Rabu, 10 Agustus 2011

Ingin mengeluh??

Dan kuputuskan bahwa tema minggu ini adalah.....B E R S Y U K U R....

Selama bulan puasa kantin di kantorku tutup jadi aku harus menempuh perjalanan yang cukup jauh hanya untuk makan siang, dan karena itu pula aku sering ga keluar untuk makan siang tapi membawa buah-buahan dan roti untuk makan siangku.

Disuatu siang yang udaranya sangaaaaat panas (agak lebay kali yah), aku memutuskan untuk makan diluar karena kepalaku sudah berdenyut-denyut (perutku membutuhkan nasi). Dengan diantarkan salah seorang teman kantorku aku menuju Depok Town Square (kantorku deket situ) untuk makan, aku memilih salah satu restoran dan memesan nasi goreng. Setelah pesananku datang ternyata nasinya agak lembek dan sangat berminyak. Aku bisa liat minyak dimana-mana *sigh*, padahal aku laper banged dan sakit kepala, rasanya pingin ngamuk-ngamuk sama mbak2nya itu. Masa nasi goreng dari restoran, berminyak gini? Liatnya aja udah ga napsu. Napsu makan hilang melayang entah kemana :( . Nasi goreng yang dijual sama abang2 dekat kosanku terlihat jauuuuuh lebih menarik dari ini *argghhhhh..Udah gitu makannya sendirian pula. Otak dan hatiku udah mulai berkecamuk, badmood, pingin mengeluh.

Setidaknya aku punya 4 alasan untuk mengeluh :
1. Hari ini panas beeeeeeeeeeuuuuuud
2. Haduuuuuh, ini kepala pake sakit pula
3. Yah ampun mbak, nasi goreng apa nasi minyaaaak ini :(
4. Makan sendirian emang ga oke bangeddddd

Hwaaaaaaaaaaa, tiba2 muncullah cerita Ayub dalam pikiranku (Bulan ini pembacaan Alkitab di gerejaku dari kitab Ayub)

Luar biasa hidup orang ini. Dalam sehari Ayub kehilangan :
- 7 anak lelaki
- 3 anak perempuan
- 7000 ekor kambing domba
- 3000 tiga ribu ekor unta
- 500 pasang lembu
- 500 keledai betina

Lihat dia orang yang kaya raya, bahkan disebutkan dalam Alkitab "orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur". Tetapi dalam sehari dia kehilangan semua harta benda miliknya dan bahkan anak-anak yang dikasihinya. Dia menjadi miskin seketika.

Tapi yang luar biasa adalah respon Ayub terhadap semua yang terjadi. Apakah Ayub mengeluh ketika semua itu terjadi?? TIDAK!!! Yang dikatakan Ayub tercatat dalam Ayub 1 : 21 yaitu "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"

Ayub menyadari bahwa semua yang dia miliki termasuk anak-anaknya adalah milik Tuhan dan Tuhan berhak mengambilnya kapan saja Tuhan mau. Iman Ayub tidak tergantung dari harta bendanya, tidak tergantung dari semua pemberian Tuhan. Sungguh iman yang luar biasa.

Respon Ayub sungguh luar biasa ketika menghadapi kenyataan hidup yang pahit. Aku ga sampe menghadapi kenyataan pahit seperti itu. Aku cuma mengalami hal-hal biasa dalam hidupku tapi tetap ingin mengeluh. ckckckckckck

Sesaat setelah itu aku memutuskan untuk mengucapkan dan mengingatkan diriku untuk menghitung begitu banyak berkat Tuhan dalam hidupku dan tidak menghancurkan sisa hariku dengan keluhan dan badmood. Ampuni aku Tuhan dan ajar aku untuk bersyukur setiap waktu. Seperti kata temanku Faith Loen : Bersyukur itu absolut untuk segala situasi, kondisi, waktu dan tempat :D.

Pas pulang kantor keesokan harinya aku mendapat pesan di group bbm begini :

Yang punya i-phone merasa blackberry lebih efisien
Yang punya blackberry merasa i-phone lebih canggih dan keren
Yang punya Accord merasa Camry lebih sporty
Yang punya Camry merasa Accord lebih gagah
Yang tinggal di gunung merindukan pantai
Yang tinggal di pantai merindukan gunung
Di musim kemarau merindukan musim hujan
Di musim hujan merindukan musim kemarau
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam
Dia dirumah merindukan bepergian
Setelah bepergian merindukan rumah
Ketika jadi karyawan ingin menjadi Enterpreneur supaya bisa mengatur jam kerja sendiri
Begitu jadi Enterpreneur ingin jadi karyawan biar ga pusing
Waktu tenang, mencari keramaian
Waktu ramai, mencari ketenangan
Saat masih single pingin cepat menikah biar ga kesepian
Begitu menikah, merindukan waktu sendirian tanpa diganggu

Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki. Namun setelah dimiliki tak indah lagi. Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalai kita hanya selalu memikirkan apa yang belum kita miliki dan mengabaikan apa yang sudah kita miliki?

Ayooo bersykuuuuuuur


2 komentar:

Theresia Hutapea mengatakan...

lah iyeeee gw bgt itu
susah jg cri makan siang dkt kntor, kadang jdi kesal....pdhal hrsnya brsyukur toh msh bs makan, punya pkrjaan, punya uang...
udh punya BB, pgn bgt bs punya i phone hahaha pdhal ini hp juga dkasih, ga ush susah2 nabung utk beli....
ga prnah puas eui, rumput tanga slalu lbh hijau dan diatas langit msh ada langit ktnya :D

Welly Lokollo mengatakan...

hahahahhahahhaaha iya betul banged echaaaa :)