampun. Aku membangunkan suamiku untuk melihat apa yang terjadi, ternyata perempuan itu sedang dipukul sama pacarnya (pasangan kumpul kebonya). Kami tidak bisa melakukan apa-apa, kami hanya bisa berdoa.

Melakukan hubungan seks diluar pernikahan adalah biasa. Penyebaran HIV AIDS cukup tinggi melalui hubungan seksual dengan PSK. Minuman keras laku dijual disini. Ketemu sama orang tidur ditepi jalan raya bahkan didalam selokan adalah pemandangan yang sering terjadi. Bahkan bir pun dikonsumsi oleh masyarakat luas. Klo ada acara ato syukuran dirumah pasti ada bir. Dikonsumsi bahkan oleh ibu-ibu ato oma-oma. *bagiku adalah hal yang ajaib* Itu merupakan kebiasaan turun temurun.

Memang tidak semua orang yang tinggal di Papua demikian, suamiku orang asli Papua yang dilahirkan dan dibesarkan disini. Dia tidak setuju dengan banyak hal yang terjadi di tanah ini makanya dia memilih untuk kembali dan membangun daerahnya sendiri. Melihat kenyataan ini tiap hari membuat kami terbeban untuk berdoa dan menjadi berkat untuk tanah ini. Memang lebih sulit karena keadaan ini sudah terjadi turun temurun bahkan menjadi budaya masyarakat sini. Pemikiran masyarakat masih tertutup untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dan sejahtera. Kami butuh Tuhan Yesus untuk mengubahkan orang-orang ditempat ini. Dukung dan doakan kami yah, juga doakan tanah ini J


Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal DIA. Titus 1 :16

Nb. Belum dapat foto-foto wedding dari fotografer jadi cerita dan foto-foto wedding day-nya masih pending dulu yah. Internet disini suka ngambek jadi sekarang jarang OL tapi teteup dibaca kok blognya teman-teman :)

Jumat, 31 Agustus 2012

Teladan Hidup Yusuf

Semua orang Kristen pasti sudah pernah dengar nama Yusuf. Ada beberapa hal yang ingin aku sharekan mengenai hidup Yusuf yang memberkati hidupku.

Setelah dikecewakan dan dikhianati oleh saudara-saudaranya, Yusuf tetap menjadi pribadi yang luar biasa. Yusuf bisa saja kecewa sama Tuhan, bisa aja bersungut-sungut sama Tuhan "Tuhan kok jahat banged sih sampe membiarkan saudara-saudara kandungku sendiri menjualku?" "Ngapain harus taat sama Tuhan, toh Tuhan ga tolong aku kan?" "Disini (Mesir) aku jadi budak, disuruh ini itu sama tuanku, coba klo dirumahku sendiri".

Yusuf bisa punya banyak alasan untuk tidak setia dan memberontak sama Tuhan. Apalagi Yusuf dijual ke Mesir, bangsa yang memiliki budaya asing dan percaya kepada dewa-dewa, jauh dari orang tuan dan sanak saudaranya. Tapi Yusuf melalukan hal yang berbeda, dia tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya namun tetap memilih untuk taat dan setia mengikut Tuhan. Salah satu keteguhan Yusuf untuk hidup benar dihadapan Tuhan yaitu dengan menolak ajakan isteri Potifar untuk tidur dengannya. Ajakan istri Potifar bukan sekali tapi dalam Kej 39:10 dikatakan "walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf,  Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu..." Berhari-hari Yusuf dibujuk tapi Yusuf menolaknya, bahkan kata Yusuf "Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" Yusuf Takut akan Allah.

Allah menyatakan penyertaan yang luar biasa dalam hidup Yusuf. Dimulai dari rumah Potifar, dalam penjara bahkan sampai Yusuf menjadi penguasa di Mesir. Dikatakan dalam Kej 39 bahwa Tuhan menyertai Yusuf sehingga ia menjadi seorang yang berhasil dalam pekerjaannya.

