Selasa, 16 Agustus 2011

Lady in Waiting chapter 6 Wanita yang Murni part II

Yang belum baca part I nya disini yah

Menjaga harta itu

Begitu seorang pria memiliki hati wanita, tubuh wanita itu tidaklah jauh di belakangnya. Inilah salah satu alasan Amsal 4:32 berkata, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”. Wanita dalam penantian harus pertama-tama menjaga kunci hatinya. Ini tidak berarti bahwa hubunganmu dengan pria seperti robot dan tidak berperasaan. Ini berarti bahwa Anda fokus pada pertumbuhan persahabatan dan bukan kisah cinta.

Jika seorang pria berkata I love you, Anda tidak perlu mengulangi kalimat itu. Bagi para pria, tiga kata itu bisa memiliki berbagai macam arti seperti “Aku bernafsu padamu” atau “Aku ingin kamu menciumku” atau ia tidak bisa memikirkan kata-kata lain untuk dikatakan pada saat itu. Tetapi apa yang bisa dilakukan “I love you” pada hatimu? Lambat laun kata-kata itu dapat menjebakmu secara emosi dan membawamu pada hal fisik. Untuk menjaga kunci hatimu, buatlah komitmen untuk mengatakan aku mencintaimu hanya pada orang yang Anda kasihi dengan kasih yang berkomitmen. Kasih sejati butuh waktu untuk berkembang dan bertumbuh tanpa ketiga kata itu. Berilah arti pada kata-kata berharga ini, dan Anda boleh menggunakannya dan mendengarnya dengan rasa sayang selama bertahun-tahun pernikahan yang bahagia.

Ciuman atau pelukan seorang wanita menyatakan sesuatu yang intim. Sadarilah bahwa sebuah ciuman memulai kontak fisik dan begitu Anda memulainya, sulit untuk mundur dari gairah itu. Tentukan apa yang Anda maksud dengan sebuah ciuman. Biarlah itu mengungkapkan hatimu, bukan “membangkitkan” hormon-hormonmu.

Tetapkanlah keputusan dan pilihanmu tentang apa yang akan dan tidak akan Anda lakukan dalam sebuah kencan sebelum segalanya menjadi panas dan berat. Contoh “standar kencan” :
  • Aku hanya akan berkencan dengan pria Kristen yang bertumbuh
  • Aku akan berkonsentrasi pada persahabatan (mengenal satu dengan yang lain)
  • Aku tidak akan menghabiskan waktu dengan dia dirumah waktu kami sendirian
  • Aku tidak akan dengan bebas memberi ciuman atau pelukan
  • Aku tidak akan berbaring disebelah pasanganku
Jangan menyusun standar “sambil jalan”. Emosi sangat menipu. Anda harus membuat pilihan-pilihan bijaksana sebelum “debaran” dan “detakan jantung” menjadi begitu keras sehingga Anda tidak dapat mendengar dirimu sendiri berpikir. Tuliskanlah standar itu dan seringlah membacanya!! Berjanjilah dihadapan Allah secara rutin dalam doa.

Terlalu banyak wanita berpikir bahwa jika ia memberikan pada seorang pria apa yang diinginkannya dalam hal kepuasan fisik, mereka pasti akan mendapatkan kasihnya selamanya. Ratusan wanita tealh menurunkan standar seks mereka dan bertindak jauh dari yang Tuhan inginkan.

Wanita mudah digairahkan dengan kata-kata. Kebanyakan pria tau itu. Cara lain untuk melindungi kemurnian Anda adalah untuk berjaga-jaga waktu Anda mendengar “kata-kata manis”. Jangan biarkan satu pun dari kalimat-kalimat ini membuatmu menyerah.
Seorang pria yang saleh tidak akan menekan wanita secara verbal, tetapi akan mengasihi dia dengan pernyataan kasihnya dan mengantarnya pulang sebelum mereka harus menyesal karena melanggar kemurnian mereka.

Bagaimana jika sudah terlambat

Jika Anda membaca ini “setelah kenyataan itu” dan Anda sekarang sedang berurusan dengan rasa bersalah karena kehilangan “hadiah itu”, jangan putus asa. Biarlah Dia menyembuhkan hatimu yang hancur dengan pengampunanNya. Sepakatlah dengan Allah bahwa Anda telah berdosa dan tinggalkan dosa itu dihadapanNya. Kemudian jagalah dirimu agar jangan masuk ke dalam pola dosa itu lagi. Pelajarilah pelajaran berharga, tetapi jangan terus memukuli dirimu dengan tuduhan. Yesus telah membayar dosa-dosamu di Kalvari. Begitu Anda mengakui dosamu pada Allah dan mereka yang Anda sakiti, jangan izinkan dirimu sendiri atau si musuh mengalahkanmu dengan mengingatkan Anda pada dosa Anda. Mungkin ada konsekuensi-konsekuensi dosamu, tetapi Anda tidak harus hidup dengan perasaan bersalah karenanya.

Yeremia 31:34 berkata,”...sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka”. Salah satu kemampuan Allah yang teragung adalah bahwa ia melupakan dosa mereka yang telah menjadi milik Yesus Kristus. “Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu” (Yesaya 43:25). Biarlah ini menjadi semboyanmu : “...tetapi ini yang kulakukan : aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus” (Filipi 3:13-14)


Meskipun setelah mengaku, Anda telah dibebaskan dari kesalahan, janganlah memakainya sebagai suatu kesempatan untuk terus menerus di dalam dosa atau untuk membiarkan dirimu terbuka terhadap pencobaan. Teruslah memilih kebebasan atas perbudakan dosa. Tanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita (lih. Ibrani 12:1). Arahkanlah matamu pada Yesus (bukan pada dosamu, masa lalumu atau bahkan pada dirimu). Yesus adalah Pencipta dan Penyempurna imanmu (Ibr 12:2)

Anda juga harus mengampuni dan melupakan dosa-dosa mereka yang telah berdosa terhadapmu. Pertama, Anda harus memilih untuk mengampuni saudaramu dengan hatimu dan kemudian Allah akan menolongmu berurusan dengan emosi yang masih ada. Anda tidak akan terbebas dari rasa sakit jika Anda menyimpan kepahitan. Satu cara tercepat untuk menghancurkan kecantikan wajah adalah dengan memegang teguh sikap tidak mengampuni dan pahit.

Jika Anda terlalu dini membuka “hadiahmu”, terimalah pengampunan Allah dan tolaklah perasaan diri seperti barang yang rusak. Allah memiliki hal-hal yang baik tersimpan bagimu. Anda, Wanita dalam Penantian, adalah harta. Jangan izinkan gemerlap kesenangan suatu malam “bercinta” menghancurkan “cinta sejati” seumur hidup.

Untuk melanjutkan ke chapter berikutnya disini
Ada sharing menarik sesuai dengan tulisan diatas :) check this out

4 komentar:

marthavina mengatakan...

Welly...saya terberkati, hope tulisan ini..bisa saya kasih tahu sama keiko kelak..., Welly juga jgn lupa buat kasih tahu para singgle, hati hati dlm pacaran, jgn sampai kenikmatan sesaat, lantas menghancurkan seluruh kehidupan dan anugrah yang telah Tuhan beri

Welly Lokollo mengatakan...

Tengkyuu kak :) betul kak, aku juga mau ngajarin hal ini ke anak2ku jd aku harus jd teladan terlebih dahulu :)

Mega mengatakan...

pokoknya ditunggu wel bab2 selanjutnya. GBu Wel..^^

Welly Lokollo mengatakan...

Siap meg..GBU2