Selasa, 27 September 2011

Hatimu yang dicariNya

Daud. Namanya begitu terkenal. Dari anak sekolah minggu pun pasti mengenalnya. Ceritanya begitu melegenda. Daud vs Goliat. Siapa yang tidak mengenalnya. Daud adalah cicit dari Ruth dan Boas, punya 8 saudara laki-laki (1 Sam 17:12) dan pekerjaannya adalah menggembalakan kambing domba

Namun bagaimana jika Daud dibandingkan dengan saudara-saudaranya?? Ya jauhlah. Disebutkan dalam 1 Samuel 16 : 12 “Ia kemerah-merahan, matanya indah, dan parasnya elok”. Bisa dibayangkan?? Anak kecil, anak bungsu yang kerjaannya menggembalakan domba. Menurut pandangan manusia, Daud ga masuk hitungan, apalagi untuk menjadi seorang Raja. Bahkan Samuel yang adalah nabi Allah saja pasti bertanya dalam hatinya, kenapa Daud Tuhan, kenapa bukan kakak-kakaknya saja??

Pandangan masyarakat saat ini pun tidak jauh berbeda. Kita akan dipandang kalo kita langsing, punya rumah yang luas dan mobil yang oke, berkulit putih, memakai sepatu dan tas yang bermerk, punya dompet tebal (isinya duit tentunya:D), punya ijazah dan status sosial, berwajah tanpa jerawat dan lain sebagainya.

Kita pasti kesal terhadap semua perlakukan ini. Sekaranglah waktunya untuk kita berhenti mendengar orang lain dan mendengar apa kata Tuhan tentang Daud dan untuk kita juga. “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati” (1 Samuel 16:7)

Allah melihat apa yang tidak dilihat oleh orang lain; hati yang mencari Allah. Daud, dengan segala kelemahannya tekun mencari Tuhan, ditengah padang rumput hijau. Mazmur-mazmur yang indah dilahirkan dari hati yang sungguh-sungguh mencari Allah. Hanya itulah yang Allah inginkan.

Klo kita membaca kisah Daud, kita pasti terus bertanya-tanya. Daud orang yang seringkali jatuh. Ia bermain mata dengan Batsyeba, bahkan merencanakan pembunuhan terhadap Uria (suami Batsyeba), dikejar-kejar dan mau dibunuh oleh Saul bahkan bergabung dengan orang-orang yang dikejar-kejar hutang di Gua Adulam, Daud menumpahkan banyak darah, memiliki delapan isteri dan tidak dapat mengurus keluarganya.

Tapi apa yang dikatakan Allah tentang Daud?? Allah menyebutnya “orang yang berkenan dihati-Ku” (Kis 13:22). Bahkan dalam Alkitab ada 66 Pasal yang menceritakan kisah Daud, lebih dari semua orang kecuali Tuhan Yesus, dalam 28 kitab namanya disebut. Perjanjian Baru menyebutkan namanya sebanyak 55 kali dan 1118 kali diseluruh Alkitab, bahkan Putera Allah disebut dengan nama Anak Daud. Mengapa bukan Daniel atau Yusuf atau Musa atau Paulus yang disebut demikian?? Hidup Daud tidak mencerminkan orang yang suci dan tidak berdosa. “Orang-orang saleh” dapat menjudge “Ah Tuhan salah kali nih”, ternyata hidup Daud sungguh mengecewakan.

Kenyataan bahwa Allah memandang Daud seperti itu memberikan kita harapan. Hei “kesalaha-kesalahan kita tidak fatal” (bukan berarti Tuhan mengijinkan kita berbuat dosa). Lawan setiap penolakan, kegagalan dan penyesalan kita dengan kasih Tuhan Yesus. Tuhan mampu mengampuni setiap kesalahan kita.

Hidupku juga diselamatkan Tuhan sama seperti Daud. Pernah melakukan kesalahan-kesalahan fatal, dibodohi oleh orang yang mengaku mengasihiku, berpacaran hanya untuk memuaskan nafsu belaka (lebih tepatnya dibodohi), berkubang dalam dosa, bergaul karib dengan pengguna sabu dan ganja bahkan sering bersama mereka waktu mereka mengkonsumsinya. Semua karena anugerah Allah bila aku bisa ada saat ini. Seperti ceritaku beberapa waktu lalu, aku diselamatkan hanya karena anugerahnya (disini).

Jika Tuhan dapat memakai Daud yang tidak dipandang oleh dunia ini, jika Tuhan tetap dapat memakai Daud yang memiliki cerita kelam dalam hidupnya, DIA juga dapat memakai setiap kita. Apapun masa lalu kita, apapun dosa yang pernah kita perbuat, apapun latar belakang keluarga kita, Tuhan sanggup mengubahkan dan memakai setiap hidup kita.

Yang Tuhan cari adalah hati yang tertuju kepadaNya, hati yang sungguh-sungguh mencariNya dan rindu untuk menyenangkanNya

6 komentar:

Mega mengatakan...

Wah Wel, aku jadi pengen nulis juga tentang Daud, heheehehehe. Daud emang ga perfect, tapi Allah bilang dia berkenan di hati-Nya. Melihat Daud membuatku brani berharap (walopun dikkiiiiitttttt banget) suatu hari Allah juga bilang aku wanita yang berkenan di hati-Nya :)

Welly Lokollo mengatakan...

Amiiiin..Ayo meg, tulis dong..btw, aku ngasih comment di tulisanmu yang GKM oh GKM tapi ga muncul2 yah :(

Kerjakan bagian kita meg, sisanya serahkan sama Tuhan :)

Mega mengatakan...

iya wel, kok gak muncul ya?^^' aneh....
Udah tak kebut Wel, hampir selese ni, hehehehe

Welly Lokollo mengatakan...

Iya nih..gw juga heran..commentnya di blognya nonik n shinta juga :(

Sekarang malah commentnya K Martha yang ga muncul diblogku *sigh*

Theresia Hutapea mengatakan...

huaaa bener2 Daud itu emg oki doki bgt, dia brtobat didepan nabi dan org bnyak bahkan...gw prnah stress wktu ditanyain ama anak PA gw, nape tuh Tuhan lbh milih Saul drpd Daud?kan sama2 tobat ka?
dan gw sadar hatinya beda, hatinya bner2 hancur dan brtobat... awesome man :)
thx ya well, gw lgi bbrapa hari ini mndengar kata2 yg ga nyemangatin bgt, seolah2 hidup gw ga brarti... tapi pas bca ini, gw inget apa yg ga dpndang dan dianggap berarti oleh dunia, itu yg dpake Tuhan yooo ;p

Welly Lokollo mengatakan...

@echa : Semangat cha..betul,Tuhan Yesus datang bukan orang benar tapi untuk orang berdosa..Dan DIA mampu memakai siapa saja :)