Penyertaan Tuhan jauh melampaui situasi yang dialami Yusuf bahkan pertolongan dan kuasa Allah dirasakan dan dialami oleh orang-orang disekitar Yusuf. Potifar merasakan bahwa Yusuf disertai Tuhan sehingga ia memberi kepercayaan kepada Yusuf untuk menjadi kuasa atas rumah dan segala miliknya. Saat dipenjara, Yusuf menjadi kesayangan kepala penjara sehingga kepala penjara memberikan kepercayaan kepada Yusuf untuk menjaga para tahanan. Pertolongan dan kuasa Allah dialami oleh juru minuman dan juru roti melalui Yusuf yang menerangkan arti mimpi kedua orang itu.

Yusuf berada dipenjara namun situasi itu tidak menghalangi Yusuf untuk menghayati perhatian, pertolongan bahkan kuasa Allah dalam hidupnya. Bahkan bukan hanya itu saja, Yusuf tidak mengasihani diri, terpuruk dan tenggelam dalam kesedihannya namun Yusuf justru memberi perhatian kepada orang lain. Dalam Kej 40:6&7 dikatakan Yusuf melihat bahwa juru minuman dan juru roti sedang bersusah hati dan Yusuf bertanya kepada mereka mengapa muka mereka muram. Situasi yang sulit tidak membuat Yusuf patah semangat dan tidak peduli dengan orang lain sebaliknya Yusuf justru memberi perhatian, pertolongan dan kuasa Allah yang dia alami kepada orang lain. Yusuf tidak menikmati berkat seorang diri melainkan orang lain pun turut menikmati berkat Allah melalui hidup Yusuf bahkan disaat yang tidak menyenangkan dalam hidupnya.

Dalam setiap keadaan, mengucap syukurlah, terus taat sama Tuhan dan jadilah berkat. Biar dimanapun kita berada, orang lain dapat menikmati berkat Allah lewat hidup kita.

Yusuf merupakan contoh konkrit dalam Alkitab bagaimana orang yang bekerja di "dunia sekuler" menjadi penguasa suatu negeri yang hidup Takut akan Tuhan. Bekerja didunia sekuler seharusnya menjadi alasan buat kita untuk memberkati hidup semakin banyak orang seperti yang Yusuf lakukan :)

Rabu, 29 Agustus 2012

Undangan :)

Hohohohohohoho, tinggal seminggu lagi :)

Undangannya silahkan klik disini

Mohon doa restunya yaaah

Kamis, 23 Agustus 2012

Aku tak pernah patah hati :P

Setelah lama ga pernah mengunjungi blog teman-teman, akhirnya kemarin kesampaian juga. Banyak cerita yang telah aku lewatkan, salah satunya cerita Anggit tentang patah hati, bisa dibaca disini. Selain Anggit, ada juga beberapa teman bloger yang punya cerita tentang "patah hati".

Seperti judul postinganku ini, aku tak pernah patah hati..hehehehehe (sombong amat yaaak :D) Emang aku pernah beberapa kali pacaran tapi karena ga pernah serius jadinya saat putus sih sedih tapi ga sampai parah gitu.

Setelah membaca tulisan-tulisan para bloger yang kisah cintanya kandas ditengah jalan dan membuat hati mereka patah berkeping-keping (bahasanya lebay banged dah, hehehehe), aku bersyukur. Lha kok malah bersyukur orang patah hati? Iya, karena melalui proses yang menyakitkan itu kita bisa semakin mengenal dan mengasihi Tuhan. Seperti kata-katanya Ayub setelah mengalami berbagai macam ujian dalam hidupnya  "Hanya dari  kata orang saja aku mengenal tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau".

Bahkan yang lebih luar biasa lagi, kita dapat bersaksi bahwa semua merupakan kebaikan dan anugerah Tuhan sehingga Tuhan memproses kita untuk semakin mengenalNya. Seperti kata Rasul Paulus dalam Filipi 3: 8 : " Malahan segala sesuatu kuanggap rugi karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku lebih mulia dari pada semuanya itu, dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus".

Aku sendiri lebih banyak diproses Tuhan melalui keluargaku. Aku dibawa sampai di titik aku harus berkata "aku tidak dapat berharap kepada siapapun, selain kepada Tuhan, hanya Yesus yang aku miliki"  Bahkan keluarga dan orang-orang terdekatku tidak dapat membantu. Di titik inilah Tuhan Yesus dengan leluasa mengerjakan bagian-bagian hidup kita yang harus diubahkan. Di titik inilah kita mengalami Tuhan dengan luar biasa. Di titik kita berserah sama Tuhan, di titik kita tidak dapat mengandalkan manusia, harta, atau kemampuan yang kita miliki, di titik inilah hidup kita diubahkan untuk semakin mengenalnya.

Cara Tuhan memproses kita berbeda-beda, ada yang melalui kisah cinta, ada yang melalui keluarga, ada yang melalui studi, atau bisa juga melalui pekerjaan. Satu hal yang pasti tujuan Allah supaya kita semakin serupa dengan Kristus dan berdampak untuk semakin banyak orang.

Perjalanan masih panjang, selama kita masih di bumi, berarti setiap hari kita akan terus di proses, jadi teruslah berserah agar Penjunan kita yang mulia dapat terus mengerjakan hidup kita menjadi semakin indah di mataNYA.

Rabu, 22 Agustus 2012

Mirip siapa yah?

Dalam sejarah berpacaran kami yang memasuki tahun ke-5 ini, 2 bulan terakhir adalah waktu terlama kami tinggal satu kota alias SDR (short distance relationship) wkwkwkwkwk.. ada satu hal yang aku rasakan berbeda ketika pacaran dan bisa ketemu terus tiap hari. Kami punya banyak waktu bersama sehingga kami bisa sharing banyak hal bahkan hal-hal kecil sekalipun.

Karena tiap hari ketemu dan sharing banyak hal, tanpa aku sadari kosakata yang aku miliki semakin mirip dengan pacarku, Remuz. Bahkan ada beberapa istilah yang hanya biasa dipakai di Papua, aku sudah bisa menggunakannya dengan tepat. Beberapa hari yang lalu, aku menyadarinya. Ternyata kata-kataku banyak yang berubah.

Ya, semakin dekat kita dengan orang lain, kita akan semakin dipengaruhi olehnya, kita akan semakin mirip dengannya (dalam hal perbuatan dan kata-kata kita).

Jika kita dekat dengan Tuhan bukankah seharusnya hidup kita juga semakin mirip denganNya?
Jika kita lebih mirip dengan dunia ini, pertanyannya apakah benar kita anak Tuhan? Pengikut Kristus?
Apakah kata-kata kita mencerminkan Tuhan dalam hidup kita atau mencerminkan hewan-hewan yang berkeliaran?
Apakah tingkah laku kita mencerminkah Yesus yang penuh kasih atau lebih mirip ahli-ahli Taurat yang suka menghakimi.

Seperti kata Paulus dalam Roma 12:2 Jangan kita menjadi serupa dengan dunia ini tapi berubahlah oleh pembaharuan budi sehingga kita bisa mengerti kehendak Allah

Selasa, 21 Agustus 2012

Aku kembali (Welcome to Papua-Foi Moi)

Ga berasa yah waktu berlalu begitu cepat..Udah lebih dari 2 bulan aku ga ngeblog dan juga pindah ke Papua..banyak hal yang pingin di sharingkan tp satu2 dulu deh. 

Yang pertama ingin kuceritakan yaitu Papua..Aku berangkat dari Jakarta ke Jayapura tanggal 25 Juni 2012, ini merupakan pengalaman pertamaku ke pulau paling timur di Indonesia ini. Menempuh perjalanan kurang lebih 5 stengah jam menggunakan pesawat terbang, akhirnya tiba juga di bandara Sentani Jayapura. Saat akan mendarat pemandangannya keren bgd..aaah, langsung jatuh cinta.Bahkan sampe sekarang pun masih terpesona dg keindahan tanah ini. 

Gugusan gunung-gunung bertemu dg danau dan laut. Indah banged. Setiap melihat pemandangan alam disini, hatiku selalu melimpah dg ucapan syukur, Tuhan luar biasa menciptakan alam yang indah untuk kita nikmati. Sebagian besar daratan disini terdiri dari gunung-gunung. Gunung disini masih hijau jadi udaranya bersih. Meskipun terik matahari kadang menyengat namun anginnya sangat sejuk apalagi airnya, sedingin es. Jadi seger banged klo mandi pas udara lg panas.brrr. Disini pantainya keren-keren dan ada danau yang luas banged, namanya danau Sentani. Sebelum pesawat mendarat, kita akan berada diatas danau Sentani jadi kita bisa melihat langsung keindahan danau ini. Sayangnya, harga tiket pesawat kesini lumayan mahal jadi jarang yang mau datang ato berwisata kesini.

Selama ini Papua yang didengar dan diliat di tv itu kan tentang penembakan, kerusuhan, perang, dls pokoknya yang jelek-jelak aja, ternyata ga semua dan selalu demikian. Memang ada beberapa daerah di Papua yang kadang terjadi "perang suku" tp tidak selalu dan setiap saat terjadi. Di kota Jayapura sendiri lumayan aman kok. Salah satu persepsiku yang salah juga yaitu aku pikir Jayapura itu ga maju, sepi, jarang ada supermarket, dls ternyata aku salah. Supermarket bertebaran dimana-mana, bahkan sering terjadi kemacetan juga karena jumlah kendaraan yang cukup banyak. Penduduk di Jayapura selain orang Papua juga banyak dari Ambon, Medan, Toraja, Makasar dan Jawa. Jadi kota ini cukup ramai.

Ini beberapa foto tempat-tempat yang sudah kukunjungi selama di Jayapura :)




Tiga Foto diatas adalah foto pantai Base-G (kurang lebih 10Km dari Kota Jayapura) 



Kelapa Muda di Sky Line enak banged, apalagi sambil menikmati pemandangan indah kaya gini 



Kamis, 24 Mei 2012

Perpisahan

Kurang lebih seminggu yang lalu Opa-ku (ayah dari mama) tercinta pulang ke rumah Bapa.. Aku tak pernah tinggal bersama dengannya dan sudah lebih dari 15 tahun kami tak pernah bertemu karena kerusuhan. Opa tinggal di Ternate (Maluku Utara) dan sempat mengungsi ke Bitung (Sulawesi). Meskipun lama kami tak pernah bertemu tapi aku merasakan ada sesuatu yang hilang dari diriku. Opa selalu sabar apalagi sama cucu-cucunya, pekerja keras, lucu dan humoris. Masih terpatri kuat dalam ingatanku cara beliau tertawa, sungguh menghangatkan hati ini. Teladan hidup Opa yang sederhana, bijaksana, dan bersahaja selalu dapat kukenang.

Perpisahan, kata yang selalu sulit diucapkan. Entah kita akan pergi ke tempat yang menyenangkan atau tidak, perasaan sedih pasti akan datang..Kata ini selalu menghampiriku hari-hari belakangan ini. Ya, kata ini segera akan terucap kembali.

Dalam hampir 27 tahun ini, aku tinggal di 3 kota yang berbeda. 17 tahun pertama kuhabiskan di kota kelahiranku tercinta, Ambon. Masa-masa kuliahku yang ceria dan penuh sukacita kujalani di Kota Pahlawan Surabaya selama 4 tahun, dan 6 tahun terakhir ini aku berada di Depok. Saat berpisah dengan tempat-tempat ini selalu menguras air mata. Sangat tidak mudah untuk berpisah, untuk memulai sesuatu yang baru lagi, untuk beradaptasi lagi dan mengubah banyak hal dalam hidup ini.

Hal yang paling kusyukuri adalah bertemu dengan orang-orang luar biasa, yang membangun, menguatkan dan membuat hidupku jauh lebih baik. Hidup jauh dari rumah tak terlalu membuatku kesepian karena mereka, bahkan di waktu-waktu yang penting dalam hidupku seperti ulang tahun selalu ada kue, kado dan ucapan selamat yang hadir. Di waktu-waktu sulit yang kulalui juga selalu ada mereka dengan doa, pelukan hangat dan kata-kata yang menguatkan.

Terima kasih untuk meninggalkan jejak-jejak indah dihatiku dan membuat hidupku tak pernah sama lagi.

Minggu, 15 April 2012

Ketidakpastian

Hari berganti, waktu demi waktu berlalu tanpa meninggalkan jejak
Menanti dalam ketidakpastian, menunggu dengan ketidaksabaran
Ya, waktu-waktu ini tak menentu
Tapi aku mau belajar setia dan percaya padaMu

Bahkan dalam hari-hari biasa, yang menurutku tanpa kejutan dan mujizat
Engkau Allah yang luar biasa yang terus bekerja
Dalam setiap detik dalam hidupku
Tuhan Yesus tak pernah berubah
Ajarku setia dalam segala perkara, disetiap langkahku

_Ditemukan dalam buku diaryku 27 September 2011_

Selasa, 20 Maret 2012

Langit biru pagi ini :)

Sudah beberapa hari belakangan ini langit selalu kelabu, hujan kadang turun membasahi bumi dan angin bertiup kencang. Gemuruh angin biasanya terdengar jelas dari lantai 4 tempatku bekerja. Stasiun-stasiun tv memberitakan tentang rumah rusak dan pohon tumbang karena cuaca yang cukup ekstrim ini.

Namun pagi ini berbeda dengan hari-hari kemarin. Langkah kakiku menuju kantor disambut oleh hangatnya mentari pagi, langit biru dan awan yang seputih salju. Ahhhh, hatiku meluap dengan sukacita dan ucapan syukur.

Langit hari ini mengingatkanku, seburuk apapun badai kehidupan yang kualami, akan selalu ada sinar mentari pengharapan yang cerah dalam hidupku. Mungkin ada hari-hari yang berat dalam hidupku, hari yang menurutku buruk tapi itu hanya hari bukan hidupku. Selalu ada harapan didalam Tuhan..

Makasih Tuhan buat langit biru pagi ini, aku beryukur dan bersukacita karenaMu..

TUHAN, betapa banyaknya karya-Mu bagi kami, ya TUHAN Allahku, Engkau tak ada taranya! Banyaklah rencana-Mu yang menakjubkan bagi kami, tak mungkin diceritakan semuanya. Mazmur 40:5 BIS

Jumat, 09 Maret 2012

Tujuan pacaran itu apa sih??

Melanjutkan postinganku sebelumnya disini yang berjudul "udah siap pacaran belom yah??", aku ingin share juga mengenai tujuan pacaran itu sendiri. Ngapain sih musti pacaran?? Tulisan ini juga berasal dari bukunya Myles Munroe yang judulnya Waiting n Dating..

Tujuan berpacaran yaitu membangun persahabatan. Persahabatan sejati adalah hubungan yang kuat dan merupakan salah satu bahan dasar untuk pernikahan yang berhasil. Persahabatan tidak berkembang sepenuhnya dalam semalam, diperlukan waktu untuk bertumbuh dan dewasa. Ya, setiap kita membutuhkan waktu untuk mengenali diri sendiri dan juga orang lain. Kita tidak dapat menyimpulkan perilaku seseorang hanya dengan melihat tindakannya sekali saja tapi kita harus tau alasan apa dibalik tingkah laku orang tersebut. Semakin terbuka kita terhadap orang lain maka orang lain dapat melihat diri kita dan memberi masukan supaya bisa berubah.

Hubungan-hubungan jangka panjang yang berhasil dan paling kuat didasarkan pada persahabatan. Suatu hubungan yang termotivasi oleh kebutuhan, merusak persahabatan karena pada dasarnya hubungan ini berpusat pada diri sendiri. Seseorang yang sedang membutuhkan “sesuatu” akan memasuki suatu hubungan dengan berusaha terutama untuk memenuhi kebutuhan ini, bukan berusaha memenuhi kebutuhan orang lain atau membangun karakternya.

Sadar atau tidak, orang-orang memanfaatkan persahabatan sebagai kesempatan untuk mengambil keuntungan sendiri. Persahabatan sejati harus didasari oleh kasih Tuhan. Saat kita lahir baru dan mengenal Tuhan, roh kitalah yang diperbaharui, bukan pikiran atau tubuh kita. Tantangan yang kita hadapi adalah belajar bagaimana mengendalikan diri dengan roh yang baru yang tinggal dalam pikiran dan tubuh kita yang lama. Kita harus belajar dan bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan serta berperilaku sebagai anak-anak Tuhan.

Roh kita yang telah diperbaharui mengingatkan kita, sementara pikiran dan tubuh kita memberitahukan sesuatu yang lain.

Itulah sebabnya kita harus belajar, seperti yang ditulis Paulus untuk “berubahlah oleh pembaharuan budimu” Roma 12:2b, dan “menawan segala pikiran dan menaklukannya pada Kristus” 2 Kor 10:5b.

Sifat dasar manusia adalah tertarik pertama dan terutama pada dirinya sendiri, egois. Memusatkan perhatian kepada orang lain adalah salah satu prinsip dari persahabatan. Tujuan kita menjadi sahabat seharusnya untuk mendorong, membangun dan membantu pembentukan karakter sahabat-sahabat kita, sekaligus menolong mereka mencapai impian-impian mereka.

Dalam buku ini, dijelaskan ada 4 tingkat dalam persahabatan :
  1. Kenalan : bertemu dengan orang-orang yang belum pernah kita temui sebelumnya, pertemuan-pertemuan ilahi
  2. Teman biasa : memiliki daya tarik, aktivitas, kepedulian dan minta yang sama
  3. Sahabat : memberi saran, pertolongan secara pribadi dan memperhatikan kesejahteraan satu sama lain
  4. Sahabat karib : berkomitmen pada perkembangan karakter masing-masing.
Tingkat tertinggi adalah sahabat karib, dimana sahabat-sahabat terlibat berkomitmen pada perkembangan karakter masing-masing. Keintiman roh dan pikiran bukan tubuh. Komitmen untuk memperbaiki diri. Mereka tidak takut berkata : jangan lakukan itu, karena itu tidak baik bagimu. Berkomitmen saling membantu untuk hidup dan berjalan dalam kehendak dan maksud Tuhan serta mengembangkan karakter ilahi.

Satu karakteristik dari keintiman sejati adalah kemampuan untuk memberi dan menerima perbaikan dengan rela dan rasa terima kasih. Sahabat-sahabat karib mengasihi satu dengan yang lain sehingga mereka tidak bisa membiarkan dosa dan kesalahan tidak diperbaiki. Mereka saling menghormati dan mempercayai satu sama lain sehingga mereka dapat menerima perbaikan tanpa merasa marah atau curiga. Persahabatan yang karib memikul tanggung jawab yang saling menguntungkan untuk bersikap jujur dan terbuka tapi bijaksana. Kenalilah siapa pasanganmu dengan menjadi sahabatnya.

Tuhan menempatkan orang-orang “dijalur” kita dan kita “dijalur” mereka supaya kita dapat menjadi berkat bagi satu sama lain. Mendoakan teman-teman kita adalah sesuatu yang penting dan berarti yang setiap kita dapat lakukan.

Kamis, 23 Februari 2012

Menjadi perusak generasi selanjutnya

Apa yang menjadi perusak generasi selanjutnya?? Bagiku jawabannya adalah rokok. Di Indonesia, kita bisa menemukan asap rokok dimana-mana. Dikantin waktu sarapan, di jalan waktu nunggu kendaraan umum, di stasiun waktu nunggu kereta, bahkan didalam angkutan umum dan restoran pun ada asap rokok. Entah mengapa, asap rokok selalu mengundang rasa sakit kepala yang tak tertahankan olehku. Aku ga bisa dekat-dekat dengan asap rokok dan itu sungguh sangat menyiksa diriku.

Jaman ini yang menjadi perokok bukan hanya pria dewasa dan berduit tapi bahkan anak umur 5 tahun, para wanita dan gelandangan di jalan pun merokok. Miriiiiis banged. Duit buat makan ga ada, tapi buat beli rokok ada. Masih pake baju seragam tapi udah kaya kereta api aja, ga pernah berenti merokok. Itulah realita yang kulihat tiap-tiap hari dan membuatku sedih. Apa jadinya generasiku saat ini?? Pada usia sangat belia sudah mengenal rokok. Usia-usia dimana anak-anak belum bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk. Pada saat menyadari bahaya merokok, mereka sudah terlalu kecanduan dan tidak bisa lepas lagi. Kasian
Ada banyak alasan juga dari para pencandu rokok. Salah satunya, mana akibat merokok?? Aku sehat-sehat aja tuh. Bahkan orang tuaku yang perokok juga masih sehat hingga usia lanjut. Ya, mungkin saat ini kita belum melihat akibatnya, tapi anak-anak kita mungkin yang akan mengalaminya. Kita menjadi penyumbang sel-sel kanker bagi anak-anak kita.

Let's save our future generations from the cycle of nicotine addiction

Liat video ini deh, betapa mirisnya generasi ini